
"Seharusnya kamu tetap dirawat di rumah sakit karena belum sembuh benar, Sayang," ucap Erina yang saat ini tengah menatap ke arah sosok menantu perempuan dengan wajah pucat yang duduk di sebelah kanan. "Atau kita ke rumah sakit lain saja."
Ya, tadi sang menantu perempuan itu mengatakan ingin segera pulang karena tidak ingin bertemu lagi dengan mantan suami atau mertua. Apalagi jika sampai mereka ingin menemui Keanu dan itulah yang menjadi alasan ingin segera meninggalkan rumah sakit, meskipun masih merasa belum pulih sepenuhnya.
Sementara itu, wanita yang tak lain adalah Tsamara, refleks menggelengkan kepala karena dari tadi hanya kekhawatiran dirasakan jika sampai Rey dan sang ibu kembali mengusik kehidupan yang sudah lebih tenang setelah susah payah melupakan rasa sakit yang sempat ditorehkan oleh mereka.
Embusan napas kasar seolah mewakili perasaannya saat ini dan benar-benar tidak bisa menyembunyikan ketakutan yang dirasakan kala memikirkan kata-kata Rey tadi.
"Aku tidak apa-apa, Ma. Jadi, jangan khawatir. Aku hanya demam dan setelah minum obat dari dokter dan juga beristirahat yang cukup, pasti akan sembuh. Lagipula jika tetap di rumah sakit, aku khawatir Keanu akan diganggu oleh pria jahat itu."
"Jika sampai Rey merebut hati Keanu dengan cara membelikan apapun yang disukai, aku takut jika nanti putraku akan pergi memilih pria itu."
Hal itulah yang paling ditakutkan olehnya, apalagi sekarang kondisi kaki yang tidak bisa berjalan, membuat Tsamara kini tidak percaya diri akan bisa mempertahankan putra yang sangat disayangi melebihi diri sendiri.
Tsamara takut jika kelemahan yang saat ini dimanfaatkan oleh Rey dan akhirnya bisa memenangkan tuntutan. Meskipun berada di dekat keluarga Dirgantara yang notabene bukanlah sembarangan dan tidak bisa diremehkan, tetap saja membuatnya takut.
Jika sampai nanti kalah di pengadilan, Tsamara tidak tahu harus berbuat apa. Apalagi jika sampai kehilangan sosok putra yang sangat disayangi dan merupakan pusat dunianya saat ini.
'Aku selama ini bisa bertahan karena ada Keanu. Namun, aku tidak yakin apakah bisa melanjutkan hidup jika putraku direbut oleh pria jahat dan wanita tidak berperasaan tersebut,' gumam Tsamara yang saat ini tengah menatap ke arah depan.
Di mana Keanu saat ini berada di pangkuan mertua laki-laki yang sudah dianggap seperti ayah kandung sendiri karena kebaikan pria itu sama halnya dengan malaikat.
__ADS_1
Meskipun tahu jika semua itu dilakukan karena pria itu sedang menebus kesalahan putra sendiri karena membuat kakinya cacat, tapi ketulusan yang berhasil bertahan di rumah itu sampai sekarang.
"Aku tahu apa alasanmu, jadi tidak perlu menjelaskan apapun." Suara Adam Dirgantara kini memecah keheningan di dalam mobil.
Adam Dirgantara kini menatap ke arah sang istri agar tidak lagi membahas hal yang jelas-jelas membuat Tsamara bersedih. "Kita bisa merawatnya di rumah dan itu jauh lebih aman serta tenang karena tidak akan bisa melihat pria itu lagi."
"Jadi, tidak perlu membahas hal ini lagi. Lagipula aku tidak ingin sampai Keanu bertemu dengan pria itu karena sangat berbahaya."
Tsamara yang kini merasa sangat lega karena mertua laki-laki bisa membaca pikiran dan juga mendukung keputusan. "Aku juga berpikir seperti itu, Pa. Pria itu sangat jahat dan bisa nekat jika menginginkan sesuatu."
