Hasrat Terlarang CEO

Hasrat Terlarang CEO
Hal-hal intim


__ADS_3

Zafer yang masih terlihat sangat marah begitu mengetahui kabar mengenai hal yang diinginkan oleh Rey karena mengubah jadwal tiba-tiba, sehingga Tsamara mengirimkan pesan padanya. Ingin melihat wanita yang diketahui pasti sangat khawatir, ia berniat untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling mendesak.


Kemudian menghubungi asisten pribadi untuk menanyakan apakah hari ini ada jadwal penting selain bertemu klien barusan. Hingga sudut bibir terangkat ke atas ketika merasa lega sekaligus senang saat tidak ada lagi pertemuan dengan rekan bisnis.


"Syukurlah, jadi hari ini aku bisa menyerahkan semua pada asisten pribadi dan pergi ke kontrakan untuk melihat bagaimana keadaan istriku. Sepertinya tadi sangat khawatir jika Rey berhasil dengan rencana licik sehingga memanfaatkan situasi untuk menyerang kelemahan Tsamara."


"Selama aku hidup, tidak akan membiarkan Rey menang." Zafer yang saat ini kembali membuka pesan Tsamara, seketika wajah berbinar terlihat dan tersenyum ketika membayangkan bahwa wanita yang selalu melawan dan menolaknya tersebut, kini sudah berada dalam genggaman.


"Namun, sepertinya aku perlu berterima kasih pada bajingan itu secara tidak langsung dengan mengirimkan bunga hari ini atas acara ulang tahun perusahaan Bagaskara. Karena berkat perbuatan licik Rey, Tsamara menyerahkan diri padaku."


Zafer ang dari tadi tidak berhenti tersenyum karena merasa sangat senang hari ini setelah mendapatkan pesan dari Tsamara yang bersedia melakukan apa saja jika menolong dari kuasa Rey.


Kemudian ia mengirimkan pesan pada sekretaris untuk memesan bunga dan mengirimkan ke perusahaan Rey. Setelah itu, memeriksa beberapa dokumen penting yang hari ini harus segera diselesaikan dan ditandatangani.


Bahkan sesekali ia melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kiri karena sudah tidak sabar untuk pergi ke kontrakan menemui Tsamara.


"Sepertinya akan sangat menyenangkan jika hari ini berbulan madu dengan membawa istriku ke hotel," ucap Zafer yang saat ini sudah mempunyai ide di kepala, tetapi senyuman mengembang itu pudar begitu mengingat sesuatu dan seketika menepuk jidat.


"Astaga! Aku sampai lupa dengan anak laki-laki itu. Tidak mungkin aku bisa membawa Tsamara ke hotel untuk bersenang-senang saat ada Keanu yang selalu menempel pada sang ibu. Aku pun tidak mungkin bisa bebas bercinta di rumah karena ada Rayya yang pastinya mengganggu dan tidak terima."


Saat ini, Zafer memutar otak untuk mencari sebuah ide demi bisa mengajak Tsamara pergi berdua tanpa Keanu. "Kira-kira apa yang bisa membuat Keanu lepas dari ibunya?"


"Mainan, makanan, sepertinya itu dua hal yang disukai oleh anak kecil dan dimanfaatkan oleh Rey dulu ketika berjumpa di sebuah minimarket. Bajingan itu pasti sudah membuntuti Keanu, sehingga bisa bertemu dan membelikan macam-macam makanan yang kesukaan anak kecil."


Tidak ingin kalah cerdik dari Rey, kini Zafer juga akan melakukan hal sama tetapi jauh lebih baik karena baru saja mendapatkan ide di kepala.


Zafer memilih untuk mengirimkan pesan kepada salah satu anak buah yang saat ini membantu di kontrakan Tsamara.

__ADS_1


Setelah semua selesai, aku ingin kamu mengajak Keanu pergi ke Mall dan bersenang-senang di sana di area Timezone. Untuk masalah istriku, aku akan mengurusnya dan tidak akan melarangmu membawa Keanu.


Kini, Zafer beralih membalas pesan Tsamara sambil tak lupa selalu tersenyum lebar karena merasa sangat senang hari ini.


Tunjukkan bukti dari perkataanmu hari ini. Siang ini, aku akan mengajakmu pergi berdua dan biarkan Keanu pergi bersama orang-orang yang kusuruh membantumu untuk bersenang-senang di Mall.


Setelah mengirimkan pesan pada Tsamara dan ternyata langsung dibaca, tetapi tidak mendapatkan jawaban dan bisa dimengerti oleh Zafer bahwa saat ini wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut sedang kebingungan untuk membalas.


"Aku sangat yakin bahwa saat ini wajah Tsamara memerah karena kesal dan tidak mau membalas pesanku. Ia pasti sudah tahu apa yang kuinginkan hari ini, jadi tanpa bertanya, memahami semuanya. Apalagi Bukan perawan bodoh yang tidak tahu apa-apa mengenai keinginan seorang pria."


