Janda Bersegel

Janda Bersegel
Aweu-aweu


__ADS_3

Danu dan Tuan Ferdinan menjadi lebih akrab dan hangat. Ah, tidak hangat. Mungkin lebih tepatnya sekarang sudah menjadi panas. Keduanya terlihat tidak terlalu dingin seperti dulu. Kedatangan Mia memang sudah mengubah banyak hal.


Namun sampai saat ini, Tuan Ferdinan belum terlalu merestui Mia. Soal penampilan, Mia memang sudah banyak berubah. Wanita yang sering disebutnya sebagai wanita kampungan, ternyata kini sudah berubah menjadi wanita yang elegan. Penampilannya sudah bisa mengimbangi wanita berkelas. Hanya saja, satu hal yang mengganjal di hati Tuan Ferdinan. Status Mia sebagai seorang janda, membuatnya enggan merestuinya.


"Seperti sudah kehabisan gadis saja," gumam Tuan Ferdinan.


Tuan Ferdinan berpikir masa depan anaknya yang tidak menutup kemungkinan akan di bully oleh banyak orang. Anak semata wayangnya harus menikah dengan seorang janda? Ah tidak! Tuan Ferdinan menggelengkan kepalanya.


Sebenarnya Mia adalah calon menantu idaman, jika saja statusnya bukan seorang janda. Tuan Ferdinan bahkan sering berdebat dengan istrinya hanya karena status Mia.


"Tuan Besar, saya permisi pulang duluan!" ucap Mia menunduk hormat saat berpapasan dengan Tuan Ferdinan.


"Ya," jawab Tuan Ferdinan yang berusaha terlihat lebih cuek.


Namun setelah Mia pergi, Tuan Ferdinan mengamati wanita itu. Dengan sikap elegannya, Mia tidak menghilangkan sopan santunnya. Ia masih tetap menyapa beberapa security di sana. Mia adalah orang baru, tapi terlihat paling akrab dengan security di sana. Karena Mia selalu menyapa dan mengakrabkan diri dengan siapapun. Tidak hanya dengan atasan, tapi juga beberapa orang yang nasibnya tidak seberuntung dia.


Tuan Ferdinan sampai tersandung saat matanya terus menatap ke arah Mia sedangkan kakinya masih terus melangkah menuju parkiran.


"Fokus, fokus," ucap Danu saat melihat Tuan Ferdinan.


Tuan Ferdinan mengacungkan kepalan tangannya pada Danu. Walaupun mereka pulang ke rumah yang sama, tapi Danu dan Tuan Ferdinan pulang dengan mobil yang berbeda. Hanya sesekali saja mereka bisa satu mobil bersama. Itu juga harus debat sebelum dan sesudahnya.


Saat sudah sampai rumah, Tuan Ferdinan menanyakan perubahan Mia pada istrinya. Nyonya Nathalie hanya tersenyum puas dan bangga dengan apa yang ditanyakan oleh suaminya.


"Sudah Mami bilang, Mia itu wanita cerdas dan berkelas. Hanya butuh waktu saja. Papi sih gak bisa dibilangin," ucap Nyonya Nathalie sambil mengeringkan rambutnya.


"Mi, tapi Mia janda. Mami mau kita punya menantu janda?" tanya Tuan Ferdinan.


Tujuan Tuan Ferdinan adalah untuk meyakinkan istrinya. Karena rasanya Tuan Ferdinan masih belum menerima kenyataan kalau suaminya yang bujangan harus menikah dengan seorang janda.


Merasa terganggu dengan pertanyaan suaminya, Nyonya Nathalie menyimpan hairdryer dan membalikkan tubuhnya agar bisa menatap suaminya. Sorot matanya yang tajam meyakinkan Tuan Ferdinan akan jawabannya.


"Loh, kalau janda masalahnya dimana? Mia kan belum punya anak, tapi sudah Mami cek katanya rahimnya bagus dan bisa hamil. Gak ada masalah kan?" ucap Nyonya Nathalie.


"Iya masalahnya, seperti sudah tak ada gadis gitu loh Mi," ucap Tuan Ferdinan.


"Pi, kalau menurut Mami sih lebih baik janda daripada gadis tidak perawan. Lagian kan Danu juga belum tentu perjaka walaupun dia bujangan. Kerjaan dia kan di club setiap malam. Hanya setelah ada Mia Danu tadi taubat. Papi sadar itu gak sih?" ucap Nyonya Nathalie kesal.


