Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Kedatangan mertua


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Adam Dirgantara menghubungi seseorang yang tak lain adalah supir di tempat putranya.


Ya, ia memang telah menyuruh pasangan suami istri untuk bekerja di rumah putra dan menantunya karena ingin sekaligus mendapatkan kabar mereka.


Adam Dirgantara memang menyuruh pria paruh baya yang bekerja sebagai supir tersebut untuk melaporkan semua yang terjadi di rumah putranya. Tentu saja karena ia khawatir pada nasib rumah tangga yang baru seumur jagung tersebut.


Ia sangat menyukai Tsamara yang notabene adalah seorang wanita baik dan juga merasa bersalah, serta bertanggungjawab untuk semuanya yang dialami karena kecelakaan akibat putranya.


Hari ini, seperti dugaannya, ia mendapat telpon dari sang supir bahwa putranya mengusir Tsamara setelah berteriak dengan menunjukkan bukti tentang masa lalu wanita itu.


Sebenarnya, sebelum ia menikahkan putranya dengan Tsamara, sudah menyelidiki semua hal tentang wanita itu. Jadi, ia mengetahui tentang masa lalu menantunya tersebut.


"Tsamara memang memiliki masa lalu kelam, tapi menantuku telah bertobat dan sudah tidak lagi seperti dulu. Jadi, ia memutuskan untuk berhijrah dengan menutup aurat. Selama beberapa tahun terakhir ini, hanya fokus pada usaha catering dan membesarkan putranya dengan baik."


"Sementara Zafer merasa seperti seorang pria sempurna. Padahal kelakuan sangat bejat. Harusnya ia menyadari bahwa sekarang jauh lebih buruk dari Tsamara di masa lalu. Aku benar-benar sangat menyesal karena selama ini telah memanjakan dengan segala kemewahan."


Pria paruh baya tersebut saat ini tengah menatap ke arah sebelah kirinya dengan banyak mobil melintas.


Ia dari tadi asyik mengumpat putranya karena merasa sangat marah ketika putranya tidak pernah menyerah untuk mencari kelemahan menantunya.


Padahal tujuan menikahkan Zafer dengan Tsamara adalah agar putranya itu mendapatkan hal yang baik dari sang menantu.


Pedoman yang diyakini adalah menantunya itu akan menyebarkan aura kebaikan pada putranya dan berubah menjadi manusia baik suatu saat nanti.


Semakin bertambah usianya dan mungkin tidak lama lagi berada di dunia, ia ingin meninggalkan Zafer dengan tenang setelah putranya itu menjadi orang yang baik. Jadi, ia bisa pergi dengan tenang sewaktu-waktu jika Tuhan sudah memanggilnya kembali.

__ADS_1


Semua akan kembali pada pemilik-Nya karena manusia hidup di dunia tidak selamanya. Apalagi ia mengetahui bahwa di dunia ini hanyalah sementara dan kehidupan paling kekal adalah di surga.


Namun, semuanya itu juga dilihat dari perbuatan selama hidup di dunia. Jika selama ini menghabiskan waktu dengan perbuatan buruk, pastinya akan berakhir di neraka.


Meskipun ia sadar jika yang mengetahui dan memutuskan hal itu hanyalah Tuhan yang menciptakan manusia, serta alam semesta dan seisinya. Namun, Adam ingin menjadi seorang ayah yang sukses mendidik putra satu-satunya untuk menjadi seorang pria baik dan bertanggungjawab.


Apalagi banyak orang yang menggantungkan hidup dari perusahaan untuk menghidupi anak dan istri, serta keluarga yang lain. Jadi, ia tidak ingin nasib perusahaan yang telah susah payah dibangun hancur karena dipimpin oleh putranya yang kurang memiliki tanggungjawab tersebut.


Sementara itu, sosok wanita paruh baya yang saat ini tengah duduk di sebelah sang suami, yaitu Erina, kini berusaha untuk menenangkan kekhawatiran pria yang telah hidup bersamanya selama lebih dari 30 tahun.


"Maafkan aku, Sayang. Semua itu juga tak luput dari kesalahanku karena dulu memanjakan Zafer semenjak kecil. Ia memang terlalu banyak berbuat hal buruk selama ini. Aku pun menyesal. Kenapa dulu selalu menuruti apapun keinginannya?"


