Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Arisan


__ADS_3

"Mana Satria Vin?" tanya April pada menantu baru nya ini, karena melihat Vina datang sendiri ke acara arisan keluarga mereka.


"Satria masih di kantor Bun,masih ada pekerjaan yang harus dia selesai kan" jawab Vina sopan


"Dia tidak datang?" tanya Nur penasaran


"Seperti nya tidak karena ada beberapa proyek penting yang harus di selesaikan"


"Yaah.....nggak seru deh" ujar Nur kecewa karena dia sudah punya rencana dengan Tama untuk membuat Satria cemburu pada Vina


"Tama di mana?" tanya Vina pelan melihat kiri-kanan tak ada sosok pujaan hatinya itu, bagaimana pun juga Vina masih menyimpan rasa untuk Tama meskipun harus berusaha bersikap biasa saja di depan Nur


"Di mana ya,Bun di mana Mas Tama?" tanya Nur pada April yang ingin pergi menjauh menghampiri Haikal di ujung ruangan.


"Tadi izin keluar sebentar,dia nyariin kamu tapi kamu tadi nggak ada"jawab April sedikit terpekik.


Nur mengampuni ponsel nya untuk menghubungi Tama tapi tidak ada jawaban.


"Sayang" panggil Tama pelan dan melingkarkan tangannya di pinggang Nur lalu mencium kening Nur sekilas membuat Vina mengalihkan pandangannya,dia terlihat sangat cemburu karena Tama berlaku manis pada Nur.


"Dari mana Ay?" tanya Nur manja


Tama membisikkan sesuatu tapi Nur membalas dengan nada kecewa.


"Yahhh,, sia-sia donk sayang tapi lain kali bisa kita coba lagi" jawab Tama yang ikut kecewa


"Apa??"tanya Bella yang baru datang ikut nimbrung di obrolan Tama dan Nur


"Buat anak nya kemarin" jawab Tama asal


"Apaan sih" cubit Nur


"Aww... sakit sayang"ringis Tama


"Habis nya kamu ngaco" kesal Nur


"Kenapa harus sia-sia kan perjuangan"celetuk Vino


"Tamu bulanan nya datang,jadinya sia-sia deh"


"Coba lagi,masih ada bulan depan" jawab Vino tersenyum kecil membuat Nur bertambah kesal dengan suaminya ini

__ADS_1


Vina hanya menunduk kan kepalanya tak ingin mendengar kemesraan pasangan suami istri di hadapan nya ini,hanya membuat hati nya semakin panas.


"Siang......!!!" ujar Satria yang baru datang dan memeluk pinggang Vina karena ada papa dan Bunda nya yang dari tadi memperhatikan Vina dari kejauhan di sudut ruangan.


"Kak.....baru datang" pekik Nur girang,Vina pun kaget karena kedatangan Satria bukan nya semalam Satria bilang tidak bisa datang karena ada pekerjaan penting tapi kenapa sekarang malah datang tiba-tiba seperti jailangkun dan sok bersikap mesra pikir Vina.


Satria mendekat kearah telinga Vina


"Papa dan Bunda ada di ujung sana memperhatikan kita bersikap lah seperti suami istri sungguhan kalau tidak mau rahasia besar mu terbongkar" bisik Satria seolah-olah seperti mencium Vina membuat Nur dan Tama juga heran, mereka seperti pasangan sungguhan apa memang Vina benar-benar hamil anak Satria,tapi tidak mungkin pikir Nur.


Vina tersenyum kaku melihat keluarga Satria di hadapan nya kini ntah apa yang terjadi pada dirinya saat ini harus berperan seolah bahagia hidup dengan lelaki dingin ini.


"Ayo di cicipi makanan nya,nanti Nur buatkan minuman spesial untuk kita semua" ujar Nur mencairkan suasana


" Gimana kehamilan nya Bell?" tanya Satria


"Kamu tau dari mana?" tanya balik Vino


"Bunda bilang semalam Bella seperti orang hamil,apa kalian belum periksa?"


"Belum,Bella belum terlalu pasti,dia ingin mengajak Vina memeriksa kandungan nya bersama" jawab Vino


"Boleh....kapan?"tanya Satria santai tapi wajah Vina menegang


Satria segera berlari mengambil satu buah air mineral untuk Vina


"Kamu memakan sesuatu?" tanya Satria dan di jawab gelengan oleh Vina


"Kenapa bisa batuk?"


