
"Vin....vino...lihat papa ajak siapa kerumah" pekik Haikal saat sudah sampai di rumah April
Satria melihat kiri kanan penampakan rumah April yang sudah berbeda, bahkan ada foto papa nya dan Bunda April terpajang di ruang tamu,bocah ini memang belum mengerti banyak hal tapi dia cukup tau kalau itu foto pernikahan karena Karin juga pernah menyimpan foto seperti ini di rumah mereka dulu.
"Papa kenapa rumah ini berbeda?" tanya Satria
"Satria....." pekik Vino melihat Satria dan Papa nya pulang membuat Satria mengalihkan pandangannya pada Vino
"Bunda mana?"
"Ada di dapur" sahut Vino tersenyum melihat Satria yang baru datang
"Kalian main dulu berdua ya,papa mau lihat bunda sebentar" ucap Haikal
"Ayo Satria aku punya banyak mainan baru,kamu harus lihat? kita bermain bersama ya...!!" ujar Vino menarik tangan Satria untuk ikut dengan nya
"Sayang,,masak apa?" tanya Haikal yang baru datang dan langsung memeluk tubuh April dari belakang
"Mas,,nanti di lihat Vino" ucap April malu
"Vino lagi main sama Satria" jawab Haikal mencium pipi April
"Ada Satria?"
"Hmmm....tadi aku habis jemput mama di kafe langsung aku bawa Satria kemari"
"Kenapa tidak langsung bawa mama sekalian?" tanya April
"Beliau sedang sibuk sayang,lain kali aku bawa kemari" jawab Haikal cepat
"Mau mandi atau makan dulu?" tanya April sambil sibuk mengaduk masakan nya sedangkan Haikal masih bergelayut manja memeluk tubuh April
__ADS_1
"Mandi dulu saja,mandi bersama boleh?" tanya Haikal mengedipkan sebelah matanya
"Masih siang,jangan aneh-aneh.Sana mandi dulu aku siapkan makanan nya,Satria biar tidur di sini saja mas temani Vino"
"Boleh....tapi jangan menyesal sayang karena semalaman kamu tidak akan bisa bergerak bebas" goda Haikal
"Siapa bilang tidak bisa...!! Kalau aku yang memimpin pasti bisa" jawab April menimpali godaan Haikal
"Kamu sudah mulai berani ya" sahut Haikal mencium pipi April berkali-kali membuat April terkekeh kecil
***
"Yang bener jeng?? maaf ya, nanti saya tegur Haikal nya, mungkin Haikal masih malu jeng maklum lah anak muda sekarang kalau baru satu kali bertemu belum berani" ucap Bu Fatma saat menerima telepon dari Bu Wati mama Anggi
"Iya...iya,,, sampaikan maaf saya untuk Anggi ya jeng,nanti saya yang urus semua nya" lanjut Bu Fatma sambil menutup ponselnya setelah panggilan berakhir
Anggi memberitahu pada mama nya kalau Haikal terlalu cuek membuat Bu Wati marah pada Bu Fatma
"Pa,Anggi perempuan cantik,baik, dann berpendidikan sulit mencari perempuan seperti dia saat ini"
"Ma itu bagi mu ma,tapi bagi Haikal bukan Anggi mu itu pilihan nya, mungkin saja Haikal sudah punya pilihan lain yang menurut nya lebih dari si Anggi itu"jelas pak Heru
"Lalu siapa? Karin...Adelia? Adel sudah bahagia bersama Damian, Karin??? ntah di mana wanita murahan itu sekarang, anak nya saja tidak pernah di lihat nya.Sudah lah pa,papa tau apa tentang jodoh,biar mama yang bertindak, setidaknya mama akan paksa Haikal untuk menikahi Anggi" kekeh bu Fatma
"Aku tidak mengerti apa yang ada di kepala mu ini ma" kesal pak Heru lalu pergi meninggalkan istri nya.
Pak Heru hanya bisa mengurut dada melihat kelakuan istri nya ini semakin hari semakin tidak karuan.
Bu Fatma mencoba menghubungi Haikal tapi tak ada jawaban membuat nya kesal sendiri.
"Anak ini selalu saja begitu,Haikal sekarang sudah mulai berubah" gerutunya
__ADS_1
****
Tiga hari sudah Haikal membawa Satria kerumah April bahkan telpon bu Fatma pun tidak di angkat membuat perempuan itu akhirnya menyusul Haikal ke kantor.
"Mohon maaf bu pak Haikal nya hari ini sedang cuti" ujar Sekretaris Haikal
"Cuti???? kemana?" tanya Bu Fatma
"Mohon maaf sekali lagi bu,saya tidak tau yang jelas pak Haikal sudah merubah jadwal beliau untuk satu Minggu kedepan karena beliau sedang ada urusan keluarga"
"Saya mama nya kenapa kamu tidak mau memberitahu" kesal bu Fatma pada sekretariat Haikal
"Ya.... beliau tidak meninggalkan pesan apapun bu,hanya mengatakan seminggu ini tidak bisa masuk ke kantor"
"Lalu bagaimana pekerjaan nya?"
"Semua berkas-berkas penting sudah di tandatangani oleh beliau dan semua jadwal di undur minggu depan" jawab nya lagi
Bu Fatma mengepalkan tangannya kesal,Haikal sudah berani sekali membantah nya saat ini bahkan dia sudah membawa Satria selama tiga hari tanpa menghubungi nya sama sekali.
"Anak mu benar-benar durhaka pa" adu bu Fatma saat sampai di rumah
"Durhaka bagaimana?" tanya Pak Heru pura-pura tidak tahu padahal Haikal sudah menghubungi nya semalam mengatakan akan membawa nya Satria liburan keluar kota bersama keluarga nya dan pak Heru mengizinkan tapi dia sengaja tak memberitahu pada bu Fatma agar istri nya ini jera.
"Berani-beraninya dia membawa cucu ku,dan sekarang tidak tau keberadaan nya di mana"
"Ma,Haikal ayah nya tidak ada masalah bukan,tak ada orang tua yang ingin menyakiti anak nya ma,jadi kamu tenang saja Haikal akan memperlakukan Satria baik bahkan lebih baik dari kita" tekan Pak Heru
"Tapi bukan begini cara nya pa,dia bisa bicara baik-baik pada mama"
" Kamu kapan bisa di ajak bicara baik-baik ma,kamu keras kepala,sesuka hati mu jika bertindak, biarkan Haikal membawa Satria palingan mereka hanya liburan sejenak"
__ADS_1
"Awas saja jika dia pulang akan aku paksa menikah" gerutu Bu Fatma