
Adam Dirgantara beberapa saat lalu telah mendapatkan laporan dari para mata-mata yang selama ini disuruh untuk mengikuti putranya dan begitu mendapat kabar jika Zafer berani membawa wanita selingkuhan saat berstatus sebagai suami Tsamara, tentu saja membuat berang.
Awalnya ia ingin menunggu sampai Zafer pulang karena sang istri menyuruh untuk tidak terpancing emosi karena akan berdampak buruk pada kesehatan. Jika terkena serangan jantung karena marah-marah, akan berakibat buruk.
Namun, berpikir jika putranya menunjukkan pada semua orang tentang kekasih gelap yang hamil, akan berdampak buruk pada Tsamara yang merupakan istri sah.
Merasa iba pada nasib wanita malang itu, akhirnya memilih untuk mengungkapkan ancaman pada Zafer, agar segera pulang dan membawa wanita bernama Rayya itu ke rumah.
"Ini tidak bisa dibiarkan karena dengan terang-terangan Zafer memilih untuk menunjukkan wanita yang bukan istri, tapi hamil. Bukankah itu akan semakin menambah citra buruk perusahaan kita?"
Adam kini berada di dalam ruangan kamar bersama sang istri karena memutuskan untuk menginap di sana. Bahkan berencana untuk membawa pulang wanita yang hamil benih Zafer itu pulang ke rumah utama setelah kejadian meresahkan ini.
Akhirnya Erina kini mengerti dan memahami bahwa apa yang dilakukan oleh sang suami selalu terbebani dengan semua hal yang berhubungan dengan nama baik perusahaan dan keluarga.
"Kamu benar, Sayang. Aku tadi tidak berpikir sejauh itu karena hanya memikirkan tentang perasaan Tsamara. Aku sangat iba melihat nasib menantu kita. Apalagi tidak bisa berbuat apa-apa setelah Zafer mengatakan bahwa Rayya hamil."
Erina merasa sesak di dada karena sebagai seorang wanita, paling menyesakkan jika suami berselingkuh hingga menghamili wanita lain.
"Aku tidak tega melihat Tsamara, Sayang. Apa tidak kita bebaskan saja menantu? Pasti Tsamara akan semakin terluka saat melihat Rayya dibawa ke sini. Jika aku yang berada di posisi menantu, tidak akan pernah kuat."
Bahkan hati Tsamara kini seperti kaca yang pecah berkeping-keping dan tidak akan pernah bisa disatukan lagi kembali seperti semula. Jika bisa, tetap akan meninggalkan bekas dari rasa sakit yang dirasakan.
Sementara itu, Adam mengerti bahwa di dunia ini tidak ada seorang wanita yang ingin di poligami. Bahkan berpikir pun tidak akan pernah terbersit. Namun, saat mengalami, mungkin pada awalnya akan merasa takdir begitu kejam.
__ADS_1
Namun, lama-kelamaan akan terbiasa dan merasa yakin jika Tsamara adalah wanita yang sangat kuat setelah mengalami banyak ujian dan badai kehidupan.
"Bukankah tadi kamu mendengar Tsamara mengatakan bahwa akan menganggap apa yang terjadi sebagai peleburan dosa atas kesalahan di masa lalu. Meskipun sudah bertaubat, sadar jika harus mendapatkan karma dari perbuatan buruk terdahulu."
Adam yakin Tsamara akan menjadi seorang wanita yang semakin tangguh dan tidak akan lemah, meskipun harus melihat perselingkuhan sang suami di depan mata.
"Sebenarnya aku khawatir akan satu hal."
Erina kini menyipitkan mata karena ikut penasaran dengan apa yang baru saja diungkapkan oleh sang suami dengan wajah seperti sedang mengalami banyak masalah tersebut.
"Khawatir akan apa, Sayang? Jangan membuatku penasaran tentang apa yang kamu pikirkan itu."
Embusan napas kasar terdengar sangat jelas saat ini ketika Adam Dirgantara merasakan kekhawatiran pada Tsamara. "Kau tahu suami kedua Tsamara yang menceraikan tanpa memberikan harta sepeser pun?"
"Maksudmu adalah pria bernama Rey itu? Memangnya kenapa dengan mantan suaminya?" Erina memang ikut membaca semua hal mengenai Tsamara di masa lalu ketika sang suami meminta pendapat mengenai rencana untuk menikahkan dengan putranya.
"Jadi, jangan sampai Tsamara bercerai dari Zafer karena itu akan membuat wanita malang itu kehilangan segalanya. Aku tidak bisa membayangkan jika sampai itu terjadi. Apalagi sekarang tidak mempunyai siapapun di dunia ini selain Keanu yang menjadi dunianya."
