Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Berhak menikmati


__ADS_3

Zafer yang saat ini masih berusaha untuk menahan amarah agar tidak membanting apapun yang dilihat di dalam ruangan kamar, melihat siluet belakang dari wanita yang masih duduk di atas ranjang tersebut dan dikuasai oleh emosi yang seperti mau meledak bagaikan bom waktu.


Dengan debaran jantung yang saat ini seperti memacu empat kali lipat lebih cepat dan membuat tubuhnya memanas ketika hanya ada amarah yang dirasakan saat ini. tidak bisa lagi bersabar menghadapi Tsamara dan memilih untuk memberikan pelajaran hari ini juga.


Tanpa memikirkan apapun karena saat ini hanya ingin memberikan hukuman atas sikap arogan dari sang istri yang bahkan hanyalah seorang wanita tidak berdaya karena hanya bisa duduk di atas kursi roda.


Zafer berjalan ke arah pintu dan langsung mengunci karena tidak ingin ada siapapun yang masuk saat memberikan hukuman pada wanita yang telah memantik amarah saat ini.


Zafer tidak membuang waktu karena berjalan cepat mendekati wanita yang menghubunginya tersebut dan langsung memutar kursi roda. Kemudian seketika merangkum wajah yang memakai penutup kepala tersebut.


Tanpa pikir panjang, Zafer yang merasa sangat marah atas sikap kasar Tsamara padanya, sudah berhasil membungkam bibir sensual yang bahkan dari dulu tidak pernah berpikir akan menciumnya.


Namun, sekarang semua berubah karena sudah membungkam dan ******* dengan kasar sambil mengabsen setiap sudut rongga dalam wanita yang bahkan saat ini berusaha untuk menolak dengan memukul dadanya.


Namun, penolakan dari Tsamara saat ini malah membuat hasrat Zafer bangkit dan merasa tertantang untuk menaklukkan wanita yang dianggap sangat arogan tersebut.


Zafer ingin memberikan hukuman dengan cara membuat wanita itu mendesah dan merintih atas penyiksaan yang akan dilakukan. Tanpa memperdulikan penolakan Tsamara. Bahkan Zafer semakin menguasai bibir wanita itu.


Saat ini, Zafer menggigit bagian bawah bibir Tsamara agar mau membuka lebih lebar dan membiarkannya mengeksplor sesuka hati. Berharap wanita itu akan membalas dan terbuai dengan ciumannya yang selama ini berhasil membuat para kekasih tergila-gila padanya.


Tidak hanya itu saja, bahkan tangan Zafer sudah bergerilya menjelajah setiap sudut apapun yang diincar saat ini. Tanpa memperdulikan bahwa Tsamara masih berusaha untuk menolak.

__ADS_1


Namun, hal itu sama sekali tidak diperdulikan karena begitu mencium Tsamara, hasrat kelelakian seketika bangkit dan ingin segera menyalurkan dengan cara menyiksa wanita itu di bawahnya.


Apalagi saat ini ia mengetahui bahwa Tsamara tidak mungkin berteriak ketika putranya masih tidur dan hanya mengungkapkan penolakan dengan cara memukul sekuat tenaga, tetapi sama sekali tidak membuatnya merasa iba ataupun berniat untuk berhenti melakukan hal yang diinginkan.


Apalagi saat ini hanya amarah dan hasrat yang seolah bercampur menjadi satu dan bagaikan bola api yang akan meledak beberapa saat lagi.


Sementara itu, Tsamara yang beberapa saat lalu membulatkan mata begitu tiba-tiba Zafer menciumnya dan melakukan itu dengan sangat kasar, sehingga berusaha untuk menyadarkan sekaligus menghentikan ulah pria yang seperti kesetanan dan tidak memperdulikan apapun.


'Apa yang dilakukan Zafer? Apa pria ini sudah gila? Kenapa tiba-tiba menciumku dengan kasar seperti ini?' Tsamara yang hanya bisa bergumam sendiri dengan berbagai macam pertanyaan sekaligus rasa takut pada pria yang dengan kasar menciumnya.


