Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Satu kesempatan


__ADS_3

Kini, Rayya benar-benar terkejut ketika pria yang selama ini dicintai mengatakan bahwa rencana itu hanya bisa berhasil jika mereka berdua harus berpisah untuk sementara waktu.


Satu bulan? Bagaimana mungkin ia bisa bertahan tanpa bertemu sang kekasih selama sebulan?


"Apa kamu gila? Ini masalahmu dengan wanita itu, tapi kenapa aku selalu harus menyerah untuk tidak mengenalmu dan apa yang kamu katakan sebelumnya? Sebulan?"


"Kamu benar-benar tidak membiarkanku melihatmu selama sebulan? Kamu benar-benar gila!"


"Zafer, aku sangat membencimu!"


Amarah Rayya meledak, mengatakan semua hal dengan jeritan, tidak peduli jika ada orang lain yang mendengarkan di luar sana.


"Sayang, tenang. Tolong jangan berteriak!"


Zafer dengan cepat berdiri, berjalan ke arah Rayya dan mencoba meraih tangannya, tetapi wanita itu dengan cepat menepisnya.


"Jangan sentuh aku!" Kata-kata Rayya terdengar sangat mewakili perasaannya saat ini dan memecah kesunyian ruangan.


Saat Zafer mengacak rambutnya frustasi, ia sudah tahu kalau sang kekasih pasti akan menolak seperti itu. Zafer sangat mengenal Rayya.


Ia tahu seperti apa sang kekasih. Jadi, sudah menduga jika ini akan terjadi. Bahwa respon Rayya akan langsung marah seperti itu.


"Tolong mengerti. Aku ingin kamu mengalah karena semua ini juga kuakukan demi hubungan kita."


Zafer masih mencoba berbicara dengan tenang. Ia tidak ingin meledak dan sepertinya Zafer tidak akan pernah marah pada Rayya


"Mengalah katamu? Aku sudah banyak mengalah akhir-akhir ini. Apa kamu lupa bahwa aku mengalah agar bisa menikahi wanita lumpuh itu?"


"Aku juga membiarkanmu tinggal di rumah yang sama dengannya, meskipun hatiku sangat sakit."


"Aku mencoba mengerti ketika kamu mengatakan tidak bisa datang ke rumahmu lagi karena takut ayahmu mengetahuinya. Namun, sekarang kamu mengatakan aku masih harus mengalah lagi?"


"Selalu aku yang harus mengalah! Aku lagi, tapi tidak pernah protes sedikit pun. Aku sering marah, tapi pada akhirnya aku mengalah."

__ADS_1


"Aku juga memiliki hati, Zafer. Aku tidak bisa terus dipandang rendah seperti ini. Aku benci merasa seperti aku yang kedua setelah kamu menikahi wanita itu. Akulah yang bertemu denganmu sebelum wanita itu!"


Hati Rayya sangat hancur saat ini Bagaikan kaca yang hancur berkeping-keping. Sebagai orang yang pertama kali mengenal Zafer, tentu saja ia sangat marah ketika mengalami kejadian seperti ini.


Bahkan Rayya merasa hanya menjadi wanita selingkuhan Zafer. Bahkan sudah lama menjalin hubungan dengan pria itu. Tidak bisakah Zafer menceraikan wanita cacat itu dan memohon kepada ayahnya untuk menerimanya ke dalam keluarganya?


Ia benar-benar lelah dengan hubungan seperti ini.


"Sayang, tolong dengarkan aku. Aku berjanji ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Aku harus menjaga jarak dalam hubungan kita dulu untuk mendapatkan kepercayaan papa"


"Aku harus membuatnya percaya bahwa sekarang sudah berubah dan tidak akan menyia-nyiakan waktunya. Dengan begitu, papa pasti akan memberikan hartanya padaku."


“Namun, sambil mendapatkan kepercayaannya, juga akan mencari banyak kesalahan Tsamara. Aku akan mencari bukti mengenai apa kelemahan wanita itu. Atau keburukannya, jadi bisa kuberikan kepada papa."


"Aku bahkan akan mempekerjakan seseorang untuk mengikutinya ke mana pun dia pergi. Aku berjanji akan menemukan segala cara untuk membuat orang tuaku membencinya."


