
Pandangan Sarah dari tadi tak lepas dari Damian,dia memperhatikan Damian yang terlihat lebih tampan dan berkarisma,kalau dia tau Damian akan kaya raya seperti ini Sarah tidak akan mau meninggalkan nya dulu.
Pertemuan bisnis ini mendadak hening,Sarah terus memandangi Damian sedangkan Adel memandangi Sarah dan Haikal memandangi Adel membuat Anita bingung dengan situasi saling diam dalam pandangan ini, Sekretaris Sarah menatap sang atasan heran, kenapa Sarah begitu semangat dengan kerja sama ini padahal keuntungan nya tidak menjanjikan berbeda dengan proyek besar lainnya tapi Sarah kekeh ingin kerja sama ini berlangsung meskipun dia yang merugi nanti nya.
Damian hanya di beritahu oleh Anita kalau rekan bisnis nya kali ini seorang Janda muda sehingga membuat Damian mewanti-wanti dengan membawa Adel dia tak ingin Adel berpikiran buruk pada nya,Damian berusaha membuat kepercayaan Adel penuh meskipun kelak mereka memiliki anak Damian akan memboyong pengasuh untuk ikut dalam acara di luar kantor.
" Hmmmmm" deheman kuat Anitab membuat buyar lamunan semua orang yang berada di meja makan itu
"Bisa kita mulai?" tanya Anita sopan menatap satu-satu wajah mereka
"Tidak....!!! batalkan kerjasama nya" pinta Damian membuat Anita heran tidak biasanya Damian membatalkan kerjasama dengan perusahaan mana pun.
" Kenapa pak?"
"Saya tidak suka bekerja sama dengan mantan,saya sudah memiliki kehidupan sendiri" jawab Damian tegas,dia tak peduli Anita tau yang jelas dia harus menjaga perasaan Adel
"Saya tidak menyangka kamu masih memiliki hati dengan saya sehingga takut untuk melanjutkan kerjasama ini" ucap Sarah tersenyum kecut
__ADS_1
"Sarah saya dan kamu masa lalu dan saya sudah memiliki istri yang sedang hamil jadi jangan macam-macam"
"Om,tante Sarah datang murni untuk kerjasama tidak ada hal yang lain nya jika memang om tidak memiliki perasaan apapun om tidak perlu takut karena ini murni kerjasama antara perusahaan,saya rasa Adel juga akan profesional dalam bekerja" sahut Haikal menatap Adel
Adel menghela nafas panjang seperti nya dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini
"Terima saja sayang,aku tak keberatan" jawab Adel santai, pembawa wanita ini sangat tenang sehingga sulit sekali untuk di tebak
" Tapi Del-"
"Aku yang akan menemani mu saat bertemu dengan nya nanti" potong Adel menggenggam tangan Damian dan mengangguk kan kepala nya,Adel tau kalau ini pasti permainan Haikal karena dari tadi Haikal yang kekeh ingin kerja sama ini berlanjut
Salah jika Haikal masih berani main-main dengan nya dan salah besar jika Sarah menganggap Adel perempuan manja yang tak mengerti apa-apa.
Haikal tersenyum kecil,pikirnya akan ada pelangi setelah hujan,Adel tidak akan sanggup melawan tante Sarah yang memang cinta pertama Damian dan lambat tapi pasti Adel akan kembali kepelukan nya lagi.
****
__ADS_1
" Del,,kenapa tidak mundur saja sayang,aku berpikir ini hanya akal-akalan Haikal dan Sarah untuk mengganggu rumah tangga kita" ujar Damian saat mereka sudah di dalam mobil
"Sayang sekuat apapun badai datang dalam rumah tangga kita selagi kamu tidak goyah aku tidak akan takut, justru aku ingin perlihatkan pada mereka kalau hanya aku perempuan satu-satunya agar mereka bisa tau diri dimana posisi mereka seharusnya" jawab Adel mantap
" Kamu yakin?"
"Selagi kamu tak mengkhianati ku aku yakin,jangan biarkan aku berjuang sendiri sayang karena itu menyakitkan!"
"Tidak akan honey...aku tak akan membiarkan kamu sendiri sayang, meskipun seribu Sarah yang datang aku tak akan goyang karena hanya kamu perempuan satu-satunya di hatiku dan hanya kamu perempuan yang berhasil membuat ku menggila" jawab Damian tersenyum menatap Adel
Adel membaringkan kepalanya di bahu Damian
" Aww......" Ringis Adel tiba-tiba membuat Damian meminggirkan mobil nya
"Kenapa sayang,ada yang sakit?" tanya Damian khawatir saat Adel memegang perut nya
" Tidak,, seperti nya anak kita marah melihat papa dan mama nya bermesraan" ucap Adel terkekeh kecil sambil mengusap perut nya pelan karena dua baby mereka menendang di dalam sana
__ADS_1
Damian menarik pipi Adel gemas dia pikir istrinya ini kesakitan.
" Sabar sayang tunggu sampai di rumah papa jenguk" goda Damian mengecup perut Adel lembut sedangkan Adel menunduk malu, terkadang Adel masih sering merona saat di goda oleh suaminya ini.