Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Miris


__ADS_3

Tsamara saat ini merasa malu pada mertua dan juga Zafer setelah kejadian hari ini. Begitu melihat video kebersamaan di atas ranjang, yang seolah menunjukkan sisi baik dari seorang pria arogan yang selama ini sangat kasar.


Bahkan dianggap tidak berperikemanusiaan karena selalu berbicara kasar dan menyakiti perasaannya, tetapi setelah melihat ada nurani yang menunjukkan belas kasih, sedikit menghibur perasaan yang terluka sekaligus dipenuhi oleh kekhawatiran.


Ada sesuatu yang mengganggu perasaan Tsamara saat ini. Meskipun bukan lagi seorang gadis remaja yang mungkin akan mudah jatuh cinta dengan perbuatan romantis dari seorang pria, tetapi saat ini hati Tsamara terasa menghangat mengingat bahwa Zafer bukanlah seorang pria jahat sepenuhnya.


'Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika tuan Zafer ternyata bisa melakukan hal baik untukku. Meskipun saat berbicara selalu kasar, tetapi ketika tidak sadar, melakukan hal baik karena tidak tega melihatku menggigil kedinginan semalam.'


Saat Tsamara sibuk dengan pikiran sendiri, hal berbeda ini dirasakan oleh Zafer karena berpikir tidak bisa lagi berbuat seenaknya pada wanita yang selalu memancing amarah tersebut.


Itu karena orang tuanya dari tadi menggoda habis-habisan. Bahkan sampai tidak bisa berkomentar apapun.


"Apa yang sebenarnya kamu lakukan semalam? Bagaimana bisa kamu tidur memeluk Tsamara? Kami sudah mengetahui semuanya dan tidak perlu kamu tutupi lagi!" Adam menegaskan bahwa sandiwara yang dilakukan oleh putranya telah gagal dan diketahui olehnya.


"Aku tahu bahwa rumah tangga kalian tidak seperti orang lain karena semenjak menikah sampai sekarang tidur di kamar berbeda. Namun, kami sama sekali tidak pernah menyangka jika di malam hari saat kamu akan menikah, malah berakhir di atas ranjang Tsamara."


"Sepertinya takdir telah mempermainkan hidup Tsamara karena harus merelakan kebahagiaan direnggut secara paksa. Tidak ada lagi kebahagiaan yang dirasakan semenjak mengalami kecelakaan."


"Jadi, Papa akan berusaha untuk memberikan yang terbaik pada Tsamara agar bisa kembali berjalan seperti dulu lagi." Adam menjeda ucapannya sejenak karena ingin melihat ekspresi dari putranya yang dari tadi hanya diam saja.


Akhirnya melanjutkan perkataan untuk sekali lagi memberitahu sebuah ide demi menyadarkan putranya.


"Setelah kembali berjalan lagi, akan mengurus perceraian kalian dan membiarkan Tsamara membuka lembaran baru bersama pria lain yang bisa mencintai dan menerima Keanu seperti putra kandung sendiri."

__ADS_1


"Bahkan bila perlu, akan mencarikan jodoh dari beberapa anak rekan bisnis yang mungkin sedang mencari pasangan. Tentu saja kali ini akan bertanya dan tidak akan memaksa. Kami akan membebaskan Tsamara untuk memilih sendiri pasangan yang cocok dan diyakini bisa hidup mereka."


Kemudian Adam Dirgantara melihat ekspresi dari wajah sang istri yang sangat kecewa begitu mendengar apa yang baru saja disampaikan. Ia mengetahui bahwa wanita yang sudah menemaninya dari titik nol sampai sukses seperti sekarang, sangat menyukai Tsamara dan berharap tetap menjadi menantu.


Namun, tidak ingin menyiksa menantu dengan cara menjerat melalui kasih sayang, Adam ingin menyadarkan pada sang istri bahwa yang mereka lakukan salah.


"Meskipun nanti Tsamara menikah dengan pria lain, tetap kita yang menjadi orang tuanya, Sayang. Aku tahu bahwa kamu sangat menyayanginya seperti putri kandung sendiri, tetapi sangat salah jika kita membiarkannya hidup menderita dengan pria arogan ini."