Adam Dirgantara dari dulu merasa iba pada Tsamara dan berjanji akan melindungi wanita malang yang telah menjadi cacat karena perbuatan dari Zafer.
"Aku sudah berjanji pada diri sendiri ketika dokter mengatakan jika Tsamara cacat karena kecelakaan. Aku akan menganggapnya seperti putri kandung sendiri dan menyayangi Keanu melebihi cucu kandung karena bocah laki-laki itu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayah dan kakek nenek."
Erina bisa memahami seperti apa ketulusan sang suami karena sangat mengenal pria yang telah menemani selama lebih dari 30 tahun tersebut.
__ADS_1
Apalagi saat dulu sangat menginginkan anak perempuan tidak kesampaian karena mengalami keguguran pada kandungan enam bulan dan menyebabkan rahim harus diangkat, sehingga tidak bisa hamil lagi. Semenjak kejadian itu, harapan untuk memiliki anak lagi musnah.
Saat itu, dunia keluarga kecil mereka hancur dan membuatnya tidak bisa hamil lagi. Jadi, hanya memiliki satu orang anak, yaitu Zafer.
"Aku juga sudah menganggap Tsamara seperti anak sendiri karena sangat menyayangi wanita malang itu. Memang dulu pernah melakukan kesalahan, tetapi sudah bertaubat dan itu jelas terlihat dari perbuatan selama ini. Kita harus menjaga putri kita dan memberikan semua yang terbaik demi kesembuhan kaki Tsamara."
Adam kini mengangguk perlahan dan setuju untuk melakukan apapun demi kesembuhan kaki Tsamara. "Semoga nanti putri kita bisa berjalan lagi. Mengenai keluarga mantan suami Tsamara, tidak akan membiarkan mereka mengambil Keanu karena sekarang adalah cucu keluarga Dirgantara."
"Iya, aku juga sudah sangat menyayangi Keanu seperti cucu sendiri karena sangat tampan dan menggemaskan. Rumah kita akan lebih berwarna dengan kedatangan malaikat kecil itu dan ditambah lagi dengan putra Zafer nanti, pasti akan semakin terasa lengkap." Erina terlihat bahagia saat membayangkan bisa bermain dengan dua cucu nanti.
Sementara itu, Adam ingin mengingatkan untuk tidak membedakan kasih sayang di antara Keanu dan putra kandung Zafer. "Kita akan menyayangi mereka tanpa pilih kasih. Jadi, tidak akan ada yang tersakiti karena kasih sayang karena semuanya akan mendapatkan sama rata."
"Apakah wanita bernama Rayya itu bisa menjadi menantu yang baik untuk keluarga kita? Aku khawatir jika nanti membawa masalah bagi Zafer. Apalagi masa lalu kelam yang suka berganti-ganti pasangan. Meskipun aku tahu jika bertaubat, akan mendapatkan ampunan dari Tuhan, tapi masih tidak yakin jika ia akan bisa seperti Zafer."
Jika Adam Dirgantara merasa khawatir mengenai hal itu, yang dirasakan oleh Erina berbeda karena merasa senang jika nanti Rayya tidak berubah menjadi wanita baik.
"Jika wanita itu tetap liar setelah menikah dengan Zafer, itu akan menyadarkan putra kita telah melakukan kesalahan dengan salah pilih wanita yang dicintai. Jadi, pasti akan menceraikan dan kembali pada Tsamara yang akan selalu menjadi istri baik dan setia."
Membenarkan perkataan sang istri, membuat Adam Dirgantara kini tidak mengambil pusing apa yang dipikirkan saat ini. "Kamu benar karena jika itu terjadi, aku yakin putra kita akan bisa menerima Tsamara sebagai istri karena selama ini tidak ada keburukan yang dilakukan."
"Apalagi sekarang kesibukan Tsamara bertambah karena mengikuti yayasan amal dan selalu memberikan makanan gratis pada para anak yatim piatu setiap satu bulan sekali. Bukankah menantu kita sangat hebat?"
Erina selalu bersemangat ketika membicarakan kebaikan Tsamara dan bangga saat Zafer menikahi seorang wanita cantik, baik, santun, bertutur lemah lembut dan juga sopan pada orang tua.
__ADS_1
Seolah semua kebaikan telah diborong oleh menantu kebanggaan tersebut dan mengetahui bahwa Rayya adalah kebalikan dari Tsamara karena mempunyai sifat arogan dan tidak tahu cara menghormati orang yang lebih tua.
To be continued...