Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
marah


__ADS_3

April masuk kedalam kamar dan menyiapkan pakaian Haikal lalu keluar untuk menyiapkan makan malam mereka.


Haikal masih berkutat pada ponsel pintar nya membalas satu persatu email yang masuk karena beberapa hari ini dia sibuk dengan mama nya.


"Mas makan dulu,nanti bisa di lanjutkan lagi main ponsel nya" ucap April pelan


"Aku sedang bekerja bukan main-main" jawab Haikal membuat April menunduk


"Anak-anak ayo makan setelah itu cuci tangan dan kaki langsung tidur" ujar April pada Satria dan Vino


Hening.....makan malam yang sangat sunyi hanya sesekali Vino dan Satria berbicara itu pun jika meminta sesuatu pada April,April segera merapikan meja makan dan membuat susu untuk dirinya,Haikal sempat melirik April yang meminum susu tak biasanya istri nya ini minum susu malam-malam,apa dia yang tak perhatian atau memang ini kebiasaan baru April tapi Haikal enggan bertanya karena dia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan nya.


April segera masuk kedalam kamar dan berbaring,Dia tau kalau suaminya saat ini pasti sedang marah tapi April sendiri tak tau bagaimana cara membujuk Haikal karena lelaki itu tak pernah marah selama mereka menikah.

__ADS_1


Haikal melirik jam dinding sudah pukul 10 malam tak terasa dia sudah beberapa jam menghabiskan waktu untuk bekerja,Haikal segera menutup ponselnya dan berjalan kearah kamar karena tadi nya Haikal bekerja dia ruang keluarga,di lirik nya April yang terlihat gelisah di atas ranjang.


Haikal meletakkan ponsel di meja rias April dan segera kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu berbaring di ranjang, April sudah dua kali membolak-balikan tubuh nya ntah kenapa sejak hamil dia sulit tidur jika tidak di peluk Haikal,Haikal sendiri sudah mulai terbiasa memeluk tubuh istrinya ini sebelum tidur.


Haikal menarik selimut dan menutup tubuh mereka berdua lalu memeluk April dari belakang membuat April tersenyum kecil tapi tak berani bersuara.


"Jangan pernah menerima tamu lelaki jika aku tak ada di rumah" bisik Haikal dan diangguki April pelan


"Ayo tidur besok kita lihat mama kerumah sakit" ucap Haikal mencium tengkuk April pelan, sebenarnya ingin marah tapi dia tak bisa marah pada perempuan ini, wajah April terlalu lembut membuat Haikal tidak tega untuk memarahinya.


****


"Pa,kenapa kaki mama tidak bisa di gerakkan" ucap Bu Fatma ketakutan,dari tadi dia mencoba bergerak tapi tidak bisa

__ADS_1


"Masih dalam pengobatan ma,sabar pasti bisa semua butuh proses" ujar Pak Heru menenangkan istri nya


"Tapi ini benar-benar tidak bisa bergerak pa,kenapa kaki ku? apa yang terjadi pa?"


"Pasti sembuh ma,hanya saja kamu harus bersabar,ini semua ujian dari Tuhan ma,berdo'a semoga semua baik-baik saja" ucap Pak Heru lagi


"Tapi mama tidak mau lumpuh pa" isak Bu Fatma mulai menangis


"Tidak.....papa akan usahakan yang terbaik untuk mama,nanti kita bicarakan dengan dokter dan Haikal ma,mama pasti sembuh" bujuk Pak Heru lagi


"Telepon Haikal dan Fajar pa,mama tidak mau lumpuh"


"Iya...iya.....sabar ma" ujar Pak Heru meraih ponselnya dan menghubungi dua anak nya itu.

__ADS_1


Bu Fatma terlihat cemas karena satu kaki nya benar-benar kaku tidak bisa di gerakkan, apakah ini karma untuk nya yang selalu keras kepala menentang suami dan anak-anak nya,jika iya Tuhan sedang menghukum nya saat ini...


__ADS_2