Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Keluarga Bagaskara


__ADS_3

Zafer yang sudah tiba di depan mobil, langsung masuk ke dalam dan melajukan kendaraan roda empat tersebut menuju ke apartemen.


"Entah mengapa perasaanku tidak enak. Apa terjadi sesuatu pada Rayya?" Zafer yang menatap lurus ke depan saat mengemudi, memilih untuk kembali menghubungi nomor sang kekasih.


Namun, seperti beberapa saat lalu, masih tidak ada jawaban dan semakin membuatnya merasa yakin ada sesuatu yang terjadi. Ia kini semakin menambah kecepatan laju mobil karena ingin segera tiba di apartemen sang kekasih.


Sementara itu di rumah, yaitu tepatnya di ruang makan, Tsamara yang merasa menjadi istri tidak dianggap oleh sang suami, kini merasa sesak di dada dan suara seperti tercekat di tenggorokan.


Saat memikirkan hal yang berhubungan dengan sang suami, ia selalu teringat akan dosanya di masa lalu.


'Terimalah karma dari perbuatannya yang berselingkuh dengan Rey ketika masih menjadi istri dari Akbar. Jadi, jangan mengeluh dan menangis karena semua ini sangat pantas kau dapatkan.'


Lamunan Tsamara seketika buyar begitu mendengar suara dari mertua yang juga tengah menatap dengan tatapan bersama dan penuh penyesalan.


"Maafkan ulah Zafer. Mama harap kamu sekarang bersabar dan suatu saat nanti kehidupan lebih baik kamu rasakan. Bukankah orang sabar itu disayang Tuhan? Jadi, serahkan saja semuanya pada yang lebih berkuasa."


Erina kini mengusap punggung tangan sang menantu, untuk mencoba menenangkan perasaan wanita dengan wajah pucat itu.


Adam Dirgantara yang sebenarnya dari tadi sudah sangat lapar, masih menahan karena dua wanita yang saat ini sedang berkeluh kesah.


"Akan lebih baik kamu tinggal bersama kami di rumah utama bersama Keanu. Biarkan Zafer tinggal di rumah ini dengan wanita itu." Adam merasa itu adalah keputusan terbaik.


Refleks Tsamara hanya menganggukkan kepala karena menyetujui apapun yang dikatakan oleh pria paruh baya tersebut. Kemudian ia menatap ke arah meja yang sudah ada makanan tersaji di sana.


"Makanan sudah dingin dan tuan Zafer telah pergi. Waktu makan malam juga sudah terlewat. Pasti Papa dan Mama sudah lapar, bukan?" Tsamara kini berniat untuk memutar kursi roda.


"Aku akan memanggil Keanu dulu dan kita makan bersama." Namun, ia tidak jadi melakukan ketika dilarang oleh pria paruh baya tersebut.

__ADS_1


"Biar aku yang memanggil Keanu. Kamu di sini saja." Tanpa menunggu respon dari Tsamara, Adam kini memilih untuk meninggalkan dua wanita tersebut.


Sementara itu, Erina yang sebenarnya dari tadi merasa risi dengan panggilan menantunya itu pada Zafer yang merupakan suami, akhirnya memilih untuk mengatakan pendapat.


"Tsamara."


"Iya, Ma." Tsamara kini menoleh pada wanita paruh baya yang terlihat seperti di penuhi berbagai macam pikiran.


"Mama tidak akan memaksamu karena kamu nyaman atas segala sesuatu yang menurutmu benar. Namun, mengenai panggilan tuan pada suami sendiri, rasanya seperti menyakiti gendang telingaku." Erina ingin melihat respon seperti apa dari Tsamara.


Namun, sang menantu masih belum menjawab dan akhirnya ia pun kembali berbicara, agar Tsamara tidak salah paham. "Mama harap kamu tidak memanggil seperti itu ketika berada di depan wanita bernama Rayya."


"Mama tahu jika kalian menikah karena terpaksa dan tidak ada cinta, tetapi jangan memperlihatkan sikap lemah di depan Rayya. Kamu adalah istri sah dan harus memiliki kuasa yang lebih dari wanita yang hanya akan menjadi istri siri tersebut."


