
Sementara itu, Tsamara yang berusaha untuk menghentikan perbuatan gila Zafer, tetapi gagal melakukan karena kekuatan tidak sebanding dengan pria yang dikuasai oleh amarah dan sudah menyingkirkan semua yang berada di tubuhnya.
Tsamara bahkan merasa sangat malu saat ini karena Zafer mengarahkan tatapan lapar dan ia bukan merupakan wanita perawan yang tidak tahu apa-apa setelah seorang pria melucuti pakaiannya.
Bahkan Tsamara merasa tersiksa karena tidak bisa membuka mulut untuk berteriak dan mengungkapkan semua dengan pukulan semata. Tsamara berharap Zafer tidak melakukan hal yang sangat ditakutkan, yaitu memaksanya untuk melayani hasrat pria yang merupakan suaminya tersebut karena merupakan istri sah yang mempunyai kewajiban untuk memenuhi keinginan suami.
Tsamara yang tidak bisa membuka suara karena khawatir jika putranya terbangun dari tidur beberapa kali menggelengkan kepala, agar Zafer mengurungkan niat untuk memperkosanya.
Meskipun itu tidak bisa dibilang dengan sebuah perkosaan karena mereka berstatus sebagai sepasang suami istri. Namun, Tsamara menganggap seperti itu karena mendapatkan sikap kasar dan pemaksaan dari Zafer yang menjilat ludah sendiri.
Karena sampai sekarang Tsamara masih mengingat bahwa sebelumnya Zafer mengatakan jika pria itu tidak pernah sekalipun memaksa wanita untuk melayani nafsu di atas ranjang.
Namun, hari ini semua itu seolah sirna karena perbuatan memaksa untuk melayani hasrat dengan cara kasar dan sama sekali tidak ada kelembutan.
Berkali-kali Tsamara menggelengkan kepala dan berharap Zafer mau mengerti bahwa saat ini tidak ingin melayani pria itu sebagai suami yang meminta hak.
"Jangan lakukan itu!" Akhirnya Tsamara meloloskan kalimat dari bibir, meskipun sangat lirih karena khawatir jika putranya terbangun.
Apalagi saat ini posisinya tidak memakai selembar benang pun di tubuh karena tadi Zafer dengan sangat kasar melepaskan.
Zafer yang baru saja membaringkan Tsamara di atas sofa, sama sekali tidak memperdulikan penolakan wanita yang tidak berdaya tersebut.
Saat ini, ia bahkan berdiri menjulang di hadapan wanita yang bahkan tidak bisa kabur darinya karena kondisi kaki yang cacat.
__ADS_1
Ini adalah pertama kali merasakan sangat senang karena Tsamara hanyalah seorang wanita cacat yang tidak bisa kabur ataupun menolaknya.
Bahkan saat ini hanya tersenyum smirk ketika berhasil memanjakan mata dengan setiap sudut tubuh wanita yang terbaring lemah di atas sofa tersebut tidak memakai apapun untuk menutupi diri seperti biasa dengan penampilan tertutup.
'Ternyata istriku sangat cantik dan memiliki tubuh yang indah. Bahkan jauh lebih seksi dari Rayya.' Zafer tidak berkedip menatap tubuh telanjang sang istri yang masih terlihat menolak karena berkali-kali menggelengkan kepala.
Seolah berpikir bahwa usaha tersebut akan menghentikannya atas niat untuk menyalurkan gairah di pagi hari ini.
'Kenapa aku baru menyadari bahwa memiliki Seorang istri yang sangat cantik? Bukankah ini sangat sayang untuk dilewatkan? Aku adalah orang yang bodoh jika sampai menyia-nyiakan memiliki istri yang sangat seksi.'
Bahkan Zafer bergumam sendiri di dalam hati sambil berkali-kali menelan saliva ketika otaknya sudah travelling kemana-mana ketika membayangkan berhasil menyatukan diri dengan Tsamara yang memiliki tubuh sangat seksi dan juga paras cantik dengan rambut hitam berkilat tergerai di bawah bahu.
Bahkan sesuatu di bawah sana sudah menegang dan terasa sangat sesak. Seolah ingin segera dilepaskan dari sarang, sehingga ia tidak ingin membuang-buang waktu.
