Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Tidak ingin hidup menderita


__ADS_3

Karena dikuasai oleh emosi sekaligus gairah yang memuncak, Zafer melupakan jika hari ini harus berangkat lebih awal agar tidak terjebak macet.


Ia berpikir akan mengatakan pada sang ayah nanti, tapi harus mencari sebuah alasan terlebih dahulu.


Satu-satunya yang dipikirkan hari ini hanyalah ingin segera mencapai puncak kenikmatan untuk pertama kali bersama wanita yang selama ini belum pernah ia sentuh saat berstatus sebagai istrinya.


Seolah saat ini yang dipikirkan hanyalah ingin memuaskan hasrat bersama wanita yang kembali memejamkan mata dengan wajah memerah dan dipastikan merasa malu ketika ia sama sekali tidak berkedip menatap sambil tersenyum menyeringai.


"Kamu sangat menikmatinya, tetapi tidak mau mengakui. Tidak apa-apa karena respon tubuhmu sudah cukup untuk membuktikan semua."


Zafer berbicara dengan sangat lirih dan sekilas menoleh ke arah anak laki-laki yang masih tidur dengan pulas sambil memeluk guling dan berharap sampai selesai tidak akan terbangun.


Kemudian kembali memuaskan hasrat dengan penuh gairah yang tidak bisa dikendalikan oleh apapun ketika ingin mencapai puncak yang didaki untuk sampai pada kenikmatan yang hakiki bersama wanita yang baru pertama kali disentuh setelah beberapa bulan menjadi istrinya.


Bahkan beberapa kali geraman parau dengan wajah penuh kilatan hasrat tampak jelas dari Zafer ketika sangat menikmati apa yang saat ini dilakukan.

__ADS_1


Bahkan tidak bisa menahan ekspresi. Terlihat jelas dari wajah yang menunjukkan tengah merasakan berbagai sensasi kenikmatan menghantamnya ketika debaran jantung yang bisa dirasakan.


"Kamu sangat nikmat, Sayang." Zafer kembali berbisik lirih karena tidak ingin terdengar anak laki-laki di atas ranjang.


Hingga suara ketukan pintu dari luar, membuat Zafer merasa sangat terkejut dan seketika menatap ke arah wanita polos di bawahnya tersebut.


"Tsamara!" seru Erina dari luar kamar dengan mengerutkan kening karena merasa heran kenapa pintu dikunci dari dalam.


Erina tadi lupa mengatakan untuk mengajak Tsamara dan Keanu sarapan bersama hari ini. Tadi merasa sangat kesal pada menantu kesayangannya tersebut.


Seolah menegaskan tidak akan pernah mencintai putranya dan merasa sangat yakin akan segera pergi dari keluarga Dirgantara.


"Kenapa dikunci pintunya, Tsamara? Apa yang kamu lakukan di dalam kamar?" Erina saat ini masih berbicara dengan nada tinggi karena ingin menantu kesayangan di dalam ruangan kamar tersebut mendengar.


Sementara itu, Tsamara yang saat ini bersitatap dengan iris berkilat Zafer, seolah memberikan kode agar pria itu segera menyingkir dari tubuhnya. Bahkan berbicara dengan sangat lirih agar tidak sampai terdengar oleh ibu mertua di luar.

__ADS_1


"Mama datang. Cepat menyingkir dan ambilkan pakaianku!" Tsamara yang merasa bahwa kedatangan ibu mertua akan menolong lepas dari kuasa sang suami, tetapi hanya bisa menggigit bibir bawah begitu melihat respon dari pria itu.


Zafer saat ini hanya menggelengkan kepala karena tidak berniat untuk berhenti.


"Mana mungkin aku berhenti," ucap Zafer yang tanpa memperdulikan bahwa sang ibu ada di luar ruangan dan bisa mengetahui apa yang mereka lakukan, kembali melanjutkan perbuatan.


Sementara itu, Tsamara saat ini yang tidak bisa melakukan apapun untuk protes ataupun menolak karena jika melakukan itu, semua orang akan mengetahui jika mereka hari ini sedang bercinta di pagi hari untuk pertama kali setelah menikah beberapa bulan.


Saat ini, Tsamara hanya bisa mencengkeram sofa. Satu-satunya hal yang saat ini ditakutkan adalah Rayya mengetahui jika sang suami saat ini tengah berselingkuh dengannya bercinta karena merasa emosi.


Tsamara bahkan menahan semua sensasi menghantamnya tanpa mengeluarkan suara karena tidak ingin ketahuan telah berbuat intim dengan pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.


Hingga merasakan tanda-tanda seorang pria yang merasakan puncaknya.


Beberapa saat kemudian, melihat Zafer jatuh terkulai lemas. Tsamara yang saat ini merasa sangat khawatir jika perbuatan sang suami membuatnya menderita.

__ADS_1


'Aku tidak ingin hidup menderita untuk kesekian kalinya, tapi sepertinya takdir memihak untuk menyiksa hidupku agar semakin merasakan penderitaan,' lirih Tsamara dengan perasaan tidak menentu ketika hari ini mendapatkan sebuah hukuman dari pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.


To be continued...


__ADS_2