Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Papa


__ADS_3

Kalimat yang baru saja didengar berhasil membuat Tsamara merasa jika Rayya seperti menabur garam di atas luka. Saat masih terluka, ditambah dengan tuduhan dari wanita yang selalu bersikap buruk padanya.


Namun, Tsamara masih bisa menahan emosi pada wanita itu dan memilih untuk diam karena melayani orang yang suka memfitnah adalah suatu kebodohan.


Tsamara tidak ingin mendapatkan pembenaran dari orang lain atas prinsip hidup yang selama ini dipegang teguh setelah bertaubat.


Tsamara dari dulu tidak pernah perduli dengan pikiran buruk orang lain mengenai dirinya. Karena baginya, yang terpenting hanyalah Tuhan lebih mengerti seperti apa hatinya saat ini.


Hanya saja, tidak bisa melakukan itu pada Tsamara dan seperti tadi, meluapkan kemurkaan tanpa memperdulikan apapun.


Ia merasa Rey tidak berhak untuk melakukan apapun kepadanya setelah perjuangan penuh liku-liku dijalani tanpa meminta bantuan pria itu.


Jadi, Tsamara merasa sangat marah pada Rey karena hadir kembali setelah tertatih-tatih menyembuhkan luka sendirian. Saat sudah berhasil menyembuhkan luka di hati dan membutuhkan waktu cukup lama, tetapi sekarang pria itu datang kembali hanya untuk menancapkan tombak tajam di hati Tsamara.


Tidak ingin terlihat lemah di depan pria yang dianggap sangat berengsek karena hanya menipunya dengan janji manis palsu, Tsamara tidak pernah berada pada titik terendah saat berhasil dikelabui oleh seorang pria.


Bahkan sangat menyesal pernah mencintai pria itu, tetapi menyayangi Keanu melebihi nyawanya. Jadi, merasa sangat terhina dengan keinginan Rey untuk dilakukan tes DNA demi mendapatkan status di mata hukum.


"Bahkan jika aku boleh memilih, akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk Keanu. Aku sama sekali tidak menganggapmu ayah biologis dari putraku. Namun, sepertinya aku akan kalah oleh hukum yang mengatasnamakan aturan."


Kemudian ia memilih untuk mengambil rambut putranya dengan sangat hati-hati agar tidak merasa sakit. Bahkan saat melakukan itu, Tsamara sudah berkaca-kaca dan bulir air mata mengalir membasahi pipi putihnya.


"Maafkan Mama, Putraku," lirih Tsamara dengan suara serak dan bergetar saat menahan tangis karena tidak ingin anak laki-laki yang berada di pangkuannya tersebut melihat kehancurannya dalam hidup.


Tsamara tidak memberikan helaian rambut milik putranya kepada Rey karena saat ini menatap ke arah ayah mertua yang masih berdiri tak jauh dari kursi roda.


"Pa."


Mengerti dengan apa yang diinginkan Tsamara, Adam Dirgantara saat ini langsung menerima rambut yang akan dijadikan sampel untuk tes DNA. Bahkan merasa sangat iba melihat menantu kesayangan tersebut menahan tangis.

__ADS_1


"Maafkan Papa karena tidak bisa membantu."


Tsamara hanya menggelengkan kepala karena sama sekali tidak menyalahkan pria yang sudah dianggap sebagai ayah kandung sendiri tersebut.


"Tidak, Pa. Jangan merendahkan harga diri hanya demi seorang pria brengsek seperti itu." Tsamara berbicara tanpa berniat untuk menatap ke arah Rey.


"Tolong berikan ini pada polisi. Aku sudah tidak tahan berada di sini! Biar masalah ini segera selesai dan mereka segera pergi dari rumah ini."


Tanpa membuka suara, Adam kini sudah melaksanakan perintah dari menantu karena memang apa yang dirasakan oleh Tsamara juga membuatnya muak.


Melihat Rey yang seolah memanfaatkan kelemahan mantan istri dengan cara menggunakan status ayah biologis dari Keanu, dianggap hanyalah tindakan seorang pecundang.


Bagi Adam Dirgantara berpikir bahwa seorang pria sejati tidak akan pernah memaksakan kehendak pada wanita. Meskipun dengan alasan apapun, tidak pernah dibenarkan.