"Aku berpikir akan menyuruh pengawal untuk berjaga di depan pintu setelah mantan suamimu membuat ulah dengan mengatakan ingin mengajukan tuntutan di pengadilan. Rasanya aku ingin memukul kepala pria itu yang seperti tidak merasa bersalah sama sekali karena menyia-nyiakanmu." Erina kini terlihat mengepalkan kedua tangan karena merasa sangat marah.
Namun, menyadari dan mengingat jika sikap Zafer juga seperti itu pada Tsamara, akhirnya merasa bersalah dan mendekati menantu perempuan pertama tersebut.
Tsamara kini masih membiarkan mertua perempuan mengusap lembut punggung tangan untuk membuat wanita paruh baya itu jauh lebih tenang dan tidak selalu menyalahkan diri sendiri atas perbuatan putra yang tak lain adalah Zafer.
"Mama salah karena ada banyak perbedaan antara Rey dan tuan Zafer. Kami dulu menikah karena saling mencintai dan tidak pernah menyangka jika ternyata itu hanyalah kepalsuan yang ditunjukkan oleh Rey padaku."
"Karena mengatakan mencintaiku, tetapi di belakang berselingkuh dengan wanita lain. Sementara tuan Zafer dari awal memang terpaksa untuk bertanggung jawab menikahiku dan tidak bersikap munafik karena mengatakan semua, bahwa mencintai Rayya."
"Itulah yang menjadi perbedaan antara tuan Zafer dan Rey. Jika Rey adalah seorang pria yang playing victim, sedangkan tuan Zafer bersikap jujur. Meskipun kejujuran memang sangat menyakitkan, tetapi paling tidak, mengetahui hal sebenarnya."
__ADS_1
Meskipun semua yang dikatakan oleh Tsamara adalah fakta sebenarnya, tetapi wanita paruh baya tersebut tetap saja merasa bersalah dan berdosa.
"Kamu selalu saja membela Zafer yang telah menyakitimu berkali-kali. Seandainya bisa, aku ingin putraku hilang ingatan dan bersikap baik padamu dengan menganggap kamu adalah istri sebenarnya. Maafkan kami karena membuatmu masuk dalam lingkaran penuh penderitaan."
Erina saat ini memilih untuk memeluk tubuh Tsamara karena membutuhkan sebuah penghiburan untuk diri sendiri saat merasa berdosa dan bersalah pada menantu idaman tersebut.
"Kamu nanti akan tinggal bersama istri kedua di rumah utama. Itu pasti akan jauh lebih menyakitkan dari apapun karena di dunia ini tidak ada wanita yang ingin diduakan oleh seorang suami. Meskipun kamu tidak mencintai putraku, tetapi melihat kemesraan Zafer dengan Rayya, pasti merasa terluka, bukan?"
Saat mendengarkan sang istri berbicara, Adam kini menoleh ke belakang dan masih memangku anak laki-laki yang bermain robot Transformers.
"Istriku benar. Apakah sebaiknya kamu tidak tinggal di rumah utama, agar tidak merasa sakit hati jika melihat Zafer dan Rayya? Menurutmu bagaimana? Aku akan memenuhi semua permintaanmu karena itu adalah demi yang terbaik."
"Aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Jadi, Mama dan Papa tidak perlu mencemaskanku," ucap Tsamara yang saat ini sudah tidak mempermasalahkan apapun yang dilakukan oleh sang suami karena memang keadaan mereka tidak saling mencintai.
"Pernikahan kami hanyalah sebatas tanda tangan di atas buku nikah saja karena sama sekali tidak ada perasaan di antara kami. Kalian tenang saja karena aku tidak akan mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh tuan Zafer pada Rayya di depanku."
Tsamara memang terdengar sangat percaya diri ketika mengatakan hal itu, karena tidak ingin membuat pasangan paruh baya tersebut khawatir.
'Perasaanku telah mati dan aku sudah menutup hati pada semua pria yang ada di dunia ini,' gumam Tsamara yang saat ini menarik diri dengan melepaskan pelukan dari mertua perempuan dan tersenyum simpul.
"Aku akan mendukung tuan Zafer bersama Rayya. Setelah nanti bisa berjalan lagi, akan menandatangani surat cerai dan jika itu terjadi, maafkan aku karena harus berpisah dengan putra kalian."
__ADS_1
To be continued...