"Apa batuk pun harus punya penyebab?" tanya Vina balik membuat Satria terdiam


"Menyebalkan" gumam Vina ketus,Satria benar-benar lelaki menyebalkan menurut nya


"Kak Vina sini deh,temen lelaki ku lagi cari brand ambassador untuk baju ibu hamil kamu mau?" tanya Nur mengalihkan pembicaraan tentang periksa kehamilan karena Nur juga yakin kalau Vina tidak hamil.


Vina terdiam seketika,dia bingung ingin menjawab apa dia kan tidak hamil


"Dia tampan lo kak,masih singel,mana tau kakak betah bekerja dengan nya,dari pada bengong di rumah terus"


"Hmmmm"

__ADS_1


"Tidak....biarlah Vina di rumah saja,kakak masih mampu membiayai dia dan bayi nya nanti" jawab Satria kesal


"Tapi honor nya lumayan kak, soalnya produk impor gitu"


"Tidak......Vina tidak akan bekerja" jawab Satria tegas membuat Nur sedikit takut


Satria memang ingin menjaga kehamilan Vina ,dia takut terjadi apa-apa dengan perempuan ini, apalagi Vina bertubuh mungil.


"Ayo di makan ada minuman jus terbaru dari kafe kami,,Nur buat kan dulu ya"ucap Nur pamit dan di jawab Anggukan oleh Bella sedangkan Tama tersenyum manis, seperti nya rencana mereka akan berhasil kali ini.


Tak butuh waktu lama Nur datang menenteng satu minuman dan minuman lain nya di bawa oleh para pelayan kafe..


"Ini khusus untuk kak Satria" ujar Vina memberikan satu gelas minuman seperti susu


"Kalau ibu hamil jus saja ya,ini juga bukan sembarang jus,ada perasaan lemon nya yang buat segar" jelas Nur


"Lalu ini apa Nur?" tanya Satria sedikit curiga


"Ini Horchata kak, minuman Meksiko minuman nya seperti susu tapi bukan susu kak, Dibuat dengan beras, almond panggang, sedikit kayu manis, dan beberapa tetes jeruk nipis toping di atas nya Nur beri sedikit es krim agar lebih manis semanis Nur,cobain deh kak, di jamin enak...!! Mas Tama aja ketagihan kalau Nur bikin ini" jelas Nur melirik kearah Tama dan di anggukki Tama serius membuat Satria meminumnya tanpa rasa curiga


Rasa es krim nya manis dan ada sedikit gurih mungkin dari almond panggang nya


"Cukup enak dan menarik" puji Satria


"Ini best seller lo kak di kafe ini, padahal baru launching satu mingguan ini,kak Vino aja suka,bisa nambah stamina juga kak karena ada sedikit campuran alkohol di sana,tapi tenang nggak bakalan mabuk deh,kalau mabuk istri iya" goda Nur terkekeh kecil membuat Satria menggeleng kan kepala nya melihat tingkah adik perempuan nya ini.


Kurang lebih sudah satu jam mereka berada di kafe Vino yang di kelola Nur ini membuat Satria sedikit gerah,dia merasa kepanasan padahal Ac di kafe sudah di buat Full tapi rasa gerah Satria makin bertambah..


"Seperti nya kami harus pulang duluan ya,masih ada pekerjaan lain" ujar Satria menarik tangan Vina


"Yah...kenapa buru-buru kak,kami baru aja lihat katalog produk tas terbaru" jawab Nur memasang wajah kecewa


"Lain kali juga bisa Nur,nanti Vina pulang dengan siapa"


"Biar kami yang mengantarkan nya pulang" jawab Vino


Satria menatap Vina tajam membuat Vina bergedik ngeri.


"Seperti nya kakak harus pulang Vin, mungkin kak Satria butuh sesuatu,lain kali kita sambung ya" jawab Vina segera berdiri dan mencium pipi kiri kanan Nur


"Seperti nya memang dia lagi butuh kakak" bisik Nur menggoda membuat Vina tersenyum kecil

__ADS_1


"Aku pamit sebentar dengan mama dan Bunda" ujar Vina berjalan menghampiri Sang mertua tapi Satria terlihat makin gelisah membuat Vina takut kalau suaminya ini sedang sakit


Setelah pamit mereka segera pulang ke apartemen, sedangkan Nur dan Tama tersenyum bahagia karena usah mereka tidak sia-sia.


__ADS_2