Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Hikmah


__ADS_3

Tsamara kali ini berusaha untuk bersikap konyol agar pria yang masih berkaca-kaca tersebut tertawa karena menganggap perkataannya yang terlalu percaya diri. Bahkan ia merasa mual dengan apa yang baru saja diungkapkan.


Namun, respon dari pria itu membuat Tsamara sangat terkejut karena tadinya berniat untuk bercanda, tetapi ditanggapi serius oleh sang suami.


"Bagaimana kamu bisa membaca apa yang ingin kukatakan padamu?" tanya Zafer yang saat ini tengah menatap intens wajah cantik wanita di hadapannya.


Bahkan merasa bahwa Tsamara seperti bidadari yang dikirimkan dari kayangan hanya untuknya. Zafer bahkan saat ini berjanji akan menjadi seorang suami dan juga ayah yang baik karena sudah menyadari kesalahan di masa lalu.


Tsamara yang saat ini terkekeh geli mendengar tanggapan dari Zafer dan juga wajah menggemaskan itu. "Sepertinya aku bisa berubah profesi menjadi seorang peramal karena bisa membaca apa yang saat ini ada di pikiranmu."


Zafer saat ini beralih mengusap lembut telapak tangan Tsamara dan mengungkapkan perasaannya. "Aku sebenarnya sudah merasa gelisah dan mempunyai perasaan khusus untukmu setelah merawatmu saat sakit dulu."


"Semenjak kejadian itu, aku selalu gelisah memikirkanmu, tapi tidak mau mengakui dan memilih untuk melampiaskan dengan cara marah padamu. Sekarang, aku menyadari bahwa dulu sangat jahat dan menjadi seorang pria tidak punya perasaan."


"Bahkan dosaku tidak bisa terhitung lagi saat menyakitimu setelah membuatmu cacat." Zafer yang saat ini merasa bersalah pada Tsamara, kini memiliki pemikiran untuk memperbaiki keadaan.


"Aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Jadi, jangan menyalahkan dirimu karena setelah kamu menyadari kesalahan, itu merupakan sebuah hal yang luar biasa."

__ADS_1


"Tidaklah mudah bagi orang mengakui telah melakukan kesalahan. Bagiku, melihatmu sadar, itu adalah sebuah anugrah yang luar biasa," ucap Tsamara yang saat ini tersenyum simpul dan berusaha untuk menghibur sang suami yang telah menyadari kesalahan.


Kini, Zafer ingin mengungkapkan rencananya untuk menebus dosa yang pernah dilakukan pada Tsamara.


"Aku akan membawamu berobat ke luar negeri, agar bisa berjalan lagi. Setelah aku nanti keluar dari rumah sakit, kita berangkat." Zafer merasa lega karena telah mengungkapkan rencana untuk membuat sang istri bisa memaafkan semua perbuatan jahatnya di masa lalu.


Sebenarnya, Tsamara merasa tertarik dengan tawaran dari sang suami, tetapi memikirkan nasib banyak orang yang menggantungkan hidup dari perusahaan, sehingga berpikir tidak boleh egois dengan menguasai pria di hadapannya tersebut.


"Lebih baik kamu fokus mengurus perusahaan. Jangan sampai ada orang jahat yang memanfaatkan situasi ini dan membuat perusahaan mengalami masalah. Mungkin nanti setelah semuanya aman terkendali, kita bisa ke luar negeri untuk berobat agar aku bisa berjalan lagi."


Merasa bahwa semua yang dikatakan oleh Tsamara masuk akal, sehingga saat ini harus bersabar untuk menyembuhkan kelumpuhan yang dialami oleh wanita dengan hijab berwarna gelap tersebut.


"Aku bisa besar kepala begitu mendengarmu mengatakan hal itu." Tsamara saat ini merasa sangat bahagia karena pria yang dulu membenci dan bersikap kasar padanya, telah berubah menjadi lebih manis.


Hingga kalimat terakhir dari pria itu, hanya ditanggapi dengan tersenyum simpul.


"Aku hanya ingin kamu menurutiku dalam hal satu hal. Itu karena menyadari bahwa apapun yang kamu lakukan merupakan hal baik." Zafer menginginkan satu hal dan berharap Tsamara mau menuruti permintaannya.

__ADS_1


Saat ini, Tsamara terlihat mengerutkan kening sekaligus merasa penasaran dengan apa yang baru saja diungkapkan oleh pria yang kini membuatnya merasa lega.


"Apa? Memangnya kamu ingin aku menuruti perintah apa?"


"Pakailah pakaian dengan warna-warna cerah yang dulu kubelikan untukmu. Jika dulu kamu beralasan tidak enak pada Rayya, sekarang wanita itu telah bahagia dengan selingkuhannya. Apa kamu bersedia?" tanya Zafer yang kini ingin melihat Tsamara merubah penampilan agar terpancar kebahagiaan diri.


Sementara itu, Tsamara kini tanpa ragu langsung menganggukkan kepala tanda setuju karena memang sudah tidak ada lagi alasan untuk menolak keinginan suami yang telah menerimanya menjadi istri sesungguhnya.


"Baiklah. Mulai besok, aku akan memakainya. Apa sekarang kamu senang?"


Refleks Kenzo meraih telapak tangan Tsamara dan melabuhkan sebuah kecupan lembut di punggung tangan itu. Tidak ada kebahagiaan yang lebih dari ini saat mempunyai seorang istri seperti Tsamara.


"Iya, aku sangat senang sekaligus bahagia. Terima kasih, Sayang. Mulai hari ini, aku berjanji akan menjadi suami yang baik dan bertanggungjawab padamu, Keanu dan anak-anak kita nanti."


"Aamiin ya rabbal alamin," sahut Tsamara yang kini tersenyum simpul saat merasa bahagia dengan semua yang ia lihat dari perubahan sikap seorang suami.


'Terima kasih ya Allah. Akhirnya Engkau memberikan hadiah pada suamiku dengan memberikan cobaan bertubi-tubi seperti ini.'

__ADS_1


'Semua kejadian yang menimpa keluarga Dirgantara kini ada hikmahnya karena suamiku telah berubah menjadi seorang pria bertanggungjawab seperti yang diharapkan oleh papa dan mama.'


To be continued...


__ADS_2