Janda Bersegel

Janda Bersegel
Pria julid


__ADS_3

Masih di rumah dan waktu yang sama. Adu mulut dengan Nyonya Nathalie belum juga usai. Dion masih terus melawan Nyonya Nathalie dengan ilmu barunya. Ya, hasil belajarnya setelah mengamati Mia saat menghadapi lawan yang sama.


"Keluar? Santai lah dulu. Jangan buru-buru. Nyonya tidak berniat memberikan kami jamuan? Ya meskipun hanya segelas air putih saja?" tanya Dion.


"Aku tidak sudi menjamu kalian. Aku hanya akan menjamu tamuku yang terhormat. Kalian hanya lalat pengganggu yang masuk dengan tidak sopan ke rumah ini. Pengganggu dan pengacau kalian," ucap Nyonya Nathalie yang sudah sedikit emosi.


Mia dan Kalin saling menatap dan menahan tawa saat melihat Nyonya Nathalie. Sepertinya ini pemandangan langka bagi Kalin. Karena dulu Mia selalu saja menangis saat menghadapi Nyonya Nathalie. Kalin berpikir kalau Dion sudah mengajarkan banyak hal pada Mia, termasuk cara menghadapi wanita menyebalkan seperti Nyonya Nathalie.


"Wahh, kalau kami lalat berarti rumah ini menyimpan kebusukan. Dan sudah dipastikan kalau sumber kebusukan di sini ya Anda. Buktinya kami semua sedang mengerumuni Anda, Nyonya. Hati-hati kalau menghina orang. Bisa jadi hinaan Anda justru akan berbalik ke diri Anda sendiri. Secara tidak langsung, Anda sudah menghina diri sendiri," ucap Dion.


"Bawa mereka keluaaaaar," teriak Nyonya Nathalie.


Tak lama, dua orang security masuk dan mempersilahkan mereka bertiga untuk keluar dari rumah Nyonya Nathalie.


"Maaf, Nyonya tapi urusan Mia dengan Anda belum selesai. Ada hal yang ingin Mia sampaikan. Ini!" ucap Mia sambil menyerahkan sebuah cek dari dalam tasnya.


Nyonya Nathalie melihat kertas yang ada di tangan Mia.


"Ambil Nyonya!" ucap Mia.


Mia meraih tangan Nyonya Nathalie, memberikan cek itu pada telapak tangannya dan menutupnya.


"Apa maksudmu?" tanya Nyonya Nathalie sembari melihat kertas yang ada di tangannya itu.


"Mia hanya ingin mengembalikn semua itu. Bukan hak Mia. Terima kasih untuk semuanya. Tapi maaf, Mia tidak pernah mengincar harta Mas Danu. Dulu, saat Mia menikah dengan Mas Danu, Mia mencintai Mas Danu dengan tulus." ucap Mia.


Apa? Hey Mia, tidakkah kamu melihat ada suami tampanmu di sini? Aku berusaha mati-matian untuk membahagiakanmu, tapi dengan entengnya kamu mengatakan hal itu di depanku? Keterlaluan kamu Mia.


"Tapi setelah Mia bertemu dia, suami yang sangat mencintai Mia, semua rasa pada Mas Danu hilang seketika. Mia mencintai suami Mia, A Dion. Dia adalah penyembuh luka Mia. Dia adalah pria yang sangat menjaga harga diri Mia. Jadi jangan salahkan suami Mia kalau dia bersikap tidak sopan pada Anda, karena sebenarnya dia hanya inginelindungi Mia." Mia menggenggam tangan Dion.


Miaaaaa, baru saja beberapa detik lalu kamu membuatku kesal dan marah. Tapi sekarang kau sudah membuat hatiku sangat bahagia. Seperti inikah kamu bangga padaku? Aku mencintaimu Mia.


"Tidak perlu menunjukkan keromantisan kalian di hadapanku. Aku tidak peduli sama sekali. Yang aku tahu adalah Danu membuangmu Mia. Kamu tidak berarti hingga Danu tidak ingin menghabiskan masa depannya dengan sia-sia. Anakku cerdas. Sekarang dia sedang belanja untuk seserahan, karena dua minggu lagi Danu akan menikah." Nyonya Nathalie dengan bangganya menjawab ucapan Mia.


"Ya, mas Danu sangat cerdas. Mas Danu tahu kalau Mia tidak mungkin sanggup hidup satu rumah dengan Anda, untuk menghabiskan sisa hidup Mia. Dan sampaikan rasa terima kasih Mia pada Mas Danu karena berkat keputusannya, Mia bertemu dengan pria yang tepat. Mia mendapat satu paket keluarga baru yang sangat menyayangi Mia dan menerima Mia apa adanya," ucap Mia.