Bahkan ia masih berusaha untuk menyadarkan Zafer agar berhenti dan tidak berbuat semakin gila dengan cara berkali-kali mengarahkan tangan untuk memberikan pukulan.


Berharap cara yang dilakukan berhasil dan pria itu segera berhenti. Namun, yang terjadi sebaliknya karena merasakan nyeri pada bagian bibir saat Zafer menggigit dan mungkin sudah berdarah.


Ingin sekali ia berteriak agar pria itu sadar dan berhenti dari perbuatan gila yang dilakukan, tetapi tidak bisa melakukannya karena sadar bahwa saat ini ada putranya di dalam kamar yang masih tertidur.


Apalagi tadi sudah membangunkan, tapi tidak kunjung membuka mata dan seolah masih larut dalam mimpi indah. Tsamara sadar jika putranya melihat kekerasan yang dilakukan oleh Zafer akan menimbulkan traumatik mendalam di pikiran putranya.


Tentu saja Tsamara tidak ingin itu terjadi dan membuat malaikat kecilnya melihat kekerasan di masa kecil ketika ayah tiri berusaha untuk berbuat intim dengan cara kasar.


'Apa yang harus kulakukan untuk menghentikan pria gila ini?' Tsamara yang saat ini merasa kenyerian luar biasa ketika tangan dengan buku-buku kuat tersebut sudah beberapa kali mengincar dua benda padat yang membusung di balik kain pelindung.

__ADS_1


Tsamara masih tetap mengarahkan tangan untuk memukul semua bagian tubuh kekar itu agar menghentikan perbuatan gila. Ia tidak mau menyerah karena berharap pria itu sadar dan berhenti.


Zafer masih terus menguasai bibir Tsamara dan karena merasa gairahnya semakin lama membakar diri, ingin segera menyalurkan hasrat.


Menganggap bahwa itu adalah sebuah hukuman yang pantas untuk wanita yang berani melawan dan baru saja berbicara kasar padanya.


Tanpa pikir panjang, Zafer ingin semakin menyiksa Tsamara agar tidak lagi berani melawannya, sehingga tanpa membuang waktu langsung melucuti apapun yang melindungi tubuh sang istri.


Dengan sangat mudah melakukannya karena memakai dress panjang berukuran besar yang tentu saja sangat mudah untuk disingkirkan.


Bahkan sudah berhasil melepaskan penutup kepala Tsamara dan terlihat rambut hitam panjang berkilat tergerai, sehingga menampilkan sosok wanita berbeda yang terlihat sangat cantik di matanya saat ini.


Pemandangan itu jarang didapatkan oleh Zafer karena selama ini wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut tidak pernah membuka penutup kepala. Seolah tidak mengizinkan siapapun untuk melihat.


Sekarang Zafer merasa berhak untuk melihatnya dan juga berstatus sebagai suami sah yang pastinya tidak dilarang untuk melakukan apapun pada istri.


Bahkan saat ini, Zafer yang sudah memanjakan mata dengan penampilan Tsamara yang berbeda karena tanpa memakai selembar benang pun pada tubuh, terlihat sangat cantik dan memesona, sehingga tidak ingin menyia-nyiakan wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut.


Berpikir bahwa saat ini merupakan seorang suami yang berhak menikmati setiap inci kulit putih wanita dengan tubuh yang sudah tidak terlindungi oleh apapun itu.


Tanpa membuang waktu, Zafer sudah membungkuk dan menggendong Tsamara ala bridal style untuk menjauh dari ranjang dan menurunkan di atas sofa.

__ADS_1


Karena tidak mungkin membuat wanita itu mendesah dan merintih di atas ranjang karena ada anak laki-laki yang masih tertidur pulas dan sama sekali tidak mendengar apapun yang dilakukan oleh para orang tua. Hal itu membuatnya merasa senang karena tidak akan terganggu.


To be continued...


__ADS_2