Tsamara sebenarnya saat ini berpikir, ingin segera bisa berjalan dan bercerai dengan Zafer. Jadi, tidak akan memikirkan hal lain selain itu. Terkesan memanfaatkan, tetapi berpikir bahwa itu adalah jalan yang terbaik.


Padahal sesungguhnya ingin mengatakan bahwa posisinya saat ini bahkan jauh lebih buruk dari istri siri karena kehadirannya sama sekali tidak diharapkan oleh sang suami yang membenci.


Tsamara saat ini memilih untuk mengalihkan kesedihan dengan cara melayani mertuanya dengan baik. "Apa nasinya sudah cukup, Ma? Biar sekalian aku ambilkan untuk papa."


Saat Tsamara melihat mertuanya menggelengkan kepala, ia lalu melakukan hal yang sama pada piring lainnya. Tentu saja dengan porsi berbeda karena pria jauh lebih banyak makan dari pada seorang wanita yang sering melakukan program diet untuk menjaga bentuk tubuh.


Kemudian ia melihat pria paruh baya yang menggendong Keanu dan langsung duduk di tempat yang kosong.


"Cucuku tadi mengatakan sangat lapar. Biar aku yang menyuapinya." Adam melihat ke arah piring kosong dan berniat untuk mengambil nasi.


Akan tetapi, tidak jadi melakukan karena Tsamara sudah memberikan piring berisi nasi.

__ADS_1


"Seharusnya aku saja yang menyuapi Keanu. Pasti Papa sudah lapar." Tsamara merasa tidak enak karena merepotkan mertuanya yang bagaikan malaikat tersebut.


Tsamara sebenarnya saat ini merasa takut jika suatu saat sikap mertuanya berubah setelah kelahiran dari cucu asli.


"Tidak apa-apa. Aku bisa menahan lapar, tetapi tidak ingin cucuku kelaparan." Adam kiini mengambil sayur dan ayam goreng.


Kemudian mulai menyuapi Keanu dengan sesekali mengajak bercanda, agar mudah saat makan.


Sementara itu, Tsamara saat ini tidak berselera makan karena memikirkan berbagai macam kemungkinan buruk setelah mendengar kabar bahwa kekasih gelap dari sang suami telah hamil.


"Terima kasih, Pa, Ma karena telah menerima kami yang merupakan orang asing sebagai keluarga. Apakah kalian masih akan menganggap Keanu sebagai cucu setelah wanita bernama Rayya melahirkan?" Tsamara menyadari bahwa pertanyaannya terdengar sangat bodoh dan mempermalukan diri sendiri.


Akhirnya ia merutuki kebodohannya sendiri karena takut pada sesuatu yang belum terjadi. "Maaf, aku sama sekali tidak bermaksud apapun. Lupakan saja pertanyaan yang tadi, Pa."


"Keanu selamanya akan menjadi cucu di sulung di keluarga Dirgantara. Aku berharap Keanu bisa menjadi contoh yang baik untuk adiknya. Jadi, kasih sayang kami pada putramu tidak akan hilang ketika mendapatkan cucu lain." Erina berbicara dengan tulus karena bisa mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh Tsamara.


Erina tadi memberikan kode pada sang suami, agar diam karena ingin menjelaskan sendiri tentang ketakutan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh sang menantu.


Refleks Tsamara merasa sangat terharu sekaligus bahagia karena masih ada orang-orang yang menyayangi Keanu dan menganggap seperti cucu sendiri.


"Keanu tidak pernah merasakan kasih sayang dari mertuaku. Jadi, sangat beruntung mendapatkan dari Papa dan Mama."


Adam yang baru saja menyuapi Keanu, mengerti dengan perkataan dari Tsamara karena sudah menyelidiki semuanya.


"Keluarga Bagaskara juga akan menerima karma dari perbuatan mereka. Biarkan hukum alam bekerja sendiri. Lebih baik kamu menjadi penonton saja, Tsamara."


Tsamara kini merasa penasaran tentang pria di sebelahnya tersebut. "Apakah kalian sudah mengetahui tentang keluarga Bagaskara?"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2