"Mia kamu benar-benar kurang ajar. Apakah suami kamu ini yang mengajarkan cara bersikap pada orang yang lebih tua?" tanya Nyonya Nathalie menunjuk ke arah Dion.


Hampir saja Dion terpancing emosi jika tangan Mia tidak menggenggam erat tangannya. Takut kalau Dion tidak bisa mengendalikan emosinya, Mia segera menjawab pertanyaan Nyonya Nathalie.


"Ya, tentu." jawab Mia.


Miaaaa, jawaban apa itu? Aku tidak pernah begitu ya! Ayo ralat ucapanmu Mia. Jangan sampai dia menilaiku semakin buruk lagi.


"Sudah kuduga," ucap Nyonya Nathalie dengan sinis.


"Ya, suami Mia mengajarkan cara bersikap pada orang yang lebih tua. Dan membedakan orang tua bagaimana yang harus di hormati dan tidak. Kalau Mia tidak menghormati Anda, itu karena sikap Anda sendiri terhadap Mia," jawab Mia.


Aahhh Mia. Kamu membuatku kaget saja. Ternyata kamu masih membuatku bangga atas setiap jawaban wanita kampret ini.


"Anak tidak tahu diuntung. Kamu harusnya berterima kasih karena aku sudah memungutmu saat itu. Kalau tidak, mungkin kamu hanya akan menjadi gembel sekarang," ucap Nyonya Nathalie.


"Ya, berkali-kali Mia ucapkan terima kasih. Berkat Anda, Mia jadi tahu bahagia yang sesungguhnya. Mia bisa merasakan kembali kasih sayang seorang ibu, karena Nyonya Helen sudah memperbaiki citra ibu mertua di mata Mia." Mia mencari celah baru untuk menghadapi Nyonya Nathalie.


Menyebut nama Nyonya Helen, Nyonya Nathalie semakin kesal dan marah.


"Bawa mereka keluar dari sini! Kenapa kalian diam saja?" bentak Nyonya Nathalie pada kedua securitynya.


"Tidak perlu membentak mereka Nyonya, kami akan pulang. Tentu kami pulang, kami sudah tidak betah kalau harus berlama-lama dalam rumah bernuansa neraka ini," jawab Dion.


"Oh, pernah kamu ke neraka? Kamu memang lebih pantas berada di sana," ucap Nyonya Nathalie.


"Aku belum ke sana. Hanya saja katanya kalau neraka itu adalah suatu tempat yang sangat panas karena diisi dengan setan jahat," jawab Dion sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Keluaaaaar!" teriak Nyonya Nathalie.


"Iya, ini juga mau keluar. Santai dong Nyonya. Bahagialah sedikit. Istriku kan sudah mengembalikan hartamu. Lumayan kan buat modal nikahan anaknya, biar mewaaah. Kami permisi," ucap Dion.


Mia dan Kalin mengikuti Dion. Rasa bahagia karena mereka sudah berhasil mengalahkan Nyonya Nathalie.


Setelah kepergian Dion, Nyonya Nathalie sempoyongan hingga harus dibantu securitynya untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Panggil dokter. Panggil dokter cepaaaat!" teriak Nyonya Nathalie.


"Baik Nyonya," ucap security itu.


"Suruh suami dan anakku untuk pulang. Aku butuh mereka. Aku stress," ucap Nyonya Nathalie sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


"Baik Nyonya," jawab security itu.


Tenyata Mia dan Dion berhasil membuat Nyonya Nathalie benar-benar naik darah. Berbeda dengan Nyonya Nathalie, para pemenang itu justru tengah berbahagia. Tertawa senang di atas penderitaan Nyonya Nathalie.


"Sumpah demi apa, ini pertunjukkan paling seru sih sepanjang hidup aku," ucap Kalin.


"Ini juga pengalaman pertamaku menjadi pria julid di muka bumi. Mana yang aku hadapi emak-emak lagi," ucap Dion.


Jawaban Dion mengundang tawa Kalin dan Mia.


"Kalin, besok aku mau ke Surabaya. Mungkin beberapa minggu aku di sana. Aku titip Mia ya! Tolong buat dia bahagia selagi aku tidak di sampingnya," pinta Dion.


"Aku hanya akan selalu berdoa untuk kebahagiaan sahabatku. Mia tahu bagaimana cara untuk bahagia. Kamu tidak perlu khawatir ya!" ucap Kalin.


Dion melihat ke arah Mia dan memang benar apa kata Kalin. Mia adalah wanita tangguh. Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri.


Setelah sampai ke rumah, Mia mendapat telepon dari Kalin. Ucapan terima kasih dari Kalin terdengar beberapa kali untuk hadiah yang diterimanya. Atas saran dari Mia, Dion memberikan jam tangan.


