
"Ar...papi rasa kamu harus menikah secepatnya" ujar Tama
"Huk....huk....."
"Pelan-pelan Ar,kenapa harus buru-buru makan nya,ini masih pagi" Nur menyodorkan segelas air putih pada Ardian dan di minum hingga tandas oleh anak nya ini.
"Pi....aku bukan tidak mau menikah,Kiara saja yang perempuan belum menikah,apa dia tidak marah jika aku melangkahi nya" jawab Ardian
Nur menatap anak lelakinya ini biasanya bukan Kiara alasan Ardian pasti alasan nya karir tapi kenapa kali ini Kiara,apa benar yang di ucapkan suaminya kalau Ardian sudah menyukai Nisa, hingga dia tak menolak lagi untuk di jodohkan.
"Yakin hanya karena Kiara!"
"Ya mom,,aku takut Kiara malah marah pada ku, secara dia perempuan mom, seharusnya dia yang menikah duluan"
"Bukan karena Nisa belum siap" selidik Nur
"Mommy sudah bertemu Nisa?" tanya Ardian penasaran
"Belum sih,cuma dulu mommy pernah menanyakan pada nya tentang pernikahan tapi-"
__ADS_1
"Tapi apa Mom?"tanya Ardian penasaran
"Nisa masih memikirkan bunda nya"
Ardian menghela nafas panjang, seperti nya dia harus bertemu dengan bunda Nisa agar keluarga Nisa yakin dan mereka segera di nikahkan.
"Seperti nya kamu harus berjuang lebih keras lagi sayang agar Nisa percaya untuk menyerah tanggung jawab keluarga nya pada mu"
"Apa mommy yakin aku bisa?"
"Yes..... mommy yakin kamu pasti bisa,kamu lelaki hebat sama seperti papi mu" jawab Nur membuat Ardian tersenyum kecil
Nur bisa melihat di wajah anak lelakinya ini kalau Ardian memang sudah mencintai Nisa.
****
"Yah....kapan kita bertemu lagi dengan perusahaan pak Gunawan?" tanya Devan tiba-tiba membuat Satria heran dengan pertanyaan putra nya ini, tidak biasanya Devan semangat sekali bekerja.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Yah,,aku rasa kita perlu tanda tangan kontrak secepat nya agar kerjasama ini bisa cepat berjalan dan ayah cepat mendapatkan pundi-pundi uang" jawab Devan semangat
"Bukan nya kamu sedang fokus dengan proyek bersama Ardian dan Nisa?" tanya Satria
"Itu gampang yah,aku bisa menyelesaikan nya sekali jalan"
"Yang benar??? bunda belum pernah melihat mu menyelesaikan satu proyek kenapa kini malah minta dua proyek" potong Vina
"Bunda belum tau kemampuan ku bun, lebih dari dua proyek saja aku bisa menyelesaikan nya"jawab Devan bangga, saat ini mereka tengah duduk di meja makan sambil sarapan.
"Proyek cinta,iya kan kak!" celetuk Keyla membuat Vina melotot kan mata nya pada anak perempuan nya ini
"Emang benar kan bun,nggak perlu pakai melotot gitu, prestasi kak Devan selama ini memang cuma pacaran kan" lanjut Kayla membuat Devan terlihat kesal.
"Kay....jangan begitu,kakak mu saat ini tengah berjuang untuk bisa menjadi lebih baik" potong Satria membuat Kayla menunduk kan kepalanya patuh.
"Van, tunjukkan kalau kamu bisa, jadikan pengalaman sebagai pelajaran mu agar bisa menjadi orang sukses, orang saja meniti karir dari nol Van, sedang kan kamu hanya yang sudah berjalan,jadi tunjukkan pada ayah dan bunda kamu bisa sukses " jelas Satria memberikan semangat pada anak lelakinya ini.
"Jadi bagaimana yah,kapan kita bisa ke perusahaan pak Gunawan untuk kontrak kerja sama nya?" desak Devan
__ADS_1
"Nanti ayah bicara kan dulu dengan sekretaris ayah untuk menyiapkan berkas secepat nya,dan perusahaan pak Gunawan harus di hubungi terlebih dahulu"
Devan mengangguk kan kepala nya mengerti sambil tersenyum manis membuat Vina menangkap sinyal lain dari misi anak sulung nya ini.