Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Orang-orang suruhan Zafer


__ADS_3

Hari ini, Tsamara benar-benar seperti tidak mempunyai muka di hadapan para pekerja yang ada di kontrakan.


Bahkan dari tadi mencoba menghilangkan rasa malu dengan masih terus menatap ke arah kekacauan yang dibuat oleh para perampok dan diduga merupakan orang-orang suruhan dari mantan suami.


Meskipun sebenarnya di dalam hati, membenarkan pemikiran Zafer, tapi tidak mau mengakui di hadapan pria tersebut karena berpikir akan semakin sombong di hadapannya.


'Semua yang dikatakan Zafer besar kemungkinan adalah kenyataan. Hal sebenarnya yang terjadi sepertinya adalah ulah jahat dari Rey karena Ingin membuatku hancur dan bertekuk lutut di kaki pria berengsek yang dulu pernah sangat kucintai.'


Lamunan Tsamara seketika musnah begitu mendengar suara rengekan dari putranya yang dari tadi digendong oleh orang kepercayaan dan meminta turun.


"Mama."


Tsamara seketika menoleh ketika putranya berjalan mendekat setelah diturunkan oleh orang kepercayaannya. "Iya, Sayang."


Anak laki-laki itu saat ini langsung mendekati sang ibu karena melihat area dapur berantakan, langsung menarik wanita yang sangat disayangi tersebut untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Mama." Keanu akan menunjukkan memegangi perut yang saat ini berbunyi dan menandakan kelaparan karena belum sarapan. "Makan."


Tsamara yang merasa iba pada putranya karena belum sempat sarapan dan pastinya di kontrakan itu tidak ada apapun untuk dimakan karena belum siap.


Ia kini menatap sosok wanita yang berusia lebih tua darinya dan sudah menjadi orang kepercayaan selama bertahun-tahun. "Tolong belikan makanan untuk putraku dan juga semua orang."


"Kita sarapan bersama sebelum bekerja. Aku tadi tidak sempat makan di rumah mertua karena buru-buru ingin datang ke sini." Ayu sebenarnya merasa malu karena perkataan tidak sesuai dengan kenyataan.


Saat mengatakan buru-buru datang ke kontrakan, tetapi nyatanya sudah terlalu siang tiba. Tentu saja semua itu karena disebabkan oleh Zafer tadi membuatnya tidak berkutik hari ini karena mendapat hukuman untuk melayani hasrat pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.

__ADS_1


Tsamara mengeluarkan uang dari dalam dompet dan menyerahkan pada wanita berusia lebih darinya tersebut.


Sementara itu, wanita bernama Anisa tersebut menganggukkan kepala dan langsung menerima satu lembar uang yang diberikan padanya.


"Aku akan pergi sekarang. Oh ya, apakah ingin memesan makanan khusus untuk Keanu?"


Tsamara kini hanya menggelengkan kepala karena ingin memesan makanan seperti biasa. "Keanu sudah lama tidak makan bubur ayam kesukaan yang dulu setiap pagi selalu diminta. Jadi, belikan itu saja. Kalau aku, seperti kalian saja."


"Baiklah," sahut Anisa yang kini berjalan menuju ke arah pintu utama dan mengambil sepeda untuk pergi ke penjual makanan yang berada tak jauh dari kontrakan.


Tidak sulit untuk membeli sarapan di area kontrakan karena memang dekat dengan beberapa penjual makanan. Jadi, naik sepeda tidak akan membuatnya lelah.


Sementara itu, Tsamara yang saat ini tengah menyapa semua pekerja saat sibuk mengerjakan tugas masing-masing di depan karena tidak bisa menggunakan dapur yang belum dibereskan.


"Nanti kalian bisa memasak di dapur lagi setelah orang-orang suruhan suamiku datang untuk membereskan kekacauan dari penjahat yang berusaha untuk merampok tempat yang bahkan tidak ada apa-apa untuk diambil."


Tsamara bahkan melihat jika ada dua barang berharga di kontrakan masih berada di tempat semula, yaitu kulkas dan televisi. Kemudian mengarahkan kursi roda untuk mendekati mesin penyejuk tersebut dan membukanya.