Alasan Mia memberi jam tangan pada Kalin adalah agar Kalin tidak lupa waktu. Kadang Kalin sampai tidur larut malam karena sebuah pekerjaan. Dulu Mia sering mengingatkan Kalin, agar bisa memberikan hak tubuhnya untuk beristirahat. Bahkan sekarang, ketika Mia tidak berkomunikasi seintens dulu, Mia memberikan jam sebagai pengingat untuk Kalin.


"Kalian dari mana saja sih?" tanya Nyonya Helen saat makan malam.


Mia menatap Dion dengan tatapan bingung. Tidak mengerti maksud atas jawaban Dion.


"Dari mana? Kok Mama gak di ajak sih?" tanya Nyonya Helen.


"Dari rumah hantu," jawab Dion.


Mia menahan tawanya saat mendengar jawaban berikutnya.


"Kamu kenapa ketawa sih Mi? Pulang dari rumah hantu kok malah seneng sih Mi? Harusnya kan takut gitu," ucap Nyonya Helen.


"Soalnya hantunya migrain bahkan hampir stroke gara-gara Aa, Ma." Mia tertawa dengan jawabannya sendiri.


"Enak saja. Gara-gara kamu juga ya!" ucap Dion.


Mia dan Dion tertawa saat mengingat reaksi Nyonya Nathalie tadi sore.


"Tunggu dulu. Mama gak ngerti ini. Aa? Siapa Aa?" tanya Nyonya Helen bingung.


"Aku Ma, aku. Mulai sekarang, Mia panggil aku Aa. Bagus kan?" ucap Dion.


"Sejak kapan?" tanya Nyonya Helen.


"Sejak hari ini Ma. Mama juga kalau mau ikutan manggil Aa, boleh kok." Dion tersenyum.


"Terus hantu yang stroke itu gimana tuh ceritanya? Kok Mama jadi penasaran sih?" ucap Nyonya Helen sangat antusias.


Dion menceritakan semua kejadian di rumah Nyonya Nathalie pada Nyonya Helen. Tawa yang begitu puas terdengar menggema dari mulut Nyonya Helen. Ternyata hantu yang dimaksud oleh Dion dan Mia adalah Nyonya Nathalie.

__ADS_1


Sebenarnya sebutan hantu dari Dion pada Nyonya Nathalie bukan karena panggilan wewe gombel dari Nyonya Helen. Tapi Dion menganggap Nyonya Nathalie memang seperti hantu. Selalu menghantui kehidupan mereka.


"Kalian kenapa gak ajak Mama sih? Kalau ada Mama, bukan cuma stroke. Mama bikin wewe gombel itu sampe koma. Kalau perlu sampai titik sekalian. Kesel banget deh Mama kalau udah bahas dia," ucap Nyonya Helen gemas.


Dari Dion dan Mia, Nyonya Helen belajar bagaimana menghadapi Nyonya Nathalie dengan baik dan benar. Kalau dilawan dengan emosi, Nyonya Nathalie pasti akan merasa menang karena memang itu tujuannya.


Di waktu yang sama, Nyonya Nathalie juga sedang menceritakan kejadian tadi sore. Setelah Dion pulang, hanya dokter yang datang. Karena suami dan anaknya ternyata tidak langsung pulang. Mereka justru pulang telat dengan aktivitas masing-masing.


"Kalian itu kenapa sih? Gak ada yang peduli sama Mami deh," ucap Nyonya Nathalie saat melihat keduanya masuk ke dalam kamar.


Ya, keduanya memang tidak langsung pulang saat security ada menelepon mereka. Bukan tidak khawatir atau tidak peduli, namun mendengar alasan Nyonya Nathalie sakit membuat Tuan Ferdinan dan Danu kecewa.


"Harusnya Papi yang nanya Mami kenapa? Mau sampai kapan sih Mami begini? Mami itu berubah. Ini bukan Mami yang dulu," ucap Tuan Ferdinan.


"Danu, tuh lihat Papi kamu. Malah membela wanita tidak tahu diri itu. Kamu kalau sudah menikah nanti, jangan seperti Papi ya! Dia itu tidak peka sama istri," ucap Nyonya Nathalie.


Mami ngomong apa sih? Bukannya Mami yang justru memaksa aku untuk tidak peka sama Mia? Bahkan salah satu alasan aku untuk menceraikan Mia adalah Mami. Sekarang Mami memintaku untuk menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai. Dan Mami minta aku untuk peka? Aku gak janji Mi.


"Danu, kamu dengar gak sih?" tanya Nyonya Nathalie saat melihat Danu hanya diam dan bengong.