Tuan Ferdinan diam. Ia tidak ingin berdebat terlalu lama dengan istrinya. Bisa dipastikan ia akan kalah dengan ocehan yang panjang dan lebar hingga akhirnya melebar kemana-mana.


Tapi benar juga. Jaman sekarang memang cukup sulit menemukan wanita yang benar-benar bisa menjaga kesuciannya sebelum menikab. Apalagi teman Danu itu kebanyakan yang sering wara wiri di tempat club.


Ada hal yang membhat Tuan Ferdinan penuh tanya. Bagaimana mungkin, seorang Danu yang sering bertemu dengan wanita cantik dan modis, tapi bertekuk lutut hanya karena seorang Mia? Tak sedikit temannya dari kalangan model yang cantik dan tubuhnya lebih menggoda dari Mia. Kenapa Danu hanya terpikat dengan seorang gadis kampung itu?


"Mi, Apa jangan-jangan Mia pake guna-guna kali ya biar Danu suka sama dia?" tanya Tuan Ferdinan.


"Hust, papi ini ada-ada aja. Dia itu rajin ibadah," jawab Nyonya Nathalie.

__ADS_1


"Tapi kan dia dari kampung. Biasanya orang kampung itu begitu. Kalau apa yang dia incar, harus dia dapat. Kalau sulit, ya main begituan." Tuan Ferdinan mencoba memecahkan semua dugaannya.


"Papi, tidak semua gadis kampung itu begitu. Apalagi Mia anak yang cerdas. Tidak mungjin mainan dukun," bantah Nyonya Nathalie.


Tuan Ferdianan masih berpikir untuk mencari alasan apa lagi agar istrinya bisa segera menyadari kesalahan terbesarnya, karena sudah dengan mudahnya mempercayai Mia.


"Ah, Mih. Apa mungkin karena Danu sudah aweu-aweu sama Mia? Dia kan janda? Pasti Danu di godain sama Mia," ucap Tuan Ferdinan.


"Ya bagus dong pi kalau Danu sudah aweu-aweu sama Mia. Jadi papi harus tahu, salah satu keuntungan Danu menikah dengan Mia adalah, agar Danu bisa diajarkan oleh Mia. Mia kan sudah berpengalaman," jawab Nyonya Nathalie dengan wajah yang sangat ceria.


"Bagus apanya? Anak aweu-aweu sebelum menikah kok bagus. Bingung Papi sama Mami," ucap Tuan Ferdinan.


"Papi jangan munafik. Papi pikir Danu masih perjaka? Hah? Jawab dong," tanya Nyonya Nathalie.


"Mana papi tahu. Mami tanya saja sama Danu," jawab Tuan Ferdinan.


"Jangan ditanya. Mami yakin kalau Danu sudah bukan perjaka tingting lagi. Makanya mami tidak masalah kalau Danu menikah dengan janda. Lebih terhormat janda kok dari pada yang begituan sebelum menikah," ucap Nyonya Nathalie.


"Haaah, terserah Mami deh. Mau begituan, beginian, anuan, ituan, papi pusing." Taun Ferdinan semakin kesal dan membaringkan tububnya di atas ranjang.


Tuan Ferdinan menutup wajahnya dengan bantal. Pusing. Tak ada yang membelanya. Semua membela Mia. Tapi setidaknya memang ada benarnya apa yang diucapkan oleh istrinya itu. Janda atau gadis hanya status di KTP saja. Karena manis pahit rumah tangga akan tetap dinikmati oleh kedua orang yang sudah saling berkomitmen dan berjanji di depan penghulu, wali dan saksi.


Danu terlihat menikmati hari-harinya dengan Mia. Apakah Tuan Ferdinan harus mengalah dan menyingkirkan egonya? Siapkah ia dengan status menantunya sebagai seorang janda?


"Papi, mau begituan gak malam ini?" tanya Nyonya Natahalie.


Lampu sudah mulai gelap. Dan proses aweu-aweu siap dimulai. Suara bising dari keduanya membuat kamar yang remang-remang itu semakin romantis. Meskipun keduanya sudah tidak muda lagi, tapi gairah mereka masih bisa diadu.


"Pi, enak gak?" tanya Nyonya Nathalie setelah permainan sudah game over.


"Iya," jawab Tuan Ferdinan singkat.


"Tuh kan, mami aja masih ok. Kan yang penting sensasinya," ucap Nyonya Nathalie.


