Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Aura penuh ketegangan


__ADS_3

Sementara itu, Zafer yang juga melihat ke arah Tsamara, saat hanya diam saja. Ia merasa seperti sangat canggung dalam situasi seperti itu.


Namun, Zafer fokus pada penampilan Tsamara yang seperti biasanya dan benar yang dipikirkan, bahwa wanita yang beberapa saat lalu membuatnya merasa pusing ternyata benar tidak memakai gaun yang dibelikan dulu.


'Sialan! Ternyata bener apa yang kupikirkan bahwa Tsamara tidak akan pernah mau memakai gaun yang kubelikan. Sepertinya memang ingin sengaja menunjukkan bahwa sama sekali tidak tertarik untuk mematuhi perintahku.'


'Baiklah, kita lihat saja apakah sikapnya akan keras kepala dan selalu membuatku merasa emosi jika nanti memberitahukan mengenai Rey. Apakah akan kembali berterima kasih padaku dan menyerahkan diri lagi setelah keputusan pengadilan kemenangan jatuh pada Tsamara.'


Saat Zafer sibuk bergumam sendiri di dalam hati dan tidak berniat untuk membuka suara dengan berbicara pada Tsamara, hanya mendengar suara dari era yang mengejek.


"Apakah kamu tidak bosan dengan penampilan seperti ini setiap hari?" tanya Rayya yang mengarahkan tatapan sinis pada wanita di hadapannya.


Tadi ia bahkan berdandan selama satu jam agar terlihat cantik dan juga memilih pakaian terbaik demi tampil sempurna pada acara khusus hari ini. Namun, saat melihat penampilan Tsamara yang biasa dan sama saja seperti hari-hari sebelumnya, seketika mencibir dan tertawa mengejek.


"Aku saja sangat bosan melihat warna hitam yang kau pakai, seolah mewakili kehidupanmu yang berada dalam kegelapan." Kemudian Rayu menatap ke arah Zafer karena dari tadi hanya diam tanpa membuka mulut.


"Sayang, kamu juga merasa sama sepertiku, bukan?" Kemudian mengarahkan jari telunjuk pada Tsamara. "Lihatlah, ia pasti akan mempermalukan keluarga Dirgantara dengan penampilannya yang seperti tengah berduka cita. Apa sekarang kau mau pergi ke pemakaman orang yang meninggal?"


Rayya sengaja mengatakan hal itu agar Zafer semakin membenci Tsamara dengan membahas arti dari warna hitam yang biasa disangkut pautkan dengan kematian.


Meskipun sebenarnya sangat mewakili apa yang akan terjadi hari ini begitu mobil milik orang tua Zafer mengalami kecelakaan begitu berangkat ke Villa.


Jika dulu ia berpikir untuk menyuruh orang membuat mobil terjatuh ke jurang saat berada di area perbukitan, tetapi tidak jadi melakukan itu karena berpikir akan lebih baik jika lebih dekat dengan tempat tinggal.


Jadi, akan lebih mudah mengurus tanpa harus bersusah payah pergi ke area Villa. Jadi, rencana yang disusun matang adalah membuat seolah seorang sopir mengantuk dan menabrak mobil yang membawa orang tua Zafer.

__ADS_1


Bahkan kemarin sebelum Zafer pulang ke rumah, Rayu mendapatkan telepon dari Harry yang mengatakan bahwa semua persiapan telah selesai untuk menghabisi Adam Dirgantara dan Erina.


Sementara itu, Tsamara dari tadi hanya diam karena tidak memperdulikan ejekan dari Rayya dan melihat penampilan wanita di hadapannya tersebut memang sangat seksi.


Hari ini, ia melihat Rayya memakai gaun panjang berwarna merah tanpa lengan yang menampilkan lekuk tubuh sangat seksi karena memang usia kandungan baru beberapa minggu.


Jadi, tidak akan terlihat karena biasanya baru menonjol ketika berusia sekitar 28 minggu. Ia hanya tersenyum tipis karena merasa percuma jika menanggapi ejekan wanita itu.


Mungkin jika ia masih menjadi seorang gadis remaja, pasti akan langsung menarik rambut panjang yang tergerai di atas bahu tersebut. Apalagi dulu paling tidak suka dengan wanita seperti Rayya.


