
Tsamara sama sekali tidak pernah menduga jika Zafer akan berbuat gila di dalam mobil dan menginginkan untuk melakukan sekali lagi di tempat umum.
Tentu saja membuatnya ingin menyadarkan pria di hadapan tersebut yang masih mengarahkan tatapan menyeringai seolah ingin memangsa habis-habisan dan mengoyak tubuhnya.
"Jangan gila! Apa kamu sudah tidak punya akal sehat? Hingga berniat untuk melakukan di sini? Ini tempat parkir Mall yang banyak dilalui orang dan pastinya bisa melihat apa yang kamu lakukan karena kaca mobil ini tembus pandang."
Tsamara bahkan saat ini mendorong dada bidang Zafer agar segera menyingkir dari hadapan dan kembali ke tempat semula."
Berharap kemurkaan yang baru saja ditunjukkan bisa membuat pria itu menghentikan kegilaan.
Sementara itu, Zafer yang masih tidak beranjak dari tempat dan berada pada posisi intim dengan Tsamara, seketika menangkap penolakan wanita itu yang tidak sepenuhnya menolak.
"Jadi, jika kita berada di tempat sepi dan mobil ini tidak tembus pandang, Apakah kamu tidak merasa keberatan? Sepertinya besok aku akan membawa mobil satunya yang tidak akan bisa ditembus oleh pandangan manusia dan kita bisa melakukan apapun di dalam."
Zafer yang baru saja selesai menggoda Tsamara, mengedipkan mata dan merasa sangat bersemangat ketika membayangkan bisa melakukan di dalam mobil dan akan menentukan tempat mana yang tidak dikunjungi oleh banyak orang.
'Sepertinya aku harus banyak memikirkan tempat-tempat sepi untuk parkir dan bisa bercinta di dalam mobil dengan Tsamara. Hal yang belum pernah kulakukan dengan seorang wanita, lebih baik dipraktekkan dengan istri sendiri yang menganggap adalah tak lebih dari pelacur.'
'Wanita ini benar-benar sangat menyebalkan dan selalu berhasil memantik amarahku, tapi jauh lebih menarik karena bisa menjadikan alasan kemurkaan dan menghukumnya seperti ini,' gumam Zafer seketika tersadar dari lamunan begitu mendengar suara Tsamara yang dipenuhi rasa kesal.
Tsamara refleks mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada lengan kekar pria di hadapan karena salah paham pada penolakan yang baru saja diungkapkan.
__ADS_1
"Kau benar-benar seorang pria yang hanya memikirkan nafsu! Aku tidak akan pernah menuruti kegilaanmu itu! Cepat ambilkan kursi roda dan segera menghampiri Keanu karena dari siang belum makan," ucap Tsamara yang saat ini mengarahkan tangan untuk membuka pintu mobil.
Berharap Zafer tidak lagi berbuat gila dan usahanya berhasil, tetapi melihat Zafer mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Aku tetap ingin bercinta di dalam mobil, tapi di tempat sepi dan juga berada dalam kendaraan tidak tembus pandang, sehingga tidak akan ada yang melihat kita. Nanti aku akan menentukan tempat dan waktu. Jadi, kamu tidak boleh menolak."
Kemudian ia kembali melakukan panggilan pada anak buahnya. Begitu sambungan telpon diangkat, langsung mengungkapkan perintah.
"Kamu harus bawa Keanu ke parkiran karena aku ada di sini dan malas untuk masuk. Lakukan cara apapun agar anak itu mau pulang!" Zafer tidak menunggu jawaban dari salah satu orangnya karena langsung mematikan sambungan telpon dan memilih menunggu di dalam mobil.
"Bagaimana jika putraku tidak ingin pulang? Kenapa ke atas saja untuk menjemput karena pastinya akan lebih mudah jika aku yang merayu Keanu." Tsamara merasa sangat kesal karena Zafer tidak mau menuruti keinginannya.