Tuan Ferdinan mengerti arah pembicaraan istrinya. Pasti ke Mia lagi.


"Terserah Mami. Papi mau tidur. Udah cape. Lemes banget," ucap Tuan Ferdinan sambil memejamkan matanya.


"Ih, papi sudah makin berumur. Perasaan Mami deh yang banyak aksinya. Kok papi yang kalah?" ejek Nyonya Nathalie.


Tuan Ferdinan tidak menggubris ocehan istrinya. Dengkulnya terlalu gemetar, dan energinya terasa sudah terkuras hingga ia lebih memilih untuk tidur.


Sinar mentari pagi malu-malu sudah mulai memberikan kehangatan pada semesta. Tuan Ferdinan sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor. Biasa, kalau sudah diberi jatah ia akan lebih semangat. Ya anggap saja seperti baterai yang baru di cas, full. Semangatnya semakin berkobar.


"Pi, Danu mana ya? Ko belum turun?" tanya Nyonya Nathalie.


"Paling juga masih ileran dia. Tahu sendiri anak itu malasnya luar biasa," ucap Tuan Ferdinan kesal.

__ADS_1


"Bi, tolong panggil Danu untuk sarapan ya!" pinta Nyonya Nathalie pada pekerjanya dengan sangat sopan.


"Maaf, Nyonya. Tuan Muda sudah berangkat," ucap Bibi.


"Berangkat?" ucap Nyonya Nathalie dan Tuan Ferdinan bersamaan. Keduanya saling menatap dengan rasa tidak percaya. Benarkah Danu sudah berangkat sepagi ini?


Bibi mengangguk dan segera pergi.


"Papi tunggu dulu ya! Mami mau ikut Mami mau tahu kemana anak Mami. Apakah dia menjemput Mia atau justru bersama wanita lain?" ucapnya dengan nada layaknya seorang detectif.


"Mi, mau kemana? Sudah tunggu di rumah saja," pinta Tuan Ferdinan.


Pemilik perusahaan yang sangat sukses itu tidak menginginkan kehadiran istrinya di kantor. Bukan tanpa alasan, tapi siang ini ia ada janji dengan mitranya utuk bertemu pada jam makan siang. Ia hanya tidak ingi melibatkan istrinya, karena memang urusan pekerjaan. Tidak mungkin ia membawa istrnya.


"Mami harus tahu apa yang terjadi dengan Danu. Papi tidak bisa merasakan apa yang mami rasakan," jawab Nyonya Nathalie.


"Ok, ayo berangkat. Jangan dandan terlalu lama. Papi sudah kesiangan ini!" ucap Tuan Ferdinan sambil melihat ke arah jam tangannya.


"Siap," jawab Nyonya Nathalie sambil menghormat pada suaminya.


Tuan Ferdinan menggelengkan kepalanya saat melihat 30 menit sudah berlalu namun istrinya tak kunjung datang. Waktunya sudah terbuang sia-sia.


"Ini semua karena Danu," ucapnya geram.


Setelah perpanjangan waktu selama 10 menit, istrinya baru datang. Nyonya Nathalie adalah wanita yang selalu menomorsatukan penampilan. Karena menurutnya, kesan pertama itu sangat mengesankan. Dan ia selalu berharap kalau setiap karyawan suaminya bisa terkesan dan mengagumi penampilannya.


"Ayo Pi," ajak Nyonya Nathalie sambil menarik tangan suaminya yang masih duduk di meja makan.


Tuan Ferdinan mengikuti langkah istrinya hingga masuk ke dalam mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang sampai akhirnya mereka tiba di kantor lebih siang.


"Mau kemana?" tanya Tuan Ferdinan pada Nyonya Nathalie saat istrinya tidak ikut masuk ke ruangannya.


"Mau cari Danu," jawab Nyonya Nathalie sambil melambaikan tangannya.


Sebelum ke ruangan Danu, Nyonya Nathalie masuk ke ruangan Mia. Namun kosong. Mia tak ada di sana. Lalu ia melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan Danu. Ia bisa menanyakan soal Mia pada Danu pikirnya.


Saat pintu ruangan Danu terbuka, mata Nyonya Natahalie membulat sempurna dan berteriak.


"Danuuuuu, apa yang kau lakukan?" teriak Nyonya Nathalie.


###############


Hayooo lagi ngapain ya Danu?


Yuks tap like, vote, love dan rate5 dulu ya.. biar aku semangat up...


Makasih.. Happy reading kak...

__ADS_1


__ADS_2