Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
marah


__ADS_3

" Pa hubungi Damian segera,apa dia sudah kehilangan akal sampai menikah dengan perempuan mandul itu,masih banyak perempuan lain kenapa harus Adel" ketus bu Fatma


" Ma jaga ucapan mu, Adel tidak mandul dia hanya sakit.Lagi pula Menikah atau tidak nya itu urusan mereka kenapa kamu tidak suka dengan Adel? kamu harus sadar kalau sejak Haikal menikah dengan Adel semua biaya hidup di tanggung Adel ma,dan kini kita bergantung pada Damian, setidaknya kamu hargai keputusan mereka" marah papa Haikal membuat bu Fatma terdiam


"Kamu dari dulu tidak pernah berubah ma,mau menunggu apa lagi kamu baru sadar menunggu semua ini hilang dan kamu akan jadi gelandangan jika ia aku akan katakan pada Damian kalau kamu tidak menyukai dia dan Adel agar Damian menghentikan membantu keluarga ini" lanjut Papa Haikal membuat bu Fatma semakin cemberut


****


" Mas.... apa-apa an kamu pulang kerumah marah-marah, seharusnya pulang bawa uang bukan marah nggak jelas gini" kesal Karin


" Uang....uang ....uang terus isi kepala mu tidak ada isi lain, lama-lama membuat ku muak"


" Jika kamu muak ceraikan aku mas,aku bisa hidup sendiri tanpa mu" jawab Karin membuat Haikal mencengkeram tangan Karin kasar


" Mas lepas....!!! sakit mas" keluh Karin


" Kamu kira semudah itu untuk bercerai dari ku setelah kamu menghancurkan rumah tangga ku bersama Adel,jangan harap! jika kamu kekeh ingin bercerai aku harus menyiksamu terlebih dahulu agar kau bisa merasakan kehancuran juga" ancam Haikal membuat Karin bergedik ngeri


"Kamu sudah gila mas"

__ADS_1


" Ya...aku sudah gila karena berpisah dari Adel,aku sudah gila karena kehilangan semua nya, kebahagiaan...uang....dan ketenangan ini semua karena kamu....Kamu biang nya" pekik Haikal menghempaskan tubuh Karin ke ranjang dan segera menindih nya


" Mas...aku tidak mau,sana" tolak Karin menjauh kan wajah nya dan mendorong tubuh Haikal tapi tenaga Karin tidak ada apa-apa nya di bandingkan Haikal yang tengah emosi


" Kenapa kamu menolak ku karena aku tidak ada uang? dulu saja kau yang selalu ingin aku menjamah mu perempuan ******!"


Air mata Karin keluar tanpa permisi karena selain tubuh nya sakit di jamah oleh Haikal secara kasar hatinya juga sakit, Haikal sudah berkali-kali mengatakan dia ******.


****


"Kenapa?" tanya Adel saat melihat Damian terdiam saat membuka ponsel nya


" Mengamuk? kenapa?"tanya Adel


" Mas Heru bilang dia menyesal bercerai dari mu"


" Ck.... menyesal! menyesal karena tak mendapat kan harta gono-gini dari ku" ujar Adel tersenyum sinis


" Del, jika Haikal datang dan meminta maaf tulus pada mu-"

__ADS_1


"Kamu kira aku akan luluh dan kembali pada nya? jadi kamu anggap pernikahan kita ini apa? apa kamu hanya memainkan perasaan ku sama seperti lelaki bajingan itu? cecar Adel menatap tajam Damian


"Bukan....bukan itu maksud ku aku hanya-"


" Dengan mengorbankan aku untuk masuk ke lobang buaya yang sama?" Potong Adel tak memberikan kesempatan pada Damian bicara


" Pikiran mu pendek sekali Om, aku sudah menambatkan hatiku untuk mu tapi kamu datang seperti malaikat penolong untuk ku dan menjatuhkan ku di saat aku mulai bangkit,apa artinya pernikahan ini bagi mu,hanya sebatas mainan?" kesal Adel


Damian segera bangkit dari duduk nya dan memeluk Adel,dia tau Adel tengah marah


"Bukan itu maksud ku Baby,aku takut! takut kamu malah kasihan pada nya dan meninggalkan ku di saat hatiku sudah sepenuhnya kamu miliki" bisik Damian membuat hati Adel sedikit plong


" Semarah apapun kamu jangan pernah mengubah panggilan mu Del,aku tak suka di panggil Om,Aku ini suami mu"


"Kamu yang memancing kemarahan ku"


" Aku hanya mengatakan ketakutan ku!"


" Sayang, kalau pun di dunia ini hanya tinggal Haikal sendiri sebagai laki-laki aku tak akan pernah memilih nya lagi, Menikah dengan nya adalah kesalahan terbesar untuk ku dulu,aku tak ingin terulang lagi...Jangan takut, rasa cinta ku sudah sepenuhnya milik mu" jawab Adel tersenyum kecil membuat Damian mencium kening Adel lembut, perempuan ini sudah membuat nya semakin menggila.

__ADS_1


__ADS_2