Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Jangan pergi


__ADS_3

Sang dokter saat ini bisa melihat tiga wanita yang terlihat dipenuhi oleh kekhawatiran tersebut dan tidak membuang waktu untuk menjelaskan mengenai hasil dari proses operasi yang baru saja dilakukan.


"Tuan Zafer mengalami hantaman sangat keras pada bagian tubuh dan mengalami banyak pendarahan hari ini. Nasib baik golongan darah bukanlah yang susah mendapatkan donor, jadi bisa langsung dilakukan transfusi. Saat ini, keadaannya masih kritis. Semoga bisa melewati ini agar bisa bertahan."


Tsamara yang saat ini masih berkaca-kaca bola mata karena memikirkan keadaan sang suami saat belum aman, segera mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.


"Tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan tuan Zafer, Dokter." Tsamara sebenarnya ingin berbicara panjang lebar, tapi seolah tenaga untuk sekedar mengeluarkan suara, seperti tercekat di tenggorokan.


Apalagi saat ini berpikir jika terlalu banyak berbicara, khawatir jika dokter merasa tidak nyaman saat tidak dipercayai bisa menyelamatkan nyawa pasien.


Padahal sudah berusaha sekuat tenaga di ruang operasi dan ia sangat menghargai usaha para tim medis, tapi tetap saja tidak bisa mengalihkan permohonan agar sang suami bisa selamat dari maut.


Sementara itu, Rayya yang saat ini seketika berpikir bahwa jika Zafer meninggal, kemungkinan besar, semua harta keluarga Dirgantara akan jatuh ke tangannya karena saat ini tengah hamil benih dari pria yang dibencinya.


Bahkan meskipun Zafer mengalami kecelakaan nahas, Rayya tidak bisa menghilangkan kebencian ketika memikirkan bahwa sang suami telah menghianatinya dengan wanita cacat di hadis tersebut.


Namun, masih tetap ingin terlihat peduli, sehingga ingin semua orang melihat bahwa sangat mencintai sang suami karena berpikir adalah merupakan ayah dari bayi kembar yang dikandung saat ini.


'Jika Zafer meninggal, aku tidak akan rugi karena mendapatkan semua harta milik keluarga Dirgantara untuk anak kembar yang sedang kukandung saat ini,' gumam Rayya yang saat ini sudah menyusun rencana jika Zafer benar-benar tidak bisa diselamatkan, mengumumkan pada media Jika ia tengah hamil benih pria itu.


'Aku tidak akan membiarkan Tsamara mengambil alih semua harta keluarga Dirgantara karena sama sekali tidak berhak.'


'Apalagi Keanu bukanlah anak kandung dari Zafer dan tidak mengalir darah keluarga besar Dirgantara,' gumam Rayya yang saat ini sudah berpikir bahwa jalan untuk semakin menguasai harta melimpah telah di depan mata.


"Kami akan berusaha sebaik mungkin demi kesembuhan tuan Zafer," ucap sang dokter yang kini berpamitan setelah mengatakan bahwa pasien sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang ICU selama masih kritis.

__ADS_1


"Semoga malam ini, tuan Zafer keluar dari masa kritis dan bisa dipindahkan ke ruangan perawatan. Saya permisi dulu."


Sementara itu, kini Rayya hanya menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan, sedangkan Tsamara dan juga kepala pelayan tersebut tidak berhenti mengucapkan terima kasih pada sang dokter yang telah pergi.


Beberapa saat kemudian, terlihat perawat yang mendorong berakar dengan sosok pria yang tidak sadarkan diri tersebut menuju ke ruang ICU.


Tsamara dibantu oleh kepala pelayan yang mendorong kursi roda dan mengikuti para perawat yang memindahkan Zafer.


Sementara itu, Rayya yang saat ini tidak ingin terlalu lama di rumah sakit karena keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan efek kehamilan, memilih untuk mengatakan niatnya pada dua wanita berbeda generasi tersebut.


"Aku tidak enak badan karena efek kehamilanku dan ingin beristirahat di rumah. Kalian saja yang menjaga Zafer di rumah sakit." Rayya merasa bahwa setelah mengetahui Zafer masih hidup, berharap pria itu segera menyusul orang tua dan semua harta akan menjadi miliknya.


