Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Demam


__ADS_3

Saat tangan Zafer sedikit lagi berhasil menyentuh pipi putih Tsamara yang pucat seperti mayat hidup karena sedang demam tinggi, merasa sangat terkejut merasakan sebuah pukulan.


Begitu menoleh pada anak kecil laki-laki yang ternyata membuka mata di dekat Tsamara, sama sekali tidak pernah jika terbangun.


"Paman nakal sama mama," ucap Keanu yang langsung mengarahkan tangan melingkar pada tubuh sang ibu.


Keanu awalnya berniat untuk miring dan tanpa sengaja membuka suara begitu mendengar suara yang tidak asing. Begitu melihat jika tangan itu hendak menyentuh wajah sang ibu dan berpikir akan menyakiti, refleks memberanikan diri untuk memukul.


Kemudian melindungi sang ibu, agar tidak disakiti karena telah terbiasa melihat pria yang direkam otak adalah orang jahat, merasa khawatir jika wanita yang masih memejamkan mata itu disakiti.


"Astaga!" Zafer yang merasa seperti sedang melihat pahlawan kecil sedang melindungi seseorang dari orang jahat, tiba-tiba bibirnya melengkung ke atas.


Tentu saja melihat Keanu kecil seperti mengingat jika dulu merasa seperti itu, yaitu ingin melindungi sang ibu dari orang-orang jahat yang akan menyakiti.


Sebelum mengeluarkan suara tangisan, Zafer memilih untuk menaruh jari telunjuk di bibir. Berharap anak kecil itu tidak menyusahkan karena jika menangis saat Tsamara pingsan, pasti akan bertambah stres.


Kemudian menjelaskan dengan perlahan, agar mengerti sambil menunjuk ke arah dahi yang di atasnya ada kain untuk mengompres sang ibu.


"Mama sakit dan Paman sedang mengobati biar cepat sembuh. Keanu diam dan jangan nakal, oke!"


Saat melihat Keanu tidak langsung mengangguk untuk menuruti perintah, tapi masih menatap ke arah sosok wanita yang saat ini belum membuka mata.


"Mama ...." Keanu merasa sangat khawatir saat melihat sang ibu tidak kunjung membuka mata ketika sudah dipanggil.


Bola mata berkaca-kaca dan kini sudut bibir lebar terlihat, hingga beberapa saat kemudian suara tangisan menggema di ruangan kamar tersebut.


"Mama ...."

__ADS_1


Suara Keanu terdengar serak karena bercampur tangisan sangat kencang dan masih mencoba untuk membangunkan sang ibu yang tak kunjung membuka mata. Tentu saja merasa takut jika terjadi sesuatu.


Bocah laki-laki itu terus menangis dan berharap suara tangisannya yang kencang bisa membangunkan sang ibu yang masih memejamkan mata.


"Anak ini benar-benar tidak bisa mengerti apa yang kumaksud?" umpat Zafer merasa pusing dengan suara tangisan menggema menghiasi ruangan kamar tersebut.


Bahkan saat ini tidak tahu apa yang harus dilakukan pada anak kecil itu ketika menangis tersedu-sedu. "Diam! Jangan menangis! Astaga!"


Merasa suara tangisan Keanu akan membuat gendang telinga rusak, Zafer bangkit berdiri dan berniat untuk mengangkat tubuh itu dan menyerahkan pada pelayan.


Namun, dengan sangat tegas Keanu menolak dan tidak ingin digendong. Bahkan sudah menggerakkan tangan beberapa kali untuk mengarahkan pukulan pada lengan Zafer.


"Apa yang saat ini kau lakukan, Anak kecil? Bukankah kau tadi melihatku menolong ibumu? Apa kau lupa? Dasar! Ibu dan anak sama-sama tidak tahu membalas budi. Padahal aku sudah membiarkan mereka makan gratis di sini dan juga memberikan tempat tinggal."


Zafer kali ini masih sibuk mengumpat dan tentu saja mengurungkan niat untuk menggendong Keanu karena anak itu menolak.


Beralih menatap ke arah Tsamara, ia kembali mengumpat. "Apa kamu yang mengajari Keanu untuk memukulku jika digendong? Seperti kamu yang mengganti kunci dan membawa semua cadangan karena tidak ingin aku masuk ke sini?"