Erina saat ini mengalihkan pandangan pada putra satu-satunya tersebut, berharap jika Zafer menyadari kesalahan dan mengatakan tidak mengizinkan Tsamara menikah dengan pria lain.


"Sepertinya kamu memang benar, Sayang. Sebagai orang tua yang baik, memang sudah seharusnya ingin memberikan kebahagiaan pada putrinya. Setelah melihat Tsamara bahagia, kita sudah tidak dipenuhi rasa bersalah yang selama ini membuat kita tidak bisa tidur nyenyak."


Erina saat ini ingin melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh menantu kesayangan tersebut untuk menanggapi rencana dari sang suami ketika ingin membebaskan penderitaan yang diciptakan oleh keluarga mereka.


"Bahkan jika ada seorang pria yang mau menerimamu ketika masih berada di kursi roda, sudah sangat dipastikan bahwa pria itu sangat luar biasa dan pantas dipertahankan. Jadi, saat nanti kamu berjalan akan menambah kebahagiaan." Erina terlihat sangat bersemangat untuk mencarikan jodoh pada menantunya tersebut.


Meskipun menyadari bahwa ulah mereka sangat konyol karena membahas mengenai jodoh untuk menantu. Namun, semua itu memang ditujukan pada Zafer agar menyadari bahwa kehilangan Tsamara adalah hal yang pantas untuk disesali.


Berharap putra mereka akan mengetahui bahwa Tsamara adalah wanita yang pantas untuk dimiliki dan dicintai oleh seorang pria baik.


Tidak pernah terpikirkan untuk menikah lagi setelah gagal membina biduk rumah tangga bersama Rey, seolah menyisakan luka mendalam dan rasa trauma pada Tsamara saat ini.


Ditambah lagi pernikahan penuh kepalsuan yang harus dialami setelah cacat, seolah menambah kesempurnaan dari luka yang sangat besar di hati.

__ADS_1


Refleks Tsamara menggelengkan kepala karena sama sekali tidak berniat untuk menikah lagi. Bagi Tsamara, memiliki Keanu sudah sangat cukup dan lebih bahagia dari apapun.


"Aku ingin menjadi single parent untuk Keanu dan sama sekali tidak pernah berpikir untuk menikah lagi, Pa, Ma. Jadi, Jangan lakukan apapun untukku, demi bisa menikah dengan pria lain."


"Aku akan fokus mengurus Keanu dan juga membesarkan bisnis catering yang saat ini mulai berkembang karena bantuan Mama, sehingga memiliki pelanggan yang bertambah banyak."


Raut wajah penuh kekecewaan terlihat dari pasangan suami istri paruh baya tersebut. Mereka merasa bersedih jika Tsamara hidup sendiri seumur hidup hanya dengan putranya.


Namun, mereka menyadari bahwa Tsamara memiliki hak untuk memilih dan bersuara mengenai apa yang ingin dilakukan.


Akhirnya mereka memilih untuk membiarkan Tsamara mengambil keputusan yang dianggap benar.


"Baiklah. Kami tidak mungkin memaksamu. Semua itu adalah pilihanmu. Jika menurutmu itu adalah hal terbaik, kami tetap akan mendukung meskipun berat karena ingin sekali melihatmu lebih bahagia dengan memiliki suami yang bertanggung jawab dan mencintaimu."


Akhirnya Erina mengungkapkan apa yang ada di pikiran dengan suasana hati yang tidak baik karena merasa sangat iba dengan nasib menantu kesayangan.


Sementara itu di sisi lain, Zafer yang tadi tidak bisa menjawab saat digoda oleh orang tua dan tertampar ketika mengatakan bahwa akan mencarikan jodoh untuk Tsamara, sedangkan saat ini masih sah menjadi istrinya.


"Jika dipikirkan baik-baik, ulah Papa dan Mama benar-benar sangat konyol. Dulu memaksaku untuk menikah, tetapi sekarang sangat lembut tanpa pemaksaan ketika bersama Tsamara. Bahkan saat ini status kami masih sah sebagai suami istri, tetapi orang tua sendiri malah berpikir ingin mencari menantu lain."


"Haruskah aku tertawa dengan situasi saat ini? Ataukah merasa miris dengan apa yang dilakukan oleh orang tua sendiri karena selalu berbuat sesuka hati dengan memaksakan kehendak pada putra kandung sendiri?"


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2