Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Melakukan tes DNA


__ADS_3

Rey yang saat ini masih terdiam di salah satu lorong rumah sakit, masih tidak berkedip menatap pada layar ponsel yang berada dalam genggaman. Di mana di sana menunjukkan foto-foto Tsamara dan Keanu.


Ada banyak foto di sana, mulai dari saat Tsamara berada di sekolah Keanu dan juga kontrakan yang menjadi tempat usaha catering selama ini. Ya, Rey tahu jika semua tuduhan dari pria bernama Zafer Dirgantara yang saat ini berstatus sebagai suami Tsamara itu memanglah benar.


Rey selama ini membayar detektif untuk mencari keberadaan Tsamara dan putra kandung yang merupakan darah dagingnya. Itu semua karena merasa stres saat sang ibu setiap hari mengatakan ingin memiliki seorang cucu. Namun, tidak bisa menghamili para wanita yang dinikahi.


Jadi, Rey hanya bisa memikirkan cara untuk memenuhi keinginan sang ibu dengan mencari keberadaan Tsamara yang selama ini membesarkan Keanu sendirian. Sampai akhirnya mendapatkan kabar dari detektif yang disewa mengenai semua hal mengejutkan dari mantan istri yang diceraikan dengan kejam dulu tanpa perasaan.


Bahwa Tsamara ternyata telah diam-diam menikah lagi dengan seorang putra dari pengusaha terkenal setelah mengalami kecelakaan hingga harus merelakan keadaan di kursi roda.


Semua foto-foto yang dikirimkan oleh detektif mengenai mantan istri yang telah berhijrah dengan menutup aurat. Melihat penampilan mantan istri yang semakin memesona di mata Rey karena memakai pakaian tertutup dan penutup rambut, membuatnya bertekad untuk mendapatkan Tsamara kembali.


Rey bahkan merasa sangat yakin jika Tsamara masih memiliki perasaan cinta dan belum melupakan cinta membara mereka. Tanpa memperdulikan jika Tsamara kini sudah tidak bisa berjalan, Rey tetap ingin mendapatkan kembali mantan istri dan juga sang putra.


Apalagi saat mengetahui bahwa pria yang bernama Zafer itu sama sekali tidak mencintai Tsamara dan menikah hanya atas dasar pertanggungjawaban setelah menabrak, hal itu membuatnya berpikir akan dengan mudah melaksanakan rencana.


Apalagi ditambah kabar terbaru jika Zafer ternyata baru menikah dengan wanita bernama Rayya yang sebenarnya sengaja tadi ditolong. Semua yang terjadi memang bukanlah sebuah kebetulan karena Rey menyuruh beberapa orang untuk mengikuti Tsamara, Zafer, Rayya dan Adam Dirgantara.


Jadi, mengetahui semua gerak-gerik mereka dan bisa langsung mendekati ketika mendapatkan laporan dari beberapa anak buah yang bertugas memata-matai keluarga Dirgantara.


Sudut bibir Rey melengkung ke atas karena merasa yakin jika sebentar lagi akan mendapatkan apa yang diinginkan. "Zafer bahkan sama sekali tidak mencintaimu, Tsamara. Kenapa kamu masih bertahan pada pernikahan penuh kepalsuan itu?"


"Dasar bodoh! Rasanya aku ingin langsung membawamu pergi dari penderitaan itu, tapi sepertinya kamu masih sangat membenciku karena dulu mengkhianati dan menceraikanmu. Aku akan membuatmu melupakan itu dan kita kembali bersama."


Rey menutup ponsel dan memasukkan ke dalam celana dan berjalan menuju ke ruangan kamar sang ibu. Berniat untuk menceritakan semua hal yang berhubungan dengan Tsamara.

__ADS_1


Memang dulu sang ibu sama sekali tidak menyukai Tsamara dari keluarga miskin dan merupakan istri sah dari pria lain, tapi setelah keinginan tidak terwujud, berpikir jika wanita itu akan menyetujui semua rencana Rey.


Begitu tiba di depan ruangan VIP, Rey melangkahkan kaki panjang untuk masuk ke dalam dan melihat wanita paruh baya yang masih memakai selang oksigen pada hidung tengah berbaring telentang sambil menikmati buah yang dipotong oleh pelayan wanita yang selama ini menjaga.


"Ini pesanan Mama," ucap Rey yang menunjukkan paper bag berisi makanan favorit sang ibu karena tidak pernah mau makan makanan dari rumah sakit.


Rey pun memberikan kode pada sang pelayan wanita agar pergi meninggalkan ruangan karena ingin berbicara empat mata pada sang ibu.


Kemudian pelayan wanita yang mengerti akan keinginan dari majikan pria tersebut langsung membungkuk hormat dan berpamitan keluar.


Kemudian Rey menatap sang ibu setelah menaruh makanan di atas laci sebelah kiri ranjang.


