
"Jangan banyak bergerak sayang" bisik Andre lembut
"Aku..a-ku takut" aku Kiara sambil mengalihkan pandangannya,dia terlalu malu menatap wajah suaminya ini karena mereka sama-sama dalam keadaan polos dengan tubuh Andre menindih Kiara.
Andre kembali menghujami tubuh Kiara dengan ciuman lembut membuat perempuan bertubuh ramping ini menahan desahannya.
"Keluar kan saja suara mu sayang tidak akan ada yang mendengar nya,hotel ini kedap suara"
Andre memposisikan wajah nya tepat pada area sensitif Kiara dan memberikan sentuhan lembut membuat Kiara menjerit kecil
"Ma.......sss......aaaakkk"
"Bagaimana? Kamu sudah basssah?" tanya Andre lembut. Kiara terengah-rengah menahan perasaan yang ditimbulkan dari setiap sentuhan Andre. Kepalanya mendadak pusing,baru kali ini Kiara merasakan sentuhan lelaki selain papa nya.
"Terlalu sempit sayang, jariku hampir tidak bisa bergerak."ucap Andre lagi
“Arrggh...Mas!” Pekik Kiara kuat saat dia mendapatkan pelepasan nya.
***
"Aku mau yang itu" tunjuk Vivian pada gaun pengantin berwarna Silver yang terpajang di butik ternama.
"Maaf nona yang gaun itu sudah ada yang pesan" jawab Sang pelayan
"Siapa?" tanya Vivian
"Itu sudah di pesan oleh salah satu pelanggan tetap kami nona,dan sudah di bayar lunas,jika anda tertarik kami bisa mendesain untuk anda dengan model lain nya"tawar pegawai butik
"Tapi aku mau yang itu"rengek Vivian pada Alex membuat Alex jengah, sebenarnya Alex juga belum mau menikah tapi papa nya yang memaksa Alex untuk segera menikah.
"Saya akan bayar tiga kali lipat dari yang kamu jual" ucap Alex pada pegawai toko membuat Vivian terkagum dengan lelaki ini, Vivian berpikir Alex memang menyukai nya karena mati-matian mau membayar gaun ini dengan harga fantastis tiga kali lipat.
"Bagaimana?" tanya Alex membuat pegawai toko tersebut sedikit gugup karena mendapat penawaran yang cukup menggiurkan.
"Saya tinggal sebentar pak" ujar nya pamit.
"Aku juga mau pernikahan mewah lex, seperti princess" ucap Vivian membayangkan pernikahan yang jauh mewah dari pada Kiara dan Andre.
__ADS_1
"Pilih saja yang mana yang kamu mau,nanti aku yang akan membayar semua nya" jawab Alex membuat Vivian tersenyum kecil, ternyata Alex lebih royal dari pada Sam pikir Vivian.
"Maaf pak, tidak bisa....!!! pemilik butik ini teman baik dari keluarga mempelai jadi tidak bisa,jika memang acara nya masih lama,kami akan membuat kan dengan Desain yang sama"jelas pelayanan butik membuat Vivian kecewa padahal dia sangat menyukai gaun itu.
"Ya sudah buat kan saja tapi dengan warna yang berbeda" jawab Alex
"Kenapa harus berbeda?" tanya Vivian
"Tidak mungkin ada gaun yang sama pada waktu yang bersamaan" jawab Alex membuat Vivian bingung
"Apa maksudmu lex?" tanya Vivian
"Sudah lah, ikuti saja lagi pula gaun nya sama hanya warna berbeda"
Vivian sedikit menghentak kan kaki nya kesal,Alex memang memberikan apapun yang Vivian mau bahkan jauh dari pada Sam tapi Alex sedikit cuek.
****
"Apa semua nya sudah selesai Nur?" tanya Adel
"Oma ingin pernikahan Ardian dan Sam di sama kan saja, bagaimana menurut kalian?"
"Devan bagaimana Oma?" tanya Nur dan di anggukki Bella
"Devan masih belum memberikan kepastian dengan hubungan nya" jawab Vina
"Coba nanti kamu bicara Bun pada Devan jika memang pak Gunawan memberikan restu kenapa tidak" Sahut Satria
"Tapi aku rasa Devan belum cocok untuk menikah Yah,dia masih labil apalagi Diana baru di kenal nya sedangkan Ardian dan Sam berbeda mereka sudah saling mengenal satu sama lain"jelas Vina
"Tapi nanti aku coba bicara ma,siapa tau Devan setuju" lanjut Vina lagi dan diangguki Adel
"Tapi untuk Vivian apalah sudah pas ma,aku merasa Vivian dan Sam-"
"Cocok... mereka sudah lama berpacaran" potong Bella lagi karena memang dia tau kalau Sam dan Vivian sudah lama berpacaran.
****
__ADS_1
"Keren......keren Key.....boleh aku kenalan" pekik sahabat Keyla histeris melihat Sam yang berdiri di sebelah mobil mercy nya mengenakan jas berwarna navy dan kecamatan hitam,dari tadi Sam melirik jam tangan mahal nya karena Keyla belum juga keluar.
"Etsss.....nggak boleh! jangan pada keganjenan ya"
"Pelit loe Key,cuma kenalan doang"
"Jangan ada yang tebar pesona ya" ingat Keyla dan dia anggukki teman-teman nya patuh..
Sam tersenyum manis saat Keyla berjalan mendekati nya,dari tadi Sam merasa jadi pusat perhatian anak sekolah yang lalu lalang membuat nya sedikit risih.
"Yuuk Key...udah jam berapa ini" ajak Sam menarik tangan Keyla tapi Keyla menggenggam tangan Sam membuat Sam menoleh pada perempuan ini.
"Kenapa?"
"Teman-teman ku mau kenalan kak" bisik Keyla
"Key..kakak sudah nggak ada waktu lagi,siang ini ada meeting Key,sore nanti Oma minta datang ke rumah nya"
"Sebentar saja kak" mohon Keyla dengan wajah memohon membuat Sam jadi tidak tega.
Sam menghela nafas panjang dan mengangguk setuju membuat Keyla tersenyum manis.
"Hai teman-teman Keyla kenal kan saya kakak nya Keyla,nama saya Samuel,maaf saya harus segera pergi karena masih ada pekerjaan penting lain kali kita bisa bertemu kembali" ucap Sam memperkenalkan diri nya
"Sudah Key,ayo" ajak Sam cepat karena memang dia ada meeting penting di kantor siang ini.
"Key...jangan cemberut begitu" ujar Sam saat mereka sudah di dalam mobil
"Kakak nggak asik!" ketus Keyla
"Nggak asik gimana?"
"Bukan gitu kak cara kenalan nya,dia tanya nama mereka satu-satu"
"Nggak ada waktu Key,mama pasti marah karena ada meeting penting siang ini,lain kali ya,kakak janji" bujuk Sam
"Kamu ikut kakak dulu ya Key ke kantor, sore nanti kita ke rumah Oma,bunda kamu ada di sana" jelas Sam dan di anggukki Keyla pelan dia masih marah pada Sam.
__ADS_1