Merasa paling cantik sedunia dan selalu berbicara dengan kata-kata kasar penuh penghinaan pada siapapun yang tidak disukai.


Menganggap bahwa itu adalah sebuah bully dan bisa membuat mental seseorang down, Tsamara sangat tidak suka dengan ketidakadilan ataupun sifat jahat seorang wanita yang tidak bisa menjaga tutur kata.


Namun, kali ini memilih untuk tidak mengambil pusing dengan cara membiarkan Rayya puas mengejek. Menganggap jika wanita itu sangat kekanakan dan ia tidak ingin terlihat bodoh.


'Tuan Zafer masih sama seperti terakhir kali bertemu. Tatapan dingin dan tajam seperti menahan kemurkaan, sehingga membuatku merasa sangat bersalah karena mengetahui bahwa penyebab bersikap seperti itu adalah aku.'


Tsamara bukanlah seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa mengenai sikap Zafer saat marah begitu mendengar ungkapan doa darinya. Apalagi Tsamara berpikir jika Zafer memiliki rasa padanya, tetapi tidak terlalu percaya diri dan salah mengartikan.


Mungkin jika gadis remaja akan langsung berpikiran bahwa itu adalah tanda seorang pria yang cemburu.


Sementara cemburu merupakan tanda cinta dan Tsamara tidak ingin terlalu percaya diri hingga berpikir Zafer memiliki rasa padanya.


Tsamara tidak ingin semakin terbuai dengan kegilaan Zafer dan memenuhi pikiran bahwa pria itu hanya menikmati tubuhnya tanpa rasa cinta.

__ADS_1


Begitu pintu lift terbuka, mereka keluar dari sana dan di saat bersamaan melihat pasangan suami istri paruh baya sudah menunggu di ruang tamu.


Ratu merasa kesal karena sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari Tsamara, sedangkan hal berbeda dipikirkan Zafer saat ini. Bahwa Tsanawiyah memang sama sekali tidak memiliki perasaan apapun ketika mereka sudah bercinta.


Bahkan niatnya untuk bercinta di dalam mobil, belum terlaksana karena sikap wanita itu yang dingin setelah mengetahui akan pergi ke luar kota bersama Rayya.


"Ternyata kalian turun bersama. Padahal tadi Mama baru ingin menyuruh pelayan untuk memanggil. Syukurlah jika sudah di sini," ucap Erina yang saat ini merasa sangat aneh ketika melihat istri pertama dan kedua bersama.


Namun, tidak ingin membahas hal itu, sehingga menoleh ke arah sang suami. "Ayo, Sayang. Kita berangkat sekarang karena aku pun sudah lapar. Lagipula kita juga akan pergi ke Villa. Jangan sampai tiba di sana malam hari."


Adam Dirgantara yang membenarkan perkataan dari sang istri karena akan berbahaya jika mengendarai mobil melalui jalanan berkelok-kelok dalam suasana gelap.


"Baiklah, sekarang kita berangkat." Kemudian berjalan mendekati Keanu dan langsung menggendong anak laki-laki yang menurutnya sangat menggemaskan dan disayangi tersebut.


"Keanu pergi bersama kakek, ya?"


Keanu seketika menoleh ke arah sang ibu karena khawatir jika wanita yang sangat disayanginya tidak diajak. "Mama?"


Tentu saja Mama akan ikut bersama kita." Adam menoleh ke arah menantu perempuan. "Kamu ikut bersama kami saja, Tsamara."


Tsamara hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepala tanda setuju dan di saat bersamaan sang ibu mertua sudah mendorong kursi roda


Sementara Erina bisa merasakan aura ketanggungan di antara putra dan dua menantu perempuan yang saling berhadapan. Sebenarnya ia mengetahui bahwa putranya memiliki perasaan pada Tsamara dan sudah tidak ada jarak di antara mereka.


Bahwa putranya dan Tsamara telah melakukan hubungan layaknya seperti sepasang suami istri tanpa sepengetahuan Rayya karena saat pulang bersama dengan membawa banyak paper bag berisi pakaian, mengerti jika mereka pergi bersama.

__ADS_1


Namun, saat itu Rayya sedang tidur nyenyak dan tidak melihat kedatangan Tsamara dan Zafer saat pulang bersama. Jadi, ia memilih untuk tidak memberitahu menantu kedua tersebut mengenai hal itu.


To be continued...


__ADS_2