
'Apa pria tua ini akan menjodohkan Rayya dengan pria ini saat hamil keturunanku? Ini tidak bisa dibiarkan,' gumam Zafer yang memilih untuk membuka rahasia di antara mereka.
Namun, belum sempat berbicara, suara bariton dari ayah Rayya, membuat Zafer terdiam.
"Pria itu adalah Raymond Abrysam. Pangeran berkuda putih yang selalu kau ceritakan dan mengatakan ingin menikah dengannya dulu. Apakah kamu tidak mengingat sahabat kecil yang dulu selalu membuatmu tertawa?" Leon Pratama berbicara sambil melirik ekspresi dari Zafer.
Sejujurnya dari dulu sangat khawatir jika Rayya jatuh ke tangan pria yang salah dan akhirnya membuat hidup menderita. Sebagai seorang ayah, tidak ingin jika putrinya gagal dalam membina rumah tangga hanya karena salah memilih pasangan.
Jadi, dari dulu sangat berharap jika putra dari sahabat baiknya yang menjadi menantu. Apalagi mengetahui bahwa pria itu sangat baik dan tidak akan menyakiti Rayya.
"Kalian bahkan sudah berteman dari kecil, tetapi harus berpisah karena sahabat Ayah harus pindah ke luar pulau untuk mengembangkan bisnis. Namun, saat ini mereka kembali karena sedang mencarikan jodoh untuk Raymond dan wanita yang diinginkan adalah kamu."
Rayya kini mengerti dan mengingat semua kenangan mengenai Raymond. Ya, memang saat kecil dulu sangat menyukai pria itu dan Namun, seiring bertambahnya usia, pikirannya telah berubah.
"Itu adalah cinta monyet di masa kecil dan sekarang aku adalah wanita dewasa dan perasaanku saat ini hanya untuk pria ini." Rayya melihat ke arah Zafer yang dianggap sangat luar biasa karena dari tadi tidak menunjukkan amarah.
"Aku sedang hamil anaknya dan kami akan menikah. Tidak mungkin Raymond mau menikahi wanita yang telah hamil benih pria lain, Ayah. Jadi, katakan pada mereka bahwa aku sudah punya calon suami bernama Zafer Dirgantara yang merupakan calon pewaris tahta perusahaan besar."
Tanpa perlu bersusah payah untuk menjelaskan, Zafer kini tersenyum simpul pada Rayya karena seketika bara api di hati seketika padam begitu mendengar suara sang kekasih.
"Sayang, seharusnya aku yang mengatakan kabar membahagiakan ini pada ayahmu. Kenapa mendahului aku? Aku tadi ingin melamar pada ayahmu, tapi telah gagal sekarang." Kemudian kini meraih telapak tangan Rayya dan melabuhkan kecupan di sana."
Berbeda dengan kekecewaan yang dirasakan oleh Leon Pratama ketika mendengar kenyataan dari putrinya. "Apa kau bilang? Hamil? Apa kau tidak pernah mendengar tentang perkataanku?"
"Bukankah dari dulu Ayah melarangmu untuk hamil sebelum menikah? Apa kau bodoh?" sarkas Leon Pratama yang merasa sangat marah karena harapan besar untuk proyek besar dengan keluarga Raymond gagal.
Rayya sama sekali tidak pernah menyangka jika respon dari sang ayah demikian saat membawa kabar baik dan bahagia jika pria yang dicintai telah bersedia bertanggungjawab untuk menikahi.
Bahkan tadi berjenggit kaget karena ulah pria paruh baya yang selama ini sangat keras dalam hal apapun. Bahkan sampai dewasa seperti ini masih dikekang seperti seorang anak kecil dan membuatnya kesal.
Apalagi ketika mendengar perjodohan yang sangat tidak disukai. Saat dulu trauma dengan kehidupan rumah tangga orang tua dan tidak ingin menikah lagi, tetapi sekarang yang terjadi adalah berubah pikiran karena merasa yakin jika Zafer sangat mencintai dan akan membahagiakannya.
__ADS_1
Meskipun untuk sementara harus bersabar karena hanya akan menikah tanpa pesta pernikahan mewah, tetapi tidak akan disebut hamil tanpa suami.
"Semua sudah terjadi, Ayah. Jadi, tidak perlu marah seperti itu dan bersikap berlebihan karena kekasihku sudah mau serius dengan menikahiku." Rayya tak kalah tajam menatap sang ayah.
Bisa dilihat kilat amarah dari netra pekat pria yang ada di hadapan tersebut, tapi sama sekali tidak takut jika nanti akan mendapatkan tamparan atau kekerasan lain.
Ya, Rayya selama ini sudah terbiasa mendapatkan tamparan dan kemurkaan dari sang ayah. Seolah sudah kebal dengan kekerasan.
Meskipun sebenarnya di dalam hati sangat rapuh, tapi tidak bisa dipungkiri jika tidak ada pilihan lain selain tetap bersama pria yang dianggap tidak pernah bisa bersikap layaknya seorang ayah yang baik.
