Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Harapan


__ADS_3

Rey yang baru saja melihat kemurkaan dari sosok pria paruh baya di hadapan tersebut dianggap sangat berlebihan. Padahal jelas sekali jika status saat ini adalah ayah kandung Keanu, tetapi masih ingin memastikan, agar merasa yakin dengan cara melakukan tes DNA.


Semua itu untuk mengalihkan pikiran buruk tentang kekhawatiran tidak bisa memiliki anak. Mandul adalah sebuah hal yang sangat menakutkan bagi seorang pria dan saat ini mempunyai satu harapan, yaitu hasil tes DNA dari Keanu yang positif merupakan darah dagingnya.


Rey sama sekali tidak terpancing amarah melihat sikap pemilik rumah yang seperti tidak mau menerima kedatangan hari ini. Dengan membungkuk hormat untuk mengucapkan salam, Rey saat ini menyunggingkan senyuman.


"Maaf jika kedatanganku membuat kalian merasa tidak nyaman. Namun, hari ini aku tidak ada keperluan dengan kalian karena ada urusan dengan Tsamara. Ini berhubungan dengan anak kami—Keanu."


"Seperti yang kukatakan di rumah sakit kemarin, kita bertemu di pengadilan. Akulah yang akan bertanggung jawab atas semua hal berhubungan dengan Tsamara. Jadi, bisa mengatakan padaku melalui pengacara. Jadi, tidak usah repot-repot datang ke rumah ini. Sekarang pergilah karena kedatanganmu sama sekali tidak diharapkan."


Adam Dirgantara seketika mengibaskan tangan sebagai tanda pengusiran. Selain itu, berbicara sinis. "Ayu pun tidak ingin bertemu denganmu. Seharusnya kau sadar kenapa Tsamara memilih untuk dirawat di rumah daripada Rumah Sakit bersebelahan dengan ibumu."


Rey masih berusaha untuk tenang karena memang hari ini sudah berjanji pada diri sendiri, akan meredam amarah saat mendapatkan sikap buruk dari semua, termasuk Tsamara.


"Jika tidak ada yang menerimaku di sini, terpaksa aku harus menggunakan cara yang tepat untuk bisa bertemu dengan putra kandungku." Rey lalu mengambil ponsel di saku celana dan menelpon seseorang.


"Kalian boleh masuk sekarang karena aku membutuhkan bantuan!" Kemudian langsung mematikan sambungan telpon dan kembali memasukkan benda dengan layar datar tersebut ke dalam saku jas.


Sementara tiga orang yang berdiri di balik pintu, merasa penasaran dengan siapa yang diajak bicara oleh tamu tak diundang tersebut.


Hingga mereka pun mengerti setelah melihat pintu gerbang terbuka dan mobil polisi masuk ke dalam area halaman rumah Dirgantara.


"Astaga!" Erina bahkan sama sekali tidak pernah menyangka akan ada rombongan polisi datang ke rumah. "Apakah kau sudah gila karena membawa banyak polisi ke sini? Sepertinya kau ingin membuang banyak uang dengan membayar para aparat kepolisian itu."

__ADS_1


Rayya yang dari tadi hanya diam melihat tontonan gratis hari ini, merasa sangat bersemangat karena berpikir bahwa yang terjadi adalah puncak dari kehancuran Tsamara.


Namun, Rayya saat ini berakting di depan orang tua Zafer. "Rey, apa yang kamu lakukan? Kenapa membawa banyak polisi? Seolah kami adalah orang jahat? Semuanya bisa dibicarakan secara baik-baik, tanpa melibatkan mereka."


Rey memang kemarin menolong Rayya dan berniat untuk berteman, tetapi sebenarnya hal itu adalah sebuah kepalsuan karena memang mengatur semua agar terlihat kebetulan.


Namun, setelah bertekad bulat untuk merebut Keanu dari tangan Tsamara jika benar-benar merupakan darah dagingnya.


Rey ingin menegaskan bahwa apapun bisa dilakukan oleh seorang ayah karena mengalir darah yang sama di tubuh putranya. "Aku tidak akan mempersulit jika mereka mengizinkanku bertemu dengan Tsamara dan Keanu karena ada yang ingin dibicarakan secara pribadi."