Rasa cinta yang dulu dimiliki untuk pria itu seketika musnah begitu hari ini melihat Raymond tulus padanya dan tidak memperdulikan status sebagai seorang istri dan calon ibu, sehingga berjanji akan menikahinya.


Sementara dulu ketika menikah dengan Zafer, hanya dengan pernikahan sederhana dan tidak ada yang mengetahui karena dirahasiakan dari media demi nama baik keluarga Dirgantara.


Jadi, tidak ingin merasa dua kali menjadi seorang wanita yang disembunyikan dari publik. Ia berharap jika ketika menikah dengan Raymond, diumumkan pada seluruh dunia.


Bahwa ia adalah seorang wanita yang sangat pantas untuk dibanggakan oleh Rayya saat tidak didapatkan dari Zafer.


Di sisi lain, kini Tsamara menatap ke arah Rayya dan ingin sekali menahan kekesalan begitu mendengar alasan wanita itu ketika selalu mengatasnamakan kehamilan.


Karena merasa sangat tidak tega pada sang suami yang tengah berjuang melawan maut, kini ia tidak bisa tinggal diam terlalu lama.


"Apa kau akan selamanya memakai kehamilanmu untuk sebuah alasan pembenaran diri dan lari dari tanggungjawab sebagai seorang istri yang baik?"

__ADS_1


Rayya yang tadinya hendak melangkah pergi dari depan ruangan ICU, tidak jadi melakukan itu. "Apa maksudmu? Apa kau ingin menceramahiku?"


"Aku benar-benar tidak pernah berpikir ingin menceramahimu karena bukanlah malaikat suci yang tidak pernah melakukan dosa. Aku tidak pantas melakukan itu karena hanyalah seorang wanita hina, tapi ingin kau sedikit menyadari kesalahan setelah suamimu tengah berjuang untuk hidup."


Tsamara cukup bersabar selama ini, tapi kali ini tidak bisa tinggal diam karena merasa emosi ketika melihat sikap Rayya yang sesuka hati dan seolah sama sekali tidak memperdulikan keadaan sang suami yang baru saja mengalami musibah.


Kemudian beralih menatap ke arah sosok wanita paruh baya agar menjelaskan semuanya mengenai kronologi sebelum kejadian kecelakaan.


"Bantu aku untuk menyadarkan seorang istri yang telah berselingkuh dengan pria lain ini." Akhirnya Tsamara meloloskan kalimat yang dari tadi ditahan.


Ia merasa sangat marah, tapi tidak bisa menjelaskan mengenai penyebab Zafer bisa kecelakaan. Jadi, memilih untuk meminta tolong pada pelayan di sebelahnya.


"Baik, Nyonya Tsamara," sahut wanita paruh baya yang kini merasa sangat senang dan sama sekali tidak keberatan ketika mendapatkan perintah untuk membongkar aib dari seorang wanita yang dianggap sangat tidak tahu malu itu.


"Jadi, tadi tuan Zafer dalam perjalanan menuju ke arah tempat tinggal kekasih gelap Anda setelah mengetahui perselingkuhan. Namun, mengalami kecelakaan di dekat persimpangan tak jauh dari apartemen pria yang tadi menelpon tuan Zafer."


Rayya saat ini mengerjapkan mata karena merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengar. Ia sama sekali tidak tahu jika ternyata tadi Raymond menghubungi Zafer.


'Tidak mungkin! Kenapa Raymond tidak mengatakan apapun padaku tadi? Jadi, ini alasan meminjam ponselku tadi?' gumam Rayya yang saat ini langsung berjalan meninggalkan dua wanita yang menjelaskan semuanya.


Tanpa memperdulikan jika dua wanita itu mengetahui perselingkuhannya, Rayya saat ini hanya ingin segera bertanya pada Raymond. Apa alasan pria itu menghubungi Zafer tanpa sepengetahuannya.


"Rayya, jangan pergi!" teriak Tsamara yang benar-benar sangat marah melihat wanita itu bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun dan langsung pergi.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2