Ia selama ini bertahan karena tidak ingin sang ibu merasa menang. Kebencian dirasakan pada wanita yang melahirkannya karena sama sekali tidak menghubungi dan mementingkan karir.
Meskipun saat dewasa, ia memutuskan untuk tinggal di apartemen karena ingin bebas dari sang ayah, tetap saja tidak membuat fakta bahwa pria itu masih berkuasa atas hidup seorang putri.
Leon kini seketika bangkit berdiri dan berjalan mendekati Rayya untuk memberikan sebuah hukuman, yaitu tamparan seperti biasa.
"Dasar anak tidak tahu diri!" Dengan wajah memerah, ia mengangkat tangan dan akan melabuhkan pada pipi putrinya.
Refleks ia bangkit berdiri dan menahan tangan itu agar tidak berhasil mendarat di pipi putih Rayya. "Hentikan!"
Zafer masih menahan dengan kuat tangan yang menggantung di atas tersebut, hingga berpikir jika yang terjadi saat ini seperti sedang mengalami dejavu.
Tidak pernah disangka jika mereka memiliki nasib sama dalam keluarga karena memiliki orang tua yang arogan dan selalu memaksakan kehendak. Namun, Zafer merasa jika orang tuanya lebih baik dari ayah Rayya
"Jangan pernah menyentuh wanita yang akan menjadi istriku karena sedang mengandung keturunan keluarga Dirgantara. Saya bisa membawa Anda ke jalur hukum karena melakukan kekerasan pada anak sendiri yang harusnya dilindungi."
Zafer menekankan ancaman pada kalimat terakhir, agar calon mertua tidak lagi bersikap sesuka hati pada putri sendiri.
"Apa Anda sama sekali tidak melihat wajah pucat Rayya? Wanita ini sedang hamil dan membutuhkan banyak perhatian, bukan sebuah kekerasan yang akan mengguncang psikis dan akan berdampak buruk pada kehamilannya."
"Jika sampai terjadi sesuatu pada keturunanku, tidak akan segan-segan menjebloskan Anda ke penjara. Meskipun pada kenyataannya adalah calon mertua, jika berbuat salah tetap harus mendapat hukuman."
__ADS_1
Tidak ada lagi kesopanan atau berakting menjadi pria sopan dan baik pada mertua setelah melihat sikap arogan pria paruh baya tersebut.
Zafer kali ini mengarahkan tatapan tajam penuh kemurkaan setelah cukup lama diam dengan berpura-pura seperti pria bodoh. Tidak akan mendapatkan restu adalah kemungkinan terburuk, tetapi sama sekali tidak diperdulikan lagi.
Satu-satunya hal yang diinginkan hanyalah ingin membalas semua penghinaan dari ayah wanita yang dicintai. Apalagi ia tahu jika selama ini hidup Rayya sangat kacau.
Namun, semua menjadi lebih baik setelah memutuskan untuk menjalin hubungan. Ya, ia memberikan banyak cinta untuk Rayya dan merasa bahagia karena saling mencintai.
Sementara itu, Leon yang saat ini merasakan tangannya baru saja diempaskan oleh pria yang tidak disukai untuk menjadi menantu karena berharap Raymond yang menikahi Rayya.
Bahkan tadi berpikir untuk menyuruh putrinya memutuskan hubungan dengan pria di hadapan tersebut, agar menerima perjodohan. Namun, rencana gagal dan tidak tahu harus mengatakan apa pada sahabat.
Ia yang merasa semakin murka pada sikap arogan pria yang dicintai putrinya, kini tertawa terbahak karena melihat sikap tidak sopan dan arogan.
Bahkan sudah bertepuk tangan geleng-geleng kepala. "Wah ... ternyata kau sangat berani padaku. Apa kau sedang mengajari seorang ayah mendidik putri sendiri? Tahu apa kau tentang Rayya?"
"Kau hanya mengenal beberapa bulan, kan? Mungkin sekarang mengatakan ingin menikah, tapi setelah bosan dan menemukan wanita lain, akan meninggalkannya. Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."
"Mana mungkin aku memberikan restu pada pria arogan sepertimu." Leon kini masih menatap tajam pria yang sama sekali tidak disukai karena menginginkan Raymond untuk menjadi menantu.
"Jangan pernah berpikir aku akan memberikan putriku yang berharga padamu, pria berengsek?"
To be continued...
Halo semua pembacaku tersayang. Hari ini Author membawa karya dari teman yang pastinya sangat menarik untuk dibaca. Karya dari Author Samudra Lee judulnya Dimadu karena Wasiat.
Blurb:
Kebahagiaan yang dirasakan oleh Emilia Sarah Ziannisa karena kehadiran calon buah hati yang sudah dinanti selama 3 tahun ini, hancur seketika saat Sang Suami, Bima Ardhaba tiba-tiba pulang membawa wanita yang ia kenalkan sebagai istri keduanya, istri yang ternyata telah diwasiatkan oleh almarhum papanya.
__ADS_1
Bisakah Nisa menerima kepetusan sepihak dari Bima yang menikah tanpa seizinnya? Lalu apakah rumah tangga ketiganya bisa dipertahankan ketika si madu mulai menginginkan Bima seutuhnya?