Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Hanya Tuhan yang bisa menolong


__ADS_3

Tsamara terlihat tengah memikirkan tentang hal yang mengganggu pikiran karena khawatir jika Zafer akan benar-benar akan melakukan niat yang tadi dikatakan, yaitu membunuh pria yang berselingkuh dengan Rayya.


Selama di ruang depan, menunggu dengan harap-harap cemas kabar dari sang supir yang mengikuti mobil sang suami sambil sibuk merapal doa agar tidak terjadi sesuatu pada tiga orang itu.


'Tuhan, aku mohon berikan hidayah pada semua orang itu juga tidak saling membunuh. Rayya, kenapa kamu bisa berselingkuh dengan pria lain saat bertengkar dengan suami? Mana cinta yang kau bangga-banggakan itu?'


'Apakah hubungan akan berakhir saat sudah ada calon keturunan dari hasil buah cinta kalian,' gumam Tsamara yang saat ini mendapatkan penghiburan dari sosok wanita paruh baya yang dari tadi menghiburnya.


"Saya tadi sudah memberitahu pada supir agar menghentikan tuan Zafer jika berbuat buruk. Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu terjadi karena sepertinya tuan akan mengingat orang tua yang sudah meninggal jika sampai melakukan hal buruk dengan membunuh pria itu."


Wanita yang menjadi kepala pelayan di rumah keluarga Dirgantara tersebut tadinya meminta penjelasan dari sang majikan perempuan untuk memberitahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


Hingga bisa membuat majikan laki-laki benar-benar murka dan ingin menghabisi nyawa seseorang.


Begitu mendengar cerita dari wanita di hadapannya tersebut, seketika membulatkan mata dan sangat terkejut karena tidak pernah menyangka jika wanita yang selama ini dipuji, ternyata semudah itu berselingkuh.


Tsamara saat ini mengakhiri cerita yang awalnya tidak ingin mengungkapkan aib dari pasangan suami istri tersebut, tapi karena berpikir sudah menganggap wanita tersebut seperti orang paling bijak karena tertua di keluarga Dirgantara, sehingga berpikir bahwa akan mendapatkan saran yang baik.


"Kamu sudah lama bekerja di rumah ini dan pastinya mengetahui seperti apa sifat suamiku, tapi yang jelas, amarah memang bisa merubah semua orang menjadi gelap mata dan lupa diri. Semoga itu tidak berlaku pada tuan Zafer."


Kepala pelayan saat ini menganggukkan kepala dan mengaminkan harapan dari majikan wanita tersebut agar doa yang baik mengiringi putra mahkota dari keluarga Dirgantara.


Hingga ia pun mulai menceritakan mengenai masa kecil majikannya yang sangat menggemaskan dan selalu membuat orang tua bahagia.


"Tuan Zafer mulai berubah saat masa kuliah. Dampak dari semua kebutuhan dan keinginan terpenuhi oleh orang tua, sehingga menjadikannya tumbuh seperti itu. Termasuk salah pergaulan karena suka pergi ke klab malam untuk berfoya-foya."

__ADS_1


"Hingga ketika dewasa, malah semakin menjadi dan akhirnya terjebak pada pergaulan bebas. Hingga akhirnya bertemu dengan nyonya Rayya yang ditentang oleh tuan Adam."


Setelah mendengarkan perihal masa lalu suami, menjadikan sebuah pelajaran dari Tsamara agar tidak membesarkan seperti itu pada Keanu nanti meskipun punya banyak uang.


"Ini menjadikan pelajaran agar aku tidak memanjakan Keanu nanti. Semoga putraku tumbuh menjadi seorang pria yang membanggakan orang tua."


Tsamara menoleh ke arah sebelah, di mana sosok putranya tengah bermain di lantai dengan banyaknya aneka permainan yang dulu dibelikan oleh mertua.


Sudut bibir melengkung ke atas ketika melihat jika putranya saat ini tengah asyik dengan mainan dan terlihat sangat polos. Ia selama ini menganggap bahwa malaikat kecilnya tersebut adalah pusat dunianya.


Berharap kelak putranya akan menjadi pria bertanggungjawab dan membanggakan.