“Aku mohon, sekali ini saja. Percayalah padaku dan menyerahlah untuk sementara demi hubungan kita."


"Kita bisa terus mengirim pesan dan menelpon, tetapi untuk bertemu, kita harus menundanya selama sebulan. Bisakah kamu melakukannya untukku? Bisakah kamu mempertahankan hubungan kita?"


Rayya tidak menolak ketika Zafer meraih tangannya, tetapi wanita itu memalingkan muka dari pria yang terpahat sempurna itu.


Ada beberapa air mata yang jatuh di pipi karena kesedihan yang saat ini meresap ke dalam hatinya.


Saat ini, Rayya benar-benar terluka, tapi setelah mendengar semua penjelasan Zafer tadi, sepertinya semuanya masuk akal dan tidak ada yang salah dengan rencana pacarnya.


Bahkan ia merasa bahwa rencana ini adalah rencana terbaik karena tidak ada manusia yang sempurna. Ia percaya bahwa Tsamara pasti memiliki kelemahan.


Namun, ia tidak dapat berpisah selama itu dari sang kekasih yang sangat dicintai.


"Sayang, lihat aku."


Zafer mencoba meraih dagu Rayya untuk segera melihatnya. Bahkan sekarang menarik napas dalam-dalam ketika tidak merasakan perlawanan dari wanita itu.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu. Sebenarnya, hanya ada kamu di hatiku. Aku akan menikahimu, Sayang. Itu adalah janjiku padamu. Tolong bantu aku sekali ini saja, oke? Cobalah untuk mengerti bahwa aku melakukan ini untukmu juga. "


Rayya menatap netra dengan iris tajam di depannya. Bahkan, ia tahu bahwa Zafer-lah yang tampak tulus ketika berbicara.


Pria yang sangat dikagumi dan memahami setiap kata itu Rayya yakin. Akhirnya, setelah berpikir panjang, ia sedikit mengangguk.


Rayya setuju dengan rencana itu. Meskipun tidak tahu apakah bisa menahan kerinduan tanpa bertemu selama sebulan.


"Baiklah. Aku harap bisa menahan rindu ketika tidak bertemu. Apalagi sejauh ini, belum berpisah lebih lama dari beberapa hari. Bahkan tidak melihat sehari pun terasa seperti setahun, tapi aku harus bertahan selama sebulan tanpa melihatmu."


Rayya yang sebenarnya sangat kesal dengan wanita yang telah menghancurkan hidupnya itu, kini sibuk memaki di dalam hatinya untuk mengungkapkan emosinya.


'Aku berharap wanita itu benar-benar dibenci oleh papa Zafer, sehingga bisa menjadi istri keturunan Dirgantara. Aku hanya mencintai Zafer Dirgantara dan tidak ingin menikah dengan pria lain.'


'Kali ini rencana Zafer harus berhasil. Perempuan cacat itu pasti merasakan penderitaan yang aku rasakan,' gerutu Rayya kini mengarahkan tatapan tajamnya pada sosok laki-laki berwajah rupawan di hadapannya.


Sementara itu, Zafer kini tersenyum lega melihat respon wanita yang sangat ia cintai yang mengangguk setuju.


Aku berjanji padamu, Sayang. Papa akan segera mengusir wanita cacat itu. Aku akan membuatnya menyesal dan pergi dari hidupku,” bisik Zafer yang kini sibuk membelai lembut punggung tangan sang kekasih.


Mengungkap bahwa ia saat ini berusaha untuk menepati janjinya kepada wanita yang sangat dicintai.


Zafer merengkuh tubuh seksi Rayya ke pelukan untuk menenangkan perasaan wanita cantik yang sangat dicintai.


Sementara itu, Rayya selalu lemah dan kini membenamkan wajah di dada bidang Zafer. Tentu saja ia bisa mencium aroma maskulin dari sang kekasih.


"Hanya satu kali ini saja, Zafer. Aku akan memberikan kesempatan terakhir. Jika tidak berhasil juga, aku akan pergi darimu "


Refleks Zafer menelan ludah dan membuatnya merasa sangat bingung karena tidak ingin kehilangan Rayya. Jadi, ia bertekad untuk segera menyingkirkan Tsamara dari hidupnya.


To be continued...


...

__ADS_1


__ADS_2