Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Cerita


__ADS_3

"Makan yang banyak sayang,biar Una cepat besar"Ujar Kiara menyuapi Luna dengan ayam bakar


"Kalau sudah besar mau jadi apa?" tanya Kiara


"Mau jadi seperti Tante Kiara" jawab Luna polos


Malam ini Luna ingin makan bersama Kiara,mau tak mau Andre meminta Kiara menemani mereka, awalnya Kiara sempat menolak tapi dia tidak tega melihat Luna yang sangat berharap pada nya akhirnya dia mau ikut dengan ayah dan anak ini.


"Ki.... terimakasih kamu sudah mau ikut menemani kami makan malam" ucap Andre pelan


"Hmmm....."


"Maaf jika Luna merepotkan mu Ki"


"Luna anak yang manis pak,saya suka dengan anak-anak"jawab Kiara


"Lagi pula Luna anak yang baik,saya menyayangi nya"


"Sekali lagi terimakasih Ki"


"Tante Kiara sayang sama Una?" tanya bocah polos ini dan di anggukki Kiara


"Kata papa,Mama Una sudah bahagia di surga,Tante Kiara mau jadi mama Una?"


Kiara menelan saliva nya, pertanyaan yang di berikan Luna membuat jantung Kiara berdegup kencang,dia memang menyayangi bocah perempuan ini,tapi untuk menikah dengan Andre papa nya tak pernah terpikirkan oleh Kiara, bagaimana pun status Andre duda, apakah keluar nya menerima? pikir Kiara.


"Un....." tegur Andre


"Boleh Una panggil mama?" tanya Luna lagi

__ADS_1


"Maaf kan Una,Ki...dia belum mengerti apa-apa,dia hanya kesepian"Potong Andre


"Una... tidak boleh memberikan pertanyaan itu pada Tante Kiara"tegas Andre tidak enak hati


"Tidak masalah pak,saya mengerti dengan keinginan Una,anak seusianya memang sangat aktif dan lebih dekat dengan ibu"


"Ya,,,maaf kan Una Ki"


Kiara menatap bocah perempuan yang terlihat menunduk sedih.


"Una boleh panggil tante mama jika Una mau" jawab Kiara membuat Luna menegakkan kepalanya bahagia


"Benar tante,eh mama?"


Kiara mengangguk kan kepalanya tersenyum,Luna segera bangkit dari duduknya dan mencium Kiara.


****


"Bukan mengamuk bun,aku hanya ingin fokus bekerja tadi"


"Tapi bagaimana pun perempuan harus di hargai Van"potong Satria


"Yah,aku hanya tidak ingin di ganggu hari ini"


"Tumben kamu ketus begitu dengan perempuan Van, biasanya paling jinak!" goda Vina


"Mood nya sedang buruk kali bun,jadi taringnya keluar" celetuk Keyla


"Key" tegur Satria, bagaimana pun nakal nya Devan, Satria ingin Keyla menghormati kakak lelaki nya itu, tidak boleh sembarang bicara

__ADS_1


Keyla mendengus kecil lalu berjalan kearah kamar nya.


"Bun,dulu bunda dan ayah bisa jatuh cinta bagaimana?" tanya Devan tiba-tiba membuat Vina dan Satria saling pandang


"Bunda.....Bunda dan ayah-"


"Jangan bilang kalian di jodohkan" potong Devan membuat Vina menggeleng kan kepala nya cepat


"Kami saling mencintai setelah pernikahan" jawab Satria


"Benar bun?" tanya Devan tak percaya dan diangguki Vina


"Kok bisa? bagaimana cara kalian menjalani pernikahan tanpa cinta?" tanya Devan penasaran


"Ayah tetap menghargai bunda sebagai seorang perempuan, karena kami terbiasa bersama membuat kami saling ketergantungan dan mencintai satu sama lain"jelas Satria lagi


"Jika aku mencintai seseorang dan orang itu tidak mencintai ku berarti kami masih bisa bersama?" tanya Devan lagi


"Bisa...." jawab Satria tegas


"Kamu bisa menaklukkan nya saat kalian menikah nanti, perempuan mudah di taklukkan Van,beri terus pujian dan kamu selalu ada untuk nya pasti dia tak akan mau menjauh dari mu" bisik Satria membuat Vina mengerutkan keningnya,apa yang di bicarakan ayah dan anak ini hingga harus berbisik.


"Bunda dulu ayah perlakuan begitu?" tanya Devan pelan


"Ya.... bahkan dia tak ingin pisah sedetik pun dengan ayah"jawab Satria tersenyum kecil membuat Devan menatap bunda nya.


"Apa?" tanya Vina penasaran


"Bunda penasaran ya??" goda Devan membuat Vina kesal lalu menjewer kuping kedua nya

__ADS_1


"Aw.....sakit bun,lepas" pekik Devan dan Satria serentak. membuat Keyla terganggu dan keluar dari kamar nya, melihat ayah dan kakak nya di jewer oleh bunda nya Keyla malah tertawa kecil.


__ADS_2