Karena sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Tsamara dan mengajak ke hotel untuk bersenang-senang memuaskan hasrat penuh gairah membara, Zafer kembali fokus pada beberapa dokumen yang ada di atas meja.


"Aku sangat tidak sabar untuk berbulan madu dengan Tsamara," ucap Zafer yang saat ini sudah menandatangani dokumen penting yang ditunggu oleh asisten pribadi.


***


Meskipun di dalam hati mengeluh karena berpikir bahwa membalas pesan tidak dibutuhkan waktu lama, tetapi Zafer tidak melakukannya.


Hingga setelah beberapa saat kemudian mendapatkan apa yang ditunggu, begitu mendengar notifikasi masuk dan menebak bahwa yang mengirimkan pesan adalah Zafer.


Begitu membaca pesan balasan dari Zafer, seketika ia menelan ludah dengan kasar dan denyut jantung berdetak sangat kencang ketika pikirannya saat ini sudah membayangkan apa yang akan dilakukan oleh pria itu padanya.


'Apakah otak Zafer hanya berisi hal-hal mesum? Sekali aku mengatakan akan patuh dan melakukan apapun, yang ditangkap pria itu hanyalah ingin menyalurkan gairah padaku. Pasti hanya itu yang terpikirkan oleh pria mesum itu.'


Tsamara bahkan saat ini menatap ke arah putranya yang berada di pangkuan. 'Bahkan sudah memikirkan untuk menyingkirkan putraku agar tidak mengganggu keinginannya.'


Embusan napas kasar saat ini mewakili perasaan Tsamara ketika memikirkan jika Zafer kali ini tidak akan melepaskan dan membuatnya harus melayani dengan baik pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut.

__ADS_1


Satu-satunya hal yang terpikirkan oleh Tsamara adalah mengenai akibat dari perbuatan Zafer padanya. 'Aku harus membeli obat penunda kehamilan karena tidak mungkin menyuruh Zafer memakai pengaman. Pasti ia tidak akan pernah mau melakukan itu. Atau aku coba saja nanti berbicara padanya?'


Tsamara berpikir tetap harus berjaga-jaga sendiri dengan membeli tanpa sepengetahuan Zafer, tetapi saat ini belum bisa melakukan karena tidak mungkin menyuruh salah satu pekerja.


Apalagi mereka semua saat ini sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. 'Rasanya aku seperti seorang wanita yang sama sekali tidak berguna karena tidak bisa pergi sendiri ke apotek untuk membeli obat penunda kehamilan dan juga pengaman.'


Tsamara saat ini berpikir bahwa jika Zafer tidak mau memakai pengaman, akan minum obat menunda kehamilan karena tidak ingin hamil. Apalagi dalam keadaan yang cacat, akan merepotkan semua orang jika hamil dan mempunyai bayi lagi.


'Saat aku bercerai dengan Zafer, tidak akan pusing memikirkan masalah anak. Jadi, aku tidak boleh sampai hamil,' gumam Tsamara yang saat ini beberapa kali mengusap lembut rambut hitam berkilat putranya.


'Putraku hanya satu, yaitu Keanu,' lirih Tsamara yang saat ini beberapa kali mencium pipi tembam putranya untuk menunjukkan kasih sayang.


Hingga suara dari pria yang merupakan pemimpin dari orang suruhan Zafer terdengar.


"Semua masakan sudah matang dan kita bisa bekerja sama untuk segera menaruhnya di dalam kotak makanan, sehingga bisa langsung diantarkan."


Tsamara yang saat ini melihat jam dinding, seketika tersenyum lebar karena merasa sangat lega dan senang. "Terima kasih. Kalian benar-benar sangat hebat. Maaf karena aku tadi sempat meremehkan kalian karena merupakan seorang laki-laki."


"Ternyata aku salah karena pekerjaan cepat selesai jika yang mengerjakan adalah kalian. Terima kasih." Tsamara yang saat ini merasa sangat lega, kini tidak berhenti bersyukur karena selamat dari ancaman Rey dan mengetahui jika semua ini terjadi karena bantuan sang suami.


'Baiklah, aku akan membalas perbuatan Zafer hari ini dengan melayaninya sebagai seorang istri yang ikhlas menjalankan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan biologis suami,' gumam Tsamara dengan perasaan membuncah.


Karena jujur saja ini pertama kali akan melayani Zafer sebagai seorang istri yang baik dan tidak akan menolak apapun yang diperintahkan oleh sang suami.


'Aku memang sangat lega karena semua ini selesai sebelum waktu yang ditentukan oleh Rey, tapi sekaligus gugup karena sebentar lagi akan melayani suami. Padahal bukan pertama kali bercinta, tapi kenapa aku bisa gugup seperti ini?' gumam Tsamara yang merasa seperti sangat berlebihan memikirkan sesuatu mengenai hal-hal intim bersama sang suami.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2