Rey bahkan saat ini mengedarkan pandangan ke dalam rumah dan berharap Tsamara ada di lantai satu.


Namun, apa yang diharapkan tidak terjadi karena sama sekali tidak melihat bayangan wanita itu dari tadi.


'Kenapa Tsamara sama sekali tidak terlihat dari tadi setelah mendengar perdebatan di antara kami?' gumam Rey yang kini menyunggingkan senyuman pada beberapa polisi yang tadi dibayar untuk mempermudah bertemu dengan putranya.


Ada lima orang polisi yang keluar dari mobil berwarna hitam, sedangkan rekan mereka masih tetap berada di belakang. Salah satu dari polisi tersebut memilih untuk menjelaskan. Namun, sebelum itu memilih untuk mengenalkan diri pada pemilik rumah tersebut.


"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya. Kami dari pihak kepolisian telah membawa surat permohonan dari tuan Rey agar bisa menemui putra yang dirindukan. Jika tidak ada kerja sama, kami akan melakukan sesuatu yang mungkin bersifat memaksa."


"Jadi, sebelum itu terjadi, tolong segera mengizinkan seorang ayah menemui putranya. Lagipula, tidak ada yang berpikir untuk berniat jahat karena kami semua ada di sini. Mohon kerja samanya."


Ingin sekali Rey langsung menghambur ke dalam untuk mencari keberadaan putranya. Namun, ingin para polisi tidak menyalahkannya karena membuat kesalahan.

__ADS_1


Bahkan berharap bisa berteriak dengan kencang untuk memanggil nama putranya, tetapi masih berusaha untuk bersabar karena ada para polisi yang mencoba untuk menyelesaikan perdebatan mereka.


"Bagaimana? Apakah kalian akan tetap melarang seorang ayah yang ingin menemui putra sendiri?"


Adam mengetahui bahwa selama ini, pria di hadapannya tersebut tidak pernah memperdulikan Tsamara dan Keanu, tetapi karena hari ini melibatkan para polisi, Adam dan Erina tidak bisa berbuat apa-apa selain mengizinkan.


"Mohon kerja samanya, Tuan Adam," seru polisi yang saat ini tengah mencoba untuk menguraikan aura ketegangan.


Tanpa menjawab apapun, Erina memilih untuk segera masuk ke dalam. Berniat untuk mengatakan pada Tsamara, agar menyiapkan hati ketika bertemu dengan Rey yang kedua kalinya.


'Semoga Tsamara baik-baik saja karena saat ini sedang sakit dan harus menghadapi masalah yang berhubungan dengan masa lalu. Baru saja aku merasa sangat senang dengan kenyataan bahwa Zafer mulai membuka jalan untuk menerima Tsamara, tetapi ada pengacau datang,' gumam Erina yang saat ini berniat untuk menaiki tangga.


Namun, Erina menghentikan langkah kaki begitu indra pendengaran menangkap suara yang sangat dihafal.


"Mama!" seru Tsamara yang baru saja keluar dari lift dengan mengarahkan kursi roda menuju ke arah anak tangga.


"Nenek!" Keanu bahkan kini memanggil karena merasa heran saat wanita paruh baya tersebut pergi.


Kemudian Erina menoleh. Benar saja, ibu dan anak itu baru saja keluar dari lift darurat yang sengaja dipasang semenjak dahulu. Berharap tidak akan lelah jika harus naik anak tangga saat malas atau pun ada kejadian seperti yang menimpa Tsamara.


"Apa Mama mencari kami?" tanya Tsamara yang saat ini menatap ke arah mertua. Namun, ada suara seseorang yang sangat dibenci.


"Tsamara? Kenapa kamu berada di kursi roda?" tanya Rey saat pertama kali masuk ke dalam ruang tamu dan melihat saat ini duduk di kursi roda.

__ADS_1


Bahkan ada bocah laki-laki di sebelah kiri yang sangat ingin segera dipeluk dan berharap segera mengetahui hasil tes DNA positif dan menegaskan jika Keanu adalah darah dagingnya.


To be continued...


__ADS_2