Di sana, bahkan masih tersimpan bahan-bahan makanan dan sama sekali tidak ada yang berantakan seperti di dapur. "Sepertinya penjahat itu tidak membuka kulkas sama sekali."


"Iya, Nyonya. Mereka hanya menghancurkan yang ada di dapur. Padahal sebenarnya bisa membawa kulkas dan televisi jika ingin merampok karena hanya dua barang ini menghasilkan uang jika dijual."


Salah satu wanita yang baru saja mengambil air minum, menjawab dan mengungkapkan rasa heran pada apa yang dilakukan oleh para perampok semalam, sehingga berpendapat seperti itu.


Tsamara yang saat ini mengambil susu coklat kemasan dari dalam kulkas, lalu menyerahkan pada putranya. Kemudian menatap ke arah semua pekerja.

__ADS_1


"Ini adalah sebuah konspirasi untuk menghancurkanku. Jadi, pesanan hari ini tidak boleh gagal dan harus selesai sebelum makan siang." Tsamara menatap ke arah jam di dinding. "Waktu kita hanya tersisa lima jam dari sekarang dan tidak boleh membuang waktu."


"Aku tidak tahu berapa orang yang akan dikirimkan oleh suamiku, tapi kalian harus berusaha untuk menyelesaikan sebelum jam makan siang." Tsamara pertama kali memberikan ultimatum pada para pekerja karena biasanya tidak pernah seperti itu.


Jika biasanya selalu membebaskan para pekerja, asalkan selesai pada waktunya karena mempercayai mereka semua bisa melakukannya. Namun, karena insiden semalam, merasa tidak yakin apakah bisa menyelesaikan pesanan dalam waktu beberapa jam saja.


Sebenarnya ia merasa pesimis bisa menyelesaikan pesanan dari perusahaan Rey, tetapi karena tadi mendapatkan bantuan dari Zafer, sehingga tidak ingin menyerah.


Apalagi tidak ingin bertekuk lutut di bawah kaki mantan suami yang sangat dibenci dan sebenarnya merasa berterima kasih pada Zafer karena mau membantu hari ini.


"Aku akan memberikan bonus pada kalian semua setelah pesanan hari ini selesai." Tsamara berusaha untuk memberikan semangat pada semua pekerja yang terlihat seperti tidak yakin bisa menyelesaikan pesanan hari ini.


Hingga wajah-wajah tidak bersemangat tersebut terlihat berbinar begitu mendengar apa yang bos mereka katakan.


"Kami akan berusaha untuk menyelesaikan pesanan hari ini, Bos," sahut salah seorang wanita yang berusia paling tua di antara semua orang.


Tsamara menyunggingkan senyuman dan mengangkat jempol. "Terima kasih karena kalian masih bersemangat hari ini. Lanjutkan saja pekerjaan, aku akan mengajak putraku ke depan sambil menunggu orang-orang yang akan datang membantu kita."


Kemudian mengarahkan kursi roda ke pintu utama setelah mendapat anggukan kepala dari semua orang.


Tsamara sangat berharap jika orang-orang suruhan dari Tsamara segera tiba dan bekerja sama untuk menyelesaikan pesanan makan siang hari ini yang jumlahnya ratusan hari ini.


Hingga beberapa saat kemudian menunggu, Tsamara melihat Anisa datang membawa satu plastik berisi sarapan dan di saat bersamaan, ada dua mobil berwarna hitam memasuki halaman rumah.


Tsamara seketika membulatkan mata begitu melihat beberapa pria keluar dari mobil tersebut. "Apa para pria itu adalah orang-orang suruhan dari Zafer? Memangnya bisa apa mereka?"

__ADS_1


"Kenapa Zafer tidak mencarikan para wanita yang membantu?" lirih Tsamara yang saat ini merasa sangat lemas karena berpikir bahwa para pria yang dikirimkan oleh sang suami tidak akan bisa membantu pekerjaan hari ini.


To be continued...


__ADS_2