Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Tidak punya hak


__ADS_3

Tentu saja mendengar perkataan barusan dari Rey, seolah meragukan bahwa saat ini pria yang duduk tak jauh dari tempatnya tersebut tengah meragukan status dari Keanu.


Tsamara merasa sangat marah dan terhina karena Rey seperti tidak percaya jika Keanu adalah anak kandung sendiri, sehingga tidak berniat untuk melakukan tes DNA.


"Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk melakukan tes DNA pada putraku. Jika kau tidak mempercayai Keanu adalah darah dagingmu sendiri, pergilah dari hadapan kami dan jangan menyakiti anak tidak bersalah ini. Kehidupan kami sudah cukup bahagia tanpamu! Jadi jangan membuatku semakin membencimu!"


Tak lupa saat ini sudah menatap tajam penuh kebencian dan pastinya tidak akan pernah lagi mau memaafkan pria yang selalu membuat hidupnya menderita.


"Bahkan aku selama ini membesarkan Keanu sendiri tanpa meminta sepeserpun uangmu. Lalu, kenapa kau tiba-tiba datang dengan mengaku sebagai seorang ayah kandung, tetapi masih menuntut tes DNA? Saat ini, kau meragukan Keanu adalah putramu, bukan? Jika itu benar, kau memang tak lebih dari sampah bagiku!"


Kalimat kasar dari Tsamara berhasil membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut saling menatap. Seolah merasa tidak percaya jika wanita yang terlihat sangat lembut tersebut bisa murka dan berbicara sangat kasar pada orang lain.


Termasuk Adam Dirgantara yang selama ini berpikir bahwa Tsamara hanyalah wanita lemah karena tidak pernah sekalipun melawan ketika Zafer menghina maupun menginjak-nginjak harga diri wanita itu sebagai istri.


Bahkan saat ini tidak bisa berkata apa-apa untuk berkomentar. Adam memilih menatap ke arah sang istri yang juga keheranan dan pastinya memikirkan hal sama sepertinya.


Bahkan memberikan kode mata saat jarak mereka berhadapan dan dihalangi oleh meja.


Sementara Rayya, diam-diam merekam semua aksi Tsamara hari ini yang terlihat seperti rubah betina yang telah keluar dari sarang karena bisa berbicara sangat kasar pada Rey.


Tanpa merasa takut jika nanti akan mendapatkan omelan dari mertua, tetapi merasa sayang jika tidak mengabadikan momen penting tersebut.


Bahkan saat ini merasa yakin jika Tsamara bukanlah wanita polos yang seperti dikatakan oleh ibu mertua karena selalu membanggakan di depannya.


'Seolah Tsamara adalah wanita sempurna tanpa cela. Padahal menantu kesayangan mereka itu juga sangat arogan karena berbicara kasar dengan menghina Rey adalah tak lebih dari sampah. Wow ... ini benar-benar luar biasa.'


'Seharusnya Tsamara mengatakan itu pada Zafer, pasti akan semakin menarik. Sialnya, hanya di depan mertua dan Rey, wanita cacat ini menjadi orang lain. Seolah ingin menampilkan wajah polos dan lugu pada keluarga Dirgantara. Dasar wanita munafik!'


Rayya saat ini masih berdiri di belakang mertua sambil merekam dan sibuk mengumpat di dalam hati. Rencananya adalah ingin memperlihatkan video itu pada Zafer saat pulang kerja nanti.


Berharap suaminya akan merasa ilfil melihat Tsamara karena menampilkan wajah sesungguhnya.

__ADS_1


'Zafer, kau pasti akan merasa sangat terkejut hari ini melihat wanita cacat yang ingin sekali segera kusingkirkan ternyata sangat liar dan kasar. Mertuaku selama ini lebih menyukai wanita munafik daripada aku yang selalu menampilkan sesuatu apa adanya, tanpa sandiwara.'


Rayya ingin mengetahui bagaimana reaksi Rey ketika dihina habis-habisan oleh Tsamara. Namun, sangat terkejut dengan respon pria itu yang sama sekali tidak merasa marah ketika disebut sampah.


Sebenarnya Rey sangat marah dengan penghinaan Tsamara yang menyebutnya tak lebih baik dari sampah, tetapi berpikir jika murka di depan semua orang, akan melunturkan nama baik.


Jadi, hanya tersenyum simpul ketika melihat wajah memerah yang marah ingin sekali ditaklukan di atas ranjang seperti yang dulu dilakukan.


"Kamu dulu memuja kekuatanku di atas ranjang, tapi setelah bercerai, sangat membenciku. Aku bahkan merasa seperti pepatah bagaikan kacang lupa kulitnya. Seandainya kita masih bersama, mungkin tidak akan pernah menyebutku sampah seperti hari ini."


Wajah Tsamara semakin memerah dan kedua tangan mengepal saat meremas gaun yang dikenakan. Ia seperti tidak mempunyai muka begitu mendengar kalimat vulgar mantan suami.


"Kau benar-benar pria gila yang tidak punya akal sehat! Bahkan satu-satunya pria tidak tahu malu yang pernah kukenal di dunia ini adalah kau. Rey Bagaskara, kau adalah seorang bajingan yang sangat tidak berperasaan. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mengizinkan tes DNA."