Ingin membuat wanita yang selalu menolak dan bersikap arogan tersebut menyerah. Kini, ia saat ini sudah membungkuk dan melaksanakan niat untuk memberikan sensasi kenikmatan.
Ia bahkan tidak memperdulikan rasa nyeri pada kepala ketika rambut ditarik dengan sangat kuat oleh Tsamara yang mencoba untuk melawan.
Hingga tersenyum smirk ketika berhasil membuat Tsamara bergelinjang hebat dan melepaskan rambut yang tadi ditarik dengan sangat kuat.
Zafer yang sebelumnya menatap pada bagian wanita yang semalam mengatakan memiliki penyakit di sana, tetapi setelah hari ini melihat tidak ada apapun, sehingga membenarkan bahwa perkataan dari sang ibu memang benar adanya.
Karena sekarang dengan jelas bisa membuktikan sendiri bahwa Tidak memang berbohong karena tidak ingin melayaninya sebagai seorang istri. Hal itu semakin membuatnya memacu diri untuk menaklukkan Tsamara.
__ADS_1
Jadi, saat ini berpikir tidak akan melepaskan apa yang sudah menjadi santapannya, sehingga sudah sibuk memanjakan indra perasa dengan cara membuat tubuh Tsamara bergerak seperti cacing kepanasan.
Merasa bahwa sebentar lagi kemenangan akan didapatkan karena berhasil membalas dendam pada Tsamara dan juga menunjukkan kekuatan demi membuktikan lebih baik dari pria yang tak lain bernama Rey tersebut.
Sementara itu, Tsamara yang beberapa saat lalu masih terus mencoba untuk melindungi diri agar Zafer tidak semakin berbuat gila, tetapi gagal melakukan begitu pria itu menyerang titik paling sensitif dan seketika terasa seperti mendapatkan penyiksaan manis dari pria di bawahnya yang terus sibuk di sana.
Tsamara yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak merasakan puncak kenikmatan, saat ini otak tidak sinkron dengan respon tubuh.
Meskipun ia masih berusaha untuk menolak perbuatan suaminya tersebut, tetapi di sisi lain menikmati perbuatan pria itu. Apalagi sudah lama tidak merasakan puncak kenikmatan yang dikirimkan oleh seorang pria.
Saat ini, sangat membenci diri sendiri karena sangat menikmati dan ingin pria di bawahnya tersebut tidak berhenti dan melanjutkan yang lebih dari itu.
'Tidak! Aku tidak boleh seperti ini! Kenapa aku menikmati perbuatannya? Padahal jelas-jelas pria ini sama sekali tidak mencintaiku dan hanya ingin membalas dendam,' gumam Tsamara yang saat ini masih berusaha untuk menyadarkan diri agar tidak terbuai dengan perbuatan Zafer.
Namun, gagal melakukan hal itu begitu merasakan definisi orgasme yang spektakuler dan membuat dirinya meledak seperti petasan. Bahkan saat ini ia bergelinjang hebat saat mencapai puncak pertamanya hanya dengan sentuhan dari Zafer.
Bahkan seolah tidak memberikan kesempatan untuk menormalkan diri ketika mencapai *******, Tsamara bahkan saat ini sudah memejamkan mata dan memilih untuk menikmati apapun yang saat ini dikirimkan oleh Zafer ketika masih tidak berhenti memberikan penyiksaan manis padanya.
Tsamara saat ini merasa seperti melayang ke puncak nirwana atas perbuatan Zafer yang masih sibuk membuat urat syarafnya menegang dan memanas.
Bahkan deru napas memburu terdengar jelas menghiasi ruangan kamar penuh keheningan tersebut karena dari tadi Tsamara menahan diri untuk tidak mendesah ataupun merintih ketika merasakan sentuhan penuh kenikmatan dari Zafer.
Hingga saat berusaha untuk menormalkan deru napas, Tsamara merasakan jika Zafer sudah melepaskan kuasa, sehingga saat ini membuka mata dan ingin melihat apa yang dilakukan pria itu ketika berhenti.
__ADS_1
Zafer saat ini tersenyum puas karena berhasil menaklukkan Tsamara dengan cara memberikan penyiksaan manis hingga merasakan puncak kenikmatan, sehingga berpikir bahwa saat ini adalah gilirannya untuk merasakan hal yang sama.
To be continued...