"Harusnya aku memakai sistem tarik ulur ketika mendidik putra kita. Bukan selalu menuruti apapun keinginannya. Jadi, sekarang yang terjadi adalah selalu berbuat sesuka hati, tanpa berpikir dampak negatif yang akan dialami jika melakukan sesuatu hal buruk."


"Lebih baik, sekarang ini kita memohon pada Tsamara, agar tidak pergi dan bertahan dengan semua perbuatan Zafer. Aku tahu ini sangat egois, tapi yang terjadi adalah kita tidak punya pilihan lain karena telah gagal mendidik Zafer."


Namun, Adam Dirgantara tidak pernah mendengarkan nasihat darinya dan tetap saja melakukan hal-hal buruk. Mulai dari minum-minuman keras, menghamburkan uang, melakukan **** bebas.


Semua keburukan yang berakhir pada dosa telah dilakukan putranya dan membuatnya selalu bersedih setiap malam. Sebagai orang tua, ia ingin memiliki seorang keturunan yang baik.


Jadi, ketika ia nanti mati, hanya menginginkan doa dari putra satu-satunya tersebut. Namun, hal itu tidak akan pernah terjadi jika keturunannya memiliki sifat buruk karena yang ada, mungkin hanya akan disibukan dengan duniawi.


Bahkan mungkin bisa berakibat fatal, yaitu perusahaan besar yang susah payah dibangun oleh sang suami akan hancur dan banyak orang kehilangan mata pencaharian jika bangkrut nanti.


Hingga perkataan dari sang suami, semakin membuatnya khawatir jika putranya akan berakhir buruk suatu saat nanti.

__ADS_1


"Seorang pria akan hancur karena tiga hal, yaitu harta, tahta, wanita. Zafer selama ini terbuai dengan tiga hal itu dan tidak menjadi manusia bertanggungjawab. Jika dibiarkan, kita akan menangis nanti setelah berada di alam berbeda dengan putra kita." Adam kini mengembuskan napas kasar setelah berbicara.


Ia beralih menatap ke arah sang istri yang selama ini selalu mendukung apapun karena mempercayai perbuatannya. "Sekarang, aku harus berbuat kejam demi menyelamatkan putra kita dari kehancuran dengan memanfaatkan seorang wanita baik seperti Tsamara."


Erina mengerti tentang kalimat ambigu sang suami karena saat ini ia berpikir hal yang sama. "Aku tahu, tapi tidak ada salahnya kita berpikir jika menantu kita bisa merubah putra kita yang buruk menjadi lebih baik."


Adam kini menganggukkan kepala dan membenarkan semua perkataan dari sang istri. Jadi, ia merasa yakin dengan keputusannya.


Bahwa ia akan menyuruh Tsamara tetap bertahan di samping putranya, jadi tadi menyuruh sang supir untuk menahan kepergian menantunya.


Ia kini bisa melihat mobil sudah memasuki kompleks area perumahan mewah dan super elite putranya.


Hingga beberapa saat kemudian, mobil yang dikemudikan oleh supir telah tiba di sebuah rumah mewah lantai dengan halaman luas dan terawat tersebut.


"Taksi? Sepertinya Tsamara telah memesan taksi untuk segera meninggalkan rumah ini." Erina segera melepaskan sabuk pengaman dan buru-buru turun dari mobil, sedangkan Adam melakukan hal yang sama karena ingin segera melihat keadaan menantunya.


"Kita harus segera menghentikannya. Aku tidak ingin kehilangan menantu sepertinya."


Saat Adam turun dari mobil, di saat bersamaan, pintu gerbang tinggi berwarna keemasan tersebut terbuka dan ia bisa melihat empat orang keluar dari sana.


"Tsamara? Jangan pergi!" ucap Erina begitu melihat sosok menantunya keluar dengan didampingi oleh pelayan yang membantu membawakan koper dan menggendong bocah laki-laki, tak lain adalah Keanu.


"Nyonya?" lirih Tsamara yang sangat terkenal dengan kedatangan mertuanya dan membuat ia meremas kedua sisi pakaian yang dikenakan.


'Padahal aku tadi sudah buru-buru untuk pergi, agar tidak bertemu mereka. Namun mertuaku telah datang. Apa yang harus kulakukan sekarang?' gumam Tsamara di dalam hati dan bisa melihat pasangan suami istri paruh baya tersebut semakin berjalan mendekat.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2