"Mi, cukup dong. Mami benar-benar mau kena syndrom kepo? Kok gak kapok-kapok sih?" tanya Danu.


"Mami cari di google gak ada syndrom kepo. Kamu jangan bohongin orang tua, kualat tahu." Nyonya Nathalie cemberut karena kesal.


"Belum masuk google Mi. Kan aku udah bilang itu penyakit baru," ucap Danu.


"Masa sih? Tumben banget google lemot sampai belum update penyakit terbaru," ucap Nyonya Nathalie.


Tak ingin bahasan syndrom kepo berkepanjangan, Danu segera keluar dari kamar Nyonya Nathalie. Dengan alasan ingin istirahat, tanpa menunggu persetujuan Nyonya Nathalie Danu segera pergi. Hanya Tuan Ferdinan tersangka sekaligus korban yang akan menjadi bulan-bulanan Nyonya Nathalie.


"Mi, Papi cape. Mau istirahat. Sudah dong jangan marah-marah terus. Nanti obatnya gak ngaruh kalau Maminya gak jaga diri," ucap Tuan Ferdinan.


"Ish, Papi ini gak ngerti. Harusnya Papi itu telepon si Mia. Marahin dia karena sudah bikin Mami kayak gini," ucap Nyonya Nathalie manja.


"Mami, kita dan Mia itu sudah berbeda. Mia bukan siapa-siapa lagi. Sudahlah, jangan cari masalah terus sama Mia." Tuan Ferdinan berusaha membujuk istrinya.


"Bukan Mami. Mia yang ke sini. Kok jadi Mami yang disalahin sih? Ah Papi sama Danu memang sama aja. Sama-sama gak sayang sama Mami," ucap Nyonya Nathalie sambil membalikkan badannya.


Nyonya Nathalie tidur membelakangi Tuan Ferdinan yang duduk di tepi ranjang. Berharap kalau suaminya memeluk dan membujuknya. Nyatanya semua itu hanya sebuah harapan belaka, karena kenyatannya Tuan Ferdinan malah pergi ke kamar mandi. Mendengar gemericik air, Nyonya Nathalie meyakinkan dugannya. Ternyata memang benar, suaminya tidak ada.


Papiiiii, keterlaluan banget sih. Papi benar-benar gak ngerti ya sama Mami. Papi berubah. Apa jangan-jangan benar ya kata si Dion. Papi mau ganti posisi Mami? Awas aja kalau sampai begitu. Mami mau santet Papi.


Rasa kesal tidak hanya dirasakan Nyonya Nathalie. Danu juga merasa kesal. Hanya saja, penyebab kekesalannya yang berbeda. Kalau Nyonya Nathalie kesal karena kedatangan Mia, sedangkan Danu kesal karena sudah menceraikan Mia.


Melihat Mia hamil, Danu menjadi semakin sakit. Rasa cinta itu bukan semakin hilang, namun justru semakin kuat. Hatinya masih tidak terima saat melihat perut Mia membesar.


Miaaaa, aku menyesal. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan sekalipun berpikir untuk menceraikanmu Mia. Aku akan tetap berada di sampingmu, apapun yang terjadi. Ternyata keputusanku untuk membiarkanmu bahagia itu kesalahan besar. Aku tidak bisa melihatmu bahagia dengan yang lain.


Namun sekarang semuanya sudah terjadi. Ibarat kata, nasi sudah menjadi bubur. Danu sudah kehilangan harapannya untuk membuat Mia kembali padanya. Kini ia hanya bis pasrah. Menjalani hidup layaknya boneka. Ya, karena jalan hidupnya diatur oleh ibunya sendiri. Dengan alasan berbakti, Danu mengikuti apa yang diinginkan oleh Nyonya Nathalie.


Sebenarnya Danu menyadari kalau semua ini hanya sebuah kekonyolan. Namun entah mengapa Danu tidak tega saat melihat ibunya memohon agar ia segera menikah lagi. Mungkin hanya ini cara yang bisa ia pakai untuk menyenangkan Nyonya Nathalie.


Danu tidak yakin akan hidup bahagia dengan istri barunya nanti. Namun Danu berjanji untuk tidak gagal lagi dalam berumah tangga. Apapun caranya nanti, hanya itu keyakinannya.


Aku tidak mau berceria lagi, apapun alasannya.


#################


Yuks jangan lupa like, love, vote, dan kasih bintang 5.


Terima kasih sudah baca novel ini.. Semoga suka..


Terima kasih juga buat yang udah kasih koinnya buat novel aku iniii. 😍😍

__ADS_1


Yang punya waktu boleh baca juga ke novelku yang lain, TERJEBAK CINTA WANITA BERCADAR.


Terima kasih..


__ADS_2