"Aku pun tidak butuh pengakuan darimu sebagai ayah putraku. Aku bisa merawat dan membesarkan Keanu sendiri tanpa seorang ayah kandung berengsek sepertimu."


Jika beberapa saat yang lalu, Rey masih berusaha sabar menghadapi Tsamara, tetapi kali ini berbeda karena berpikir bahwa wanita yang merupakan mantan istrinya tersebut tak lebih dari boneka yang akan mengikuti semua permainannya.


"Saya serahkan pada Anda. Benar, kan apa yang tadi saya katakan? Bahwa mantan istri akan sulit untuk diajak bekerja sama. Jadi, daripada saya melakukan kekerasan, bukankah lebih baik diselesaikan secara damai dengan cara memanggil aparat hukum."


Rey tadi memang sengaja menyuruh para polisi agar membantu dengan mengatakan hal yang sebenarnya. Bahwa berniat untuk melakukan tes DNA pada Keanu.


Jadi, polisi sudah tahu akar permasalahan dan saat ini mendekati anak laki-laki tersebut untuk mengambil sampel yang akan digunakan tes DNA.


"Mohon maaf, Nyonya. Tolong jangan mempersulit kinerja para polisi dan lebih baik bekerja sama. Kami membutuhkan sampel untuk dilakukan tes DNA supaya tuntutan tuan Rey segera diproses."


"Tidak!" teriak Tsamara yang saat ini menggerakkan kursi roda untuk mendekati putranya dan langsung mengarahkan kedua tangan untuk meminta satu-satunya malaikat kecil yang menjadi kekuatan saat menjalani badai kehidupan yang teramat besar.


"Keanu ikut Mama, Sayang."


Tsamara sudah memberikan kode pada mertua agar segera memberikan putranya. Seolah ingin mendekap erat Keanu agar tidak disentuh oleh polisi yang dianggap jahat karena bekerja sama dengan Rey.

__ADS_1


Ia tahu bahwa seragam polisi hanyalah menjadi status saja karena akan bertindak jika ada uang.


Seperti yang dilakukan oleh Rey saat ini rela mengeluarkan banyak uang hanya demi bisa melakukan tes DNA. Rasa hormat Tsamara seolah hilang pada aparat hukum ketika mengetahui bahwa uang mengalahkan segalanya.


Adam Dirgantara langsung menyerahkan Keanu pada Tsamara karena bisa mengerti bagaimana perasaan seorang ibu ketika diragukan.


Kini, ia memilih untuk membuka suara setelah dari tadi hanya menjadi penonton.


"Jika melakukan sebuah pemaksaan, bukankah itu melanggar hukum dan akan mendapatkan hukuman? Jika memang Tsamara tidak menginginkan untuk dilakukan tes DNA, tidak perlu memaksakan kehendak."


"Seharusnya Anda mengetahui bahwa dulu saya menikah dengan Tsamara ketika wanita ini berstatus sebagai istri orang. Jadi, di mata hukum, masih diragukan mengenai status Keanu. Bukankah tes DNA akan lebih baik karena menegaskan status anak laki-laki ini?" tanya Rey yang juga ikut bangkit berdiri dan tidak mau kalah berebut benar dengan pria paruh baya tersebut.


Rey sudah menduga semua ini akan terjadi. Jadi, tidak akan menyerah sebelum bisa mengambil sampel untuk tes DNA.


Tidak mungkin Rey mengatakan pada semua orang yang ada di ruangan tersebut mengenai ketakutannya dengan vonis mandul karena tidak bisa menghamili para wanita yang dinikahi.


Jadi, beralasan lain dengan menggunakan Keanu. Rey saat ini menatap ke arah Tsamara yang seolah merasa sangat ketakutan jika Keanu disakiti olehnya.


"Ini adalah demi masa depan Keanu. Seharusnya sebagai seorang ibu, kamu tidak melarang jika demi kebaikan. Saat pengacara mencari bukti konkrit yang akan diserahkan ke pengadilan, kamu tidak bisa menolak dilakukan tes DNA."


Tsamara masih tidak berniat menyetujui semua hal yang dianggap sangat konyol dan pastinya akan melukai putranya.


'Apa yang harus kulakukan, Tuhan? Kenapa semua ini terjadi padaku? Kapan penderitaanku dan putraku selesai?' Tsamara hanya diam karena tidak bisa berpikir jernih saat ini.


Hingga mengingat mantan suami yang pernah disakiti. 'Kau pasti akan merasa bahagia melihat aku menderita. Seandainya ada kamu di sini, apa yang akan kamu lakukan? Apakah bersorak senang karena aku mendapat karma dari perbuatanku, ataukah menolongku keluar dari masalah ini?'


Tsamara saat ini merindukan sosok pria dewasa yang selalu mengalah dan tidak pernah marah padanya. Ya, mantan suami yang dari dulu sangat mencintainya dan mempunyai sifat penyabar.


Tentunya sangat jauh berbeda dari Rey yang selama ini selalu menang sendiri dan memaksakan kehendak.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2