Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Membeli obat penunda kehamilan


__ADS_3

Tsamara yang merasa aneh melihat sikap Zafer seperti salah tingkah bagaikan remaja belum pernah jatuh cinta pada lawan jenis. Padahal bukan merupakan pria muda karena sudah berkali-kali berhubungan dengan para wanita dan melakukan hubungan ****.


Aneh, mungkin itu yang paling tepat dirasakan oleh Tsamara ketika masih melihat sikap Zafer. Jadi, langsung mengejek dan ingin mengetahui bagaimana respon dari pria yang berada di luar mobil tersebut.


'Bahkan ia terlihat gugup hanya dengan posisi intim denganku. Padahal kami tidak berciuman dan hanya bersentuhan wajah saja, tapi sudah seperti baru saja bercinta saja,' gumam Tsamara yang masih tidak mengalihkan pandangan dari pria dengan postur tubuh tinggi tegap tersebut.


Sementara itu, Zafer menelan ludah dengan kasar ketika mendapatkan ejekan dari Tsamara yang membuatnya seperti kehilangan harga diri karena berbicara sangat santai, sedangkan yang dirasakan saat ini seperti merasa tidak nyaman dengan cukup jantung berdebar kencang melebihi batas normal.


Namun, berusaha untuk menyembunyikan apa yang dirasakan dengan cara tertawa terbahak-bahak untuk menanggapi ejekan Tsamara.


Bahkan ia saat ini berkacak pinggang saat menatap wanita yang masih duduk di kursi depan dengan pintu mobil yang terbuka karena memang belum sempat ditutup olehnya.


Hingga beberapa saat kemudian menanggapi perkataan dari wanita yang masih tersenyum mengejek padanya.


"Sepertinya kamu berpikir aku adalah seorang remaja yang belum pernah jatuh cinta pada seorang wanita, sehingga berdebar-debar karena berdekatan denganmu. Padahal aku tadi sebenarnya ingin menciummu, tapi sepertinya kamu akan merasa malu pada para pekerja."


"Jadi, aku langsung keluar secara terburu-buru agar tidak ada yang berpikir bahwa kita sedang berciuman di dalam mobil. Bukankah kamu selalu menjaga nama baikmu karena merupakan wanita yang sudah bertobat dari kesalahan di masa lalu?"


Zafer sengaja menggunakan alasan itu untuk membuat Tsamara tidak berpikir macam-macam padanya karena saat ini hanya itulah yang terlintas di pikiran untuk membantah ejekan wanita dengan penampilan selalu tertutup mulai dari ujung kepala hingga kaki.


"Aku tadi memang mencium keningmu di depan semua orang karena itu merupakan sebuah hal yang wajar bagi suami istri, bukan? Sementara berciuman di bibir di depan semua orang akan membuatmu terlihat seperti seorang wanita yang tidak bisa menjaga martabat seperti yang kamu katakan barusan."

__ADS_1


Merasa sangat pandai bersilat lidah dengan membalikkan fakta dari perkataan Tsamara, Zafer yang beberapa saat lalu merasa gugup berdekatan secara intim, sudah berhasil menormalkan perasaan.


Zafer yang masih menatap intens wajah wanita di hadapan tersebut, kali ini tersenyum menyeringai ketika berhasil mengalahkan sikap Tsamara yang sangat datar. Hari ini, Zafer berjanji pada diri sendiri akan mengubah wanita yang berstatus sebagai istri pertama tersebut menjadi lembut dan memujanya.


Bukan lagi Tsamara yang selalu menampilkan wajah dingin dan datar ketika menanggapinya. 'Aku ingin melihat seperti apa kamu ketika berada di dalam kamar hotel saat kita bercinta.'


Tsamara sebenarnya bisa mengerti bahwa alasan yang baru saja disampaikan oleh Zafer hanyalah sebuah omong kosong semata, tapi karena tidak ingin berdebat untuk berebut benar, sehingga membuatnya hanya tersenyum simpul.


"Sepertinya aku harus berterima kasih atas kebaikanmu dan sangat menghargai semua yang kamu lakukan. Sebenarnya kita mau pergi ke mana? Apakah pulang ke rumah?"