"Jika aku bisa berjalan, tidak akan menyuruhmu membantu." Tsamara yang saat ini masih tidak mengalihkan pandangan dari Zafer, memasang wajah masam untuk melampiaskan perasaan yang masih diliputi kemarahan.
Merasa sangat geram, Tsamara bergerak untuk merebut ponsel milik Zafer dan ingin melihat apa yang membuat pria itu terlihat sangat serius.
"Aku berbicara padamu!" Tsamara menatap ke arah ponsel yang saat ini masih menyala dan seketika membulatkan mata begitu membaca mesin pencarian dari apa yang baru saja Zafer ketik.
"Apa yang kau cari ini? Tempat sepi yang jarang dilalui orang di kota ini?" Tsamara kini bisa menangkap arti dari pencarian di ponsel tersebut, seketika memijat pelipis karena Zafer benar-benar akan melaksanakan apa yang tadi dikatakan.
Bahwa Zafer ingin bercinta di tempat sepi dan berada di dalam mobil. Tentu saja membuat Tsamara merasa sangat frustasi karena hal yang dipikirkan oleh pria itu hanyalah masalah ****.
__ADS_1
Apalagi selalu menginginkan hal-hal yang tidak biasa ketika bercinta dan Tsamara sudah membayangkan bagaimana tubuhnya tidak akan bisa nyaman jika melakukan hal itu di dalam mobil.
Mungkin tidak akan berpikir berlebihan jika kondisi normal, tetapi pada kenyataan adalah hanya bisa duduk tanpa menggerakkan kaki di mobil yang pastinya akan membuat tubuhnya remuk redam akibat perbuatan Zafer.
Tsamara memilih untuk menaruh ponsel yang merupakan milik Zafer di atas dashboard mobil dan menunggu jawaban dari pria dengan tersenyum smirk tersebut. Bahkan merasa jika Zafer seperti seorang pria licik yang tengah merencanakan sesuatu untuk menghajarnya hingga remuk redam.
Bahkan saat ini pinggangnya serasa mau patah karena tadi dua ronde bercinta di hotel dengan durasi cukup lama. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika Zafer sangat memuja tubuhnya. Padahal tidak bisa melakukan apapun untuk bersikap liar seperti layaknya wanita normal.
Awalnya, ia berpikir bahwa Zafer akan bosan karena ia hanya bisa berbaring dan duduk tanpa bergerak ketika bercinta, tapi yang ada malah sebaliknya.
Tsamara merasa heran karena Zafer seperti sangat bersemangat menghajarnya dan berpikir bahwa itu adalah sebuah hukuman. Apalagi ditambah sangat murka begitu mengungkapkan pikiran yang menganggap perbuatan pria itu hanyalah menganggap sebagai seorang wanita pemuas nafsu saja.
"Kenapa merebut ponselku? Padahal aku belum menemukan tempat yang cocok untuk kita berbulan madu selanjutnya. Aku hanya mengikuti keinginanmu. Bukankah aku sudah seperti seorang pria yang membahagiakan wanitanya?"
Zafer yang sama sekali tidak memperdulikan kekesalan Tsani dan kembali meraih ponsel untuk menentukan tempat sepi yang akan menjadi tujuan utama saat bercinta nanti dengan Tsamara.
Menganggap bahwa apa yang dilakukan bisa menghilangkan kebosanan ketika menunggu Keanu kembali bersama anak buahnya.
Ada beberapa tempat yang menjadi pilihan untuk Tsamara, tetapi masih mempertimbangkan. Apalagi belum tahu kapan bisa pergi lagi karena berpikir bahwa akan sibuk dengan pekerjaan saat persiapan untuk tender besar yang ada di luar kota.
Saat mengingat akan perintah dari sang ayah untuk pergi ke luar kota bersama Rayya, Zafer ingin mengetahui bagaimana respon dari Tsamara begitu mengetahui hal itu.
__ADS_1
Kini, ia mengalihkan pandangan dari ponsel dan menatap ke arah wanita yang masih menampilkan wajah masam dengan bibir mengerucut tersebut.
To be continued...