Kini, memilih untuk berbicara pada polisi yang tadi mewakili rekan lainnya. "Tujuan kalian sudah selesai, bukan? Jadi, tolong segera pergi dari sini."


Pria berseragam dengan tubuh tinggi tegap tersebut menoleh ke arah Rey. "Bagaimana, Tuan Rey?"


"Seharusnya sebagai seorang pria sejati, merasa malu, tapi kau sepertinya bangga telah berhasil mengalahkan seorang ibu yang hanya ingin melindungi putranya dari pria jahat sepertimu."


Tanpa merasa tersinggung atas kalimat sinis dari sang pemilik rumah, Rey hanya tersenyum simpul dan sama sekali tidak ingin menanggapi hinaan tersebut.


Namun, hanya meraih sesuatu di dalam kantong celana. Kemudian berjalan mendekati anak laki-laki yang diketahui sangat menyukai coklat. Rey mengulurkan tangannya untuk memberikan pada Keanu.


"Coklat, Putraku."


Tsamara tidak bisa menahan amarah di dalam hati ketika melihat Rey memberikan sesuatu pada putranya.


Sebelum Keanu menerima, ia sudah mengempaskan tangan Rey dan coklat yang berada dalam genggaman tersebut jatuh berserakan di lantai.

__ADS_1


"Jangan memberikan apapun pada Keanu. Bisa saja kau menaruh racun di sana. Aku tidak akan pernah membiarkanmu berniat jahat pada putraku." Lalu beralih menatap ke arah putranya yang dari tadi mengerti dengan pertengkaran yang terjadi.


"Sayang, ingat pesan Mama tadi?"


Refleks Keanu langsung menganggukkan kepala dan berbicara dengan suara khas anak kecil. "Keanu tidak mengambil coklat. Nanti Mama belikan Keanu, ya."


Meskipun menjawab demikian, pandangan Keanu beralih pada lantai. Di mana di sana ada coklat kesukaan yang berserakan. Namun, seolah mengerti bahwa sang ibu akan bersedih jika menginginkan coklat itu, memilih untuk diam saja.


Sementara itu, Rey yang saat ini di jongkok di lantai untuk membereskan coklat berbentuk bulat tersebut di lantai, kini membuka satu dan menikmati di depan anak laki-laki yang tengah menatapnya.


"Ini enak sekali." Menampilkan wajah sangat meyakinkan ketika menikmati makanan kesukaan Keanu.


Rey mengetahui jika Keanu menyukai coklat saat membelikan di supermarket waralaba dekat rumah tersebut. Memang saat itu banyak bertanya pada pelayan yang menemani Keanu. Jadi, mengetahui kesukaan anak kecil yang diyakini sangat ingin menikmati coklat di tangannya.


Rey memang tidak marah pada sikap kasar Tsamara karena malah merasa penasaran ingin menaklukkan mantan istri yang dulu sangat memujanya.


Jadi, memang memanfaatkan anak kecil tersebut agar bisa kembali bersatu dengan Tsamara. Apalagi mengetahui bahwa saat ini Tsamara menjalani pernikahan dengan seorang pria yang baru saja menikah lagi dan berpikir bahwa ada yang salah dengan rumah tangga wanita tersebut.


"Meskipun kamu menghalangi ataupun marah saat aku memberikan sesuatu untuk Keanu, tapi pada kenyataannya nanti harus menerima dengan lapang dada jika hak asuh jatuh ke tanganku."


"Jangan pernah bermimpi karena aku akan melakukan apapun untuk selalu bisa dekat dengan Keanu karena merupakan putraku."


Kemudian Rey menaruh coklat yang tadi diambil ke atas meja karena melihat jika anak kecil itu dari tadi, seolah sangat menginginkannya, tapi berusaha untuk menahan diri.


"Papa pergi dulu, Putraku." Kemudian tersenyum dan melambaikan tangan sebelum melangkahkan kaki keluar dari ruang depan tersebut setelah memberi kode pada para polisi agar meninggalkan rumah itu.


Karena apa yang diinginkan sudah selesai, yaitu mengambil rambut Keanu yang akan digunakan sebagai sampel tes DNA.


"Papa?" tanya Keanu yang saat ini menatap sang ibu, seolah ingin bertanya apa maksud perkataan dari pria yang sudah berjalan keluar dan menghilang di balik pintu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2