"Ada hal penting yang ingin kubicarakan dengan Mama."


Sementara itu, wanita paruh baya yang saat ini masih belum membuka mulut, memilih untuk menunjuk ke arah makanan. "Aku ingin segera makan selagi masih panas. Kamu bisa berbicara sambil menyuapi Mama, kan?"


Kemudian memilih untuk membiarkan sang ibu makan terlebih dahulu. "Aku akan berbicara setelah Mama selesai makan karena tidak ingin merusak mood dengan hal yang ingin kukatakan."


Sementara itu, wanita bernama Mita Permatasari semakin penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Rey. "Katakan saja sekarang dan jangan buat Mama merasa penasaran."


Awalnya Arya menggelengkan kepala karena tidak setuju, tetapi mendapatkan tatapan tajam mengintimidasi yang seolah memerintahkan agar segera memberitahukan apa yang ingin disampaikan.


"Bukan, tapi aku harap Mama tidak marah, karena itu akan membuat kesehatan buruk. Mama harus janji padaku tidak boleh marah ataupun kesal ketika aku membicarakan tentang hal ini."


Jujur saja Rey sebenarnya merasa ragu untuk mengungkapkan rencana yang disusun matang-matang untuk memenuhi keinginan dari sang ibu.

__ADS_1


Berpikir wanita yang berada di hadapan tersebut mungkin bisa saja setuju ataupun menolak mentah-mentah, tetapi berharap bahwa sang ibu memilih untuk setuju karena tidak ada jalan lain selain ini.


"Baiklah. Mama tidak akan marah. Lebih baik segera katakan dan jangan membuat makin penasaran seperti ini." Mita kini kembali membuka mulut saat Rey menyuapi makanan, lalu mengunyah perlahan untuk merasakan kenikmatan dari rasa yang meledak di lidah.


Akhirnya Rey mengatakan semua hal yang ada di pikiran mengenai Tsamara dan juga pertemuan hari ini yang tidak disengaja. Karena memang kebetulan sekali sang ibu dirawat di rumah sakit sebelum mantan istri tiba di sini.


"Aku sudah berusaha untuk memberikan keturunan dengan menikahi para wanita pilihan Mama, tapi sama sekali tidak ada hasil. Padahal jelas terbukti bahwa aku bukanlah pria mandul karena dulu memiliki keturunan dari Tsamara."


"Apalagi saat pemeriksaan, aku adalah seorang pria yang sehat dan normal. Bahkan para wanita pilihan Mama juga sehat dan sama sekali tidak ada kelainan apapun. Namun, semesti sepertinya semesta tidak mengizinkanku untuk memiliki anak selain Keanu."


Rey saat ini melihat ekspresi dari sang ibu yang tidak seperti biasa. Jika dulu selalu saja marah jika membahas mengenai masalah Tsamara, tetapi sekarang terdiam dan seolah sedang menyadari kesalahan di masa lalu karena tidak mau menerima wanita yang telah hamil benih Rey.


Namun, perkataan dari sang ibu yang tidak pernah terpikirkan, membuat Rey merasa ragu.


"Apa kamu sama sekali tidak mencurigai bahwa Tsamara berbohong bahwa itu adalah anakmu? Karena menurut Mama, rasanya semua yang terjadi seperti tidak masuk akal. Mama khawatir jika ternyata anak yang dilahirkan oleh Tsamara adalah benih dari suami pertama."


Mita sebenarnya merasa sangat iba pada putranya dan juga sekaligus merasa bersalah karena selalu menuntut cucu. Hingga kekhawatiran dirasakan ketika Rey mengungkapkan mengenai wanita yang dulu diusir dan sama sekali tidak diterima menjadi menantu.


"Apa yang Mama katakan memang benar, tapi dulu Tsamara selalu mengatakan bahwa hanya bercinta denganku tanpa pengaman." Rey berbicara dengan nada mengandung sedikit keraguan, tetapi masih mencoba untuk berpikir positif dan yakin bahwa Keanu adalah darah daging sendiri.


"Sementara dengan suami selalu memakai pengaman. Saat seorang wanita mencintai, tidak mungkin berbohong. Namun, untuk memastikan hal itu, aku akan melakukan tes DNA secara diam-diam dengan Keanu."


"Karena jika Tsamara mengetahui hal itu, tidak akan pernah mengizinkan karena takut jika aku merebut putra yang selama ini dibesarkan dengan kasih sayang tanpa suami pertama."


Hanya itu satu-satunya jalan untuk membuang keraguan dari sang ibu dan membuat Rey merasa yakin bahwa hasilnya akan positif.

__ADS_1


"Aku sangat yakin jika Keanu adalah putra kandungku," ucap Rey dengan penuh percaya diri saat menatap wajah wanita paruh baya yang masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


To be continued...


__ADS_2