"Enak saja pulang ke rumah setelah aku membantumu lepas dari kuasa pria sialan itu! Aku ingin melihat seperti apa kamu membalas budi padaku. Apalagi tadi mengatakan akan melakukan apapun asalkan aku mau membantumu terbebas dari Rey, bukan? Kita akan ke hotel karena di rumah tidak bisa tenang."


Zafer memilih untuk langsung menutup mobil tanpa menunggu jawaban dari wanita yang terlihat seperti sangat betah untuk menutup mulut.


Ia buru-buru masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi. Saat menyalakan mesin mobil, melirik sekilas ke arah wanita dengan penutup kepala berwarna hitam tersebut.


Merasa jika penampilan Tsamara terlihat membosankan, sehingga membuat Zafer berinisiatif untuk membelikan pakaian yang berwarna agar terkesan lebih hidup dan tidak identik dengan kegelapan.


Namun, tidak ingin membuang waktu dengan belanja sendiri di mall karena memilih untuk berduaan saja di dalam kamar hotel.


'Lebih baik aku pesan saja melalui belanja online setelah berada di hotel. Pakaian Tsamara yang serba hitam benar-benar sangat membosankan. Apakah ingin hidup dalam kegelapan seumur hidup?'

__ADS_1


'Padahal dunia ini penuh warna, begitupun juga dengan pakaian yang bisa dipilih dan menyempurnakan penampilan. Aku sangat yakin jika Tsamara akan terlihat jauh lebih cantik jika memakai gaun dengan warna cerah. Apalagi kulitnya putih mulus dan terlihat jelas ketika kutelanjangi.'


Ia yang saat ini fokus menatap ke arah jalanan ketika mengemudi, ingin sekali menepuk jidat ketika pikiran sudah dipenuhi oleh hal-hal vulgar seperti tubuh telanjang wanita di sebelahnya.


'Sialan, gara-gara satu kali bercinta dengannya, membuatku tidak bisa melupakan tubuhnya yang sangat seksi dengan kulit putih mulus,' gumam Zafer yang ingin menguraikan keheningan di dalam mobil dengan mengajak wanita di sebelah berbicara.


Meskipun berbicara tanpa menatap ke arah Tsamara, tapi Zafer menegaskan keinginannya agar wanita itu mau memenuhi apa yang diperintahkan.


"Kamu harus menepati janjimu. Bukankah itu adalah utang yang harus kamu lunasi?" Zafer akhirnya melirik sekilas untuk melihat ekspresi wajah Tsamara yang hanya diam saja dan tidak langsung menanggapi.


"Apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku?" Zafer yang kembali menatap ke arah jalanan, seketika mengerjapkan mata karena terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh wanita dengan sikap datar tersebut.


"Aku sedang menghemat tenagaku untuk melayanimu di hotel." Tsamara berbicara dengan fokus menatap jalanan tanpa menoleh ke arah Zafer yang sedang mengemudi karena sejujurnya saat ini merasa sangat jijik dengan diri sendiri.


Meskipun Zafer adalah suami sah dan tidak ada yang salah dengan sikapnya, tetapi ia merasa bahwa pria tersebut hanya tengah memanfaatkannya. Apalagi di antara mereka sama sekali tidak ada cinta dan melakukan hubungan **** karena nafsu semata.


'Zafer hanya merasa penasaran padaku, sehingga membuatnya bernafsu untuk beberapa kali menikmati tubuhku. Setelah bosan, pasti akan kembali kepada Rayya,' gumam Tsamara yang seketika menoleh ke arah Zafer.


"Berhenti sebentar!" Tsamara melihat apotek dan berniat untuk menyuruh Zafer membeli obat penunda kehamilan atau pengaman sebelum melakukan hubungan intim.


Niatnya untuk membeli secara diam-diam tanpa sepengetahuan Zafer gagal karena pria itu datang lebih awal, sehingga berpikir tidak ada salahnya mengungkapkan keinginannya.

__ADS_1


Meskipun tidak tahu apakah Zafer setuju atau tidak ketika disuruh membeli obat penunda kehamilan ataupun pengaman sebelum mereka tiba di hotel.


To be continued...


__ADS_2