Tsamara tidak mengalihkan pandangan sedikitpun dari putranya dan beberapa saat kemudian mendengar suara dari ponsel milik kepala pelayan, sehingga berpikir ada kabar mengenai pria yang tadi dikhawatirkan.


"Apakah itu dari sopir yang mengikuti suamiku?" tanya Tsamara yang saat ini tengah menatap ke arah wanita paruh baya di sebelah kiri.


"Iya, Nyonya. Saya angkat dulu." Menggeser tombol hijau ke atas dan mendengar suara bariton dari seberang telpon.


"Halo."


"Tuan Zafer mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit keluarga Dirgantara," ucap pria yang saat ini tengah mengemudikan kendaraan mengikuti ambulance saat membawa majikan laki-laki ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan.


Refleks wanita paruh baya tersebut seketika membulatkan mata dan ponsel yang saat ini dipegang di dekat daun telinga seperti kap lolos dari tangan dan jatuh ke lantai.


Sementara itu, Tsamara yang saat ini merasa jantungnya berdebar-debar begitu melihat ekspresi wajah dari sosok wanita paruh baya di hadapan tersebut karena berpikir jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada sang suami.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Tsamara bertanya dengan suara serak penuh kekhawatiran begitu melihat ponsel jatuh ke lantai.


Mungkin jika tidak duduk di kursi roda, akan langsung mengambil ponsel tersebut dan berbicara sendiri dengan pria yang tadi disuruh untuk mengawasi sang suami.


'Tuhan, apa yang terjadi pada suamiku? Apakah tidak bisa mengendalikan diri dan sudah membunuh selingkuhan Rayya?' gumam Tsamara yang saat ini merasa khawatir jika hal yang ditakutkan benar-benar terjadi.


Hingga sosok wanita paruh baya tersebut terlihat kembali mengambil ponsel yang jatuh ke lantai dan berbicara, sehingga kini mulai mengerti jika suaminya mengalami hal buruk.


"Bagaimana ceritanya? Aku dan nyonya akan langsung ke rumah sakit sekarang. Kau ceritakan saja nanti ketika kami sudah berada di sana mengenai kecelakaan yang menimpa tuan Zafer." Mematikan sambungan telpon dan beralih menatap ke arah majikan perempuan.


"Kita harus segera berangkat ke rumah sakit keluarga Dirgantara karena tuan Zafer mengalami kecelakaan." Bangkit berdiri dan langsung menggendong Keanu karena tidak mungkin meninggalkan di rumah.


Tsamara yang saat ini merasa sangat shock dengan apa yang baru saja didengar, degup jantungnya berdetak sangat kencang melebihi batas normal karena benar-benar sangat khawatir dengan keadaan dari sang suami.


"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga ini? Kenapa saat kami baru saja mengalami duka yang berkepanjangan, kembali harus merasakan hal sama? Lindungi suamiku, Tuhan. Aku tidak ingin tuan Zafer mengalami hal sama seperti mertua."


Tsamara yang hanya bisa berbicara lirih sambil mengarahkan kursi roda menuju ke arah pintu keluar dan beberapa saat kemudian dibantu oleh beberapa pelayan untuk masuk ke dalam mobil.


Hingga kendaraan mewah tersebut meninggalkan rumah keluarga Dirgantara menuju ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan, Tsamara tidak berhenti merapal doa untuk sang suami agar tidak mengalami hal sama seperti mertua.


Sementara itu, wanita paruh baya yang masih memangku Keanu, sudah mencoba untuk menghibur majikan perempuan agar tidak terlalu berpikiran buruk.


Meskipun sebenarnya juga merasakan hal sama karena masih trauma dengan apa yang terjadi pada majikan.


"Lebih baik kita berdoa saja agar tuan Zafer bisa selamat. Hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang, Nyonya."

__ADS_1


"Iya. Hanya Tuhan yang bisa menolong tuan Zafer sekarang," lirih Tsamara yang kini kembali merapal doa dengan tasbih milik mertua yang memang selalu ada dalam saku gaun yang dikenakan karena setiap hari memilih untuk menghabiskan waktu dengan berdoa demi kebaikan keluarga Dirgantara.


To be continued...


__ADS_2