
"Kau" ujar Devan tak berkedip melihat perempuan di samping nya ini,tapi perempuan itu seolah tak mengenali Devan.
"Kau lupa pada ku" tanya Devan menunjuk dirinya
"Astaga,kau!" ujar nya menutup mulut nya dengan kedua tangan.
"Syukur lah kau mengingat ku karena aku sama sekali tak bisa melupakan mu setelah malam itu" aku Devan
"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Devan lagi
"Pertanyaan konyol,kau kenapa bisa di sini" ujar nya
"Aku....aku akan pulang ke Jakarta"
"Sama,aku juga pulang ke Jakarta , pesawat ini bukan milik mu bukan? jadi siapa saja bisa menaikinya"
"Memang pesawat ini bukan milik ku tapi jika kau menginginkan nya aku bisa membelikan nya untuk mu"jawab Devan sombong
"Sayang nya aku tak tertarik pada pesawat ini"
"Bagaimana bisa kita bertemu di sini setelah dua hari ini aku mencari mu"
"Untuk apa kau mencari ku,apa kau membuat masalah lagi?"
__ADS_1
"Tidak...!!! aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada mu,kau seperti super Hero untuk ku saat itu,kalau tidak ada-"
"Stop ....itu hanya hal kebetulan saja, tidak usah berlebihan" ujar nya
Baru kali ini Devan bertemu perempuan yang sama sekali tak tertarik dengan nya, biasanya perempuan yang selalu mengejar-ngejar dirinya,apa mungkin ketampanan nya sudah memudar?.
"Boleh aku berkenalan dengan mu, setidaknya bila kita bertemu lagi aku bisa menyapa mu"
"Diana.....nama ku Diana Patrick" ujar nya tersenyum manis
"Devano....orang biasa nya memanggil ku Devan"
Senyum perempuan ini sangat cantik membuat Devan tak bisa berhenti memandangi nya...
Setelah pesawat mendarat di bandara,Devan selalu mengikuti langkah kaki Diana,dia terus berjalan di sebelah perempuan cantik ini membuat Ardian dan Nisa heran dengan tingkah Devan,tak biasanya dia mengekori wanita sampai sebegitu nya.
"Apa kau menetap di sini?" lagi-lagi Diana mengangguk kan kepala nya tanpa bersuara
"Bisa aku minta nomor ponsel mu?" tanya Devan membuat Diana menghentikan langkahnya dan menatap lekat lelaki di sebelah nya ini.
"Di.....Diana" pekik seseorang membuat Diana menoleh pada panggilan nya
Diana melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Lain kali kita bertemu lagi" ucap Diana pada Devan lalu menyeret koper nya dan mendekat pada lelaki yang memanggil nya tadi
Diana segera memeluk nya lalu lelaki itu mencium pipi kiri-kanan Diana membuat Devan tertegun,apa ini rasanya patah hati, perempuan yang dia cari ternyata sudah memiliki kekasih.
"Sudah ayo pulang" ajak Ardian menarik tangan Devan yang terdiam kaku masih menatap Diana.
****
"Bagaimana hari-hari mu di sana sayang, pasti sangat melelahkan" ujar Vina sambil menggosok pelan kepala Devan yang sedang terbaring di sofa
Beberapa hari berpisah dari anak nya ini membuat Vina merindukan Devan, meskipun mereka kerap bertengkar tapi Vina sangat menyayangi anak sulungnya ini.
"Pencapaian yang bagus Van,ayah tidak menyangka kalian bisa mendapatkan tanda tangan kontrak itu" puji Satria
"Aku harus akui kepintaran Anisa yah, kenapa ayah membiarkan nya bekerja di kantor papi Tama?" tanya Devan
"Mommy Nur yang minta karena dari awal dia menyukai Anisa untuk di jadikan menantu,Anisa memang perempuan baik,dia pekerja keras, keluarga nya yang berantakan membuat nya optimis dalam bekerja,ayah juga suka semangat nya, mengingat Anisa bahkan ayah mengingat kehidupan ayah dahulu,hanya saja ayah lebih beruntung tinggal dengan kakek mu Haikal,opa Damian banyak membantu kehidupan kami hingga kakek mu bisa sukses kembali"jelas Satria
"Tapi Anisa itu bisa jadi aset berharga untuk perusahaan kita yah,dia bisa menarik para kolega penting"
"Kamu juga bisa seperti itu jika kamu mau"
"Atau mau ayah carikan Sekretaris seperti Anisa untuk mu,agar kamu betah di kantor " goda Satria
__ADS_1
"Mana dia mau yah,selir nya berganti-ganti yang datang ke kantor"
"Bun,itu hanya selingan biasa, penghilang stres bun" jawab Devan membela diri.