Bahkan ini sudah pukul satu tengah malam dan seharusnya menjadi waktu paling nyaman untuk beristirahat merehatkan tubuh dan otak dari kepenatan.


Sampai wanita paruh baya yang datang dari arah belakang kini telah berada di kamar setelah berlari untuk memeriksa apa yang terjadi.


Sumi yang baru saja masuk ke dalam kamar majikan wanita, merasa sangat heran dengan apa yang terjadi. "Tuan? Apa terjadi sesuatu yang buruk pada nyonya Tsamara?"


Entah mengapa Sumi merasa khawatir sekaligus takut jika ternyata pria di hadapan tersebut telah menyakiti wanita telentang di atas ranjang itu karena terlihat hanya memejamkan mata dan tidak bergerak meskipun Keanu menangis tersedu-sedu dan suara membelah keheningan malam.


"Apa yang terjadi?" Zafer yang merasa kesal saat melihat anak kecil itu tidak berhenti menangis meskipun sudah dihibur, kini merasa seperti menjadi seorang penjahat dan dituduh berbuat hal buruk pada Tsamara.

__ADS_1


"Apa kau ingin mengatakan jika aku menyakiti wanita ini sampai pingsan?"


Refleks Sumi menggeleng perlahan karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman dan menjadi sasaran kemurkaan majikan pria itu.


Tentu saja Sumi saat ini merasa sangat takut, padahal hanya ingin memastikan apa yang terjadi pada Keanu yang tak kunjung berhenti menangis.


"Bukan seperti itu, Tuan. Saya ...." Sumi tidak melanjutkan perkataan karena dipotong oleh majika pria yang arogan tersebut.


"Cepat bawa anak ini keluar, agar diam karena sangat berisik dan mengganggu. Tadi istriku pingsan dan saat aku mengecek, ternyata suhu tubuh tinggi." Zafer pun menunjukkan pada saat ini sedang berbuat baik.


"Sebenarnya aku ingin menyuruhmu tadi, tapi ternyata anak nakal ini menangis dan sebaiknya kamu yang mendiamkan dan temani tidur di kamar lain seandainya sudah mengantuk dan tidak menangis lagi."


"Baik, Tuan." Sumi kini merayu anak kecil laki-laki itu agar mau ikut dan tidak menangis lagi. Memang sangat susah karena mengingat bukan bayi lagi. Nasib baik Sumi akhirnya berhasil menggendong Keanu yang menerima uluran tangan, meskipun dengan sedikit kesusahan.


Kemudian membawa anak laki-laki yang terus memanggil mama dari tadi berjalan keluar menjauh. Namun, ketika ada sesuatu yang dipikirkan, berbalik badan dan kembali masuk ke dalam kamar.


Berniat untuk bertanya, apakah harus memanggil dokter. Namun, seketika menghentikan langkah di depan pintu ketika melihat pemandangan yang tidak biasa, yaitu majikan pria tengah duduk di tepi ranjang dan kembali mengompres.


Akhirnya Sumi memilih untuk menjauh dari ruangan kamar tersebut dan sudut bibir melengkung ke atas karena ikut senang dengan sikap dari majikan laki-laki yang mau merawat saat istri yang selama ini sangat dibenci sakit.


'Jika nyonya melihat ini, pasti akan sangat bahagia,' gumam Sumi yang memilih untuk membawa anak laki-laki yang sudah tidak menangis itu ke kamar dan membangunkan sang suami agar membuatkan susu.


Terbiasa tidur dengan minum susu, Sumi ingin Keanu melanjutkan tidur karena waktu masih larut malam.


Sementara itu di dalam ruangan kamar, Zafer tadi memeriksa kening Tsamara dan kembali mengompres. Saat merasakan ada benjolan di sana, mengingat kejadian ketika wanita dengan mata terpejam itu tadi jatuh tengkurap.


"Pasti tadi dahi Tsamara terhempas lantai dan meninggalkan memar, serta benjolan." Zafer kini meraba memar dan benjolan itu sambil memastikan jika demam wanita itu sedikit berkurang.

__ADS_1


"Kenapa masih tidak kunjung turun? Masih panas." Zafer kini memilih untuk bangkit berdiri dari ranjang dan berjalan keluar karena ingin mencari pereda nyeri di kotak obat.


To be continued...


__ADS_2