Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
bekerja


__ADS_3

Adel terdiam melihat sosok wajah Anisa,raut wajah nya membuat Adel mengingatkan pada seseorang.


"Kenapa oma?" tanya Ardian pada Adel yang terdiam, bahkan Adel tak merespon jabatan tangan Nisa


"Oma...." panggil Ardian membuat lamunan Adel buyar


"Maaf...oma tidak fokus" jawab Adel lalu membiarkan tangan nya di ambil Nisa untuk di salami.


"Silahkan duduk" tawar Oma


"Terimakasih oma" jawab Nisa lembut, mengingatkan Adel akan suara seseorang,oma menggeleng kan kepala nya pelan.


"Oma sakit?" tanya Ardian


"Kenapa diam saja,bukan nya Oma ingin bertemu dengan Nisa calon istri ku" lanjut Ardian dan di anggukki Adel


"Kenapa ma?" tanya Damian pada Adel


"Tidak... mungkin oma hanya kurang tidur semalaman jadi nya sedikit mengantuk siang-siang begini"alasan Adel


"Jika oma mengantuk tidur saja,maaf mengganggu oma,tadi nya aku juga sudah meminta Ardian untuk datang setelah pulang dari kantor tapi dia malah mengajak makan siang bersama lalu kemari,oma sudah makan?" tanya Nisa lembut


"Sudah...tadi Oma sudah makan"sahut Adel dingin membuat Ardian tidak enak hati pada Nisa, sambutan oma nya tak seperti biasanya,apa benar oma nya mengantuk!.


"Ini oma ada oleh-oleh sedikit untuk oma" ucap Nisa memberikan satu kotak kue kering yang kata Ardian kesukaan oma nya.

__ADS_1


"Terimakasih"


"Bagaimana dengan pekerjaan mu Ar?" tanya Opa Damian


"Alhamdulillah lancar opa,kami sedang ada proyek bersama,Devan juga ikut serta dalam proyek nya"jawab Ardian


"Bukan nya kalian akan menikah,kenapa masih membahas proyek bersama?"


"Meskipun sudah menikah saya ingin tetap bekerja opa,agar bisa membantu Ardian nantinya" sahut Nisa lembut


"Tidak baik bekerja setelah berumah tangga,lebih baik di rumah saja menunggu suami"


"Aku juga sudah bicara kan pada Nisa pa,tapi Nisa kekeh ingin tetap bekerja"


"Siapa bilang sudah menikah tidak boleh bekerja,jangan egois Ar!! perempuan berhak menentukan pilihan nya, bukan sebagai pencari nafkah tapi membantu jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak di inginkan dia sudah punya peluru untuk berperang"bantah Adel,dia tidak suka prinsip lelaki yang melarang perempuan untuk bekerja, karena dirinya dulu juga seorang pekerja keras.


"Oma mu dulu juga begitu Nis,mau nya bekerja terus" ujar Damian pada Nisa


"Tapi tidak mengabaikan keluarga ya pa!" tekan Adel


"Jangan mau di rumah saja Nis,kita punya karir dan punya kesempatan yang sama dengan lelaki,bukan berarti mengabaikan tugas sebagai istri tapi jika bisa berkarir kenapa tidak toh suami dan keluarga tetap terurus apalagi kalian dalam satu kantor yang sama,atau jangan-jangan kamu yang tidak ingin di awasi oleh Nisa,Ar" ujar Adel menatap sang cucu


Jika sudah berbicara tentang pekerjaan dan Karir Adel akan cepat mencair,dia suka perempuan mandiri dan pekerjaan keras dari pada perempuan yang hanya duduk manis di rumah menikmati hasil suami karena anak cucu nya semua nya bekerja,Nur memiliki kafe,Bella bekerja di perusahaan nya,hanya Vina yang tidak bekerja karena memang Satria tidak memperbolehkan nya, Satria sangat posesif pada Vina tapi Vina cukup pintar mengatur keuangan dan rumah tangga nya.


"Aku suka Nisa bekerja di perusahaan yang sama dengan ku oma,hanya saja aku takut dia lelah karena mengurus keluarga terus juga harus bekerja"

__ADS_1


"Ar... perempuan mandiri dan pekerja keras pantang ada kata lelah justru dia bahagia bisa menjalankan kewajiban nya sambil membantu suami, toh kalian juga yang akan menikmati hasilnya nanti"jelas Adel


"Itu maksudku oma,tapi Ardian malah sering salah paham,aku masih punya keluarga yang butuh tanggung jawab ku oma" aku Nisa jujur


"Nis,aku tidak mempermasalahkan itu" potong Ardian


"Benar Ar kamu tidak mempermasalahkan nya,Oma yakin kamu bisa mengatasi semua itu.Tapi Nisa wajar memiliki ketakutan karena kalian belum menjalani nya apalagi perkenalan kalian cukup singkat-"


"Itu hanya ketakutan yang tidak beralasan oma! oma tau aku bukan?" potong Ardian lagi


"Oma mengenali mu Ar,tapi tidak dengan Nisa dan keluarga nya,hanya untuk berjaga-jaga,ini juga berlaku untuk yang lain nya,bukan berarti mendapatkan suami kaya raya harus ongkang-ongkang kaki di rumah menikmati harta yang ada, tetap harus bekerja karena uang tidak datang saat kalian tidur justru uang datang saat kalian terjaga" ucap Oma dan di anggukki Nisa setuju


"Biarkan Nisa bekerja,jika dia sudah percaya pada mu dia akan mundur sendiri, Oma suka prinsip mu Nis karena Oma juga begitu dulu,di saat sudah percaya sepenuhnya dengan opa mu baru oma memilih mundur teratur,dan kini perusahaan itu di kelola oleh mama mu Bella"terang Adel lagi


Seperti nya cerita semakin menarik,Oma mulai mendalami Nisa dan menyukai karakter nya, mungkin tadi oma benar-benar mengantuk hingga mood nya sedikit buruk tapi ini oma seperti nya sudah mulai nyaman mengobrol dengan Anisa pikir Ardian.


Cukup lama percakapan antara cucu dan nenek ini terjadi hingga Ardian dan Nisa tidak kembali lagi ke kantor,bahkan Opa Damian juga ikut semangat dengan kehadiran cucu nya,rasa sakitnya hilang seketika.


"Hahaha....oma kalau sudah membahas tentang pekerjaan dia akan lupa waktu Nis,dia terlalu bersemangat karena memang dari dulu oma mu ini tidak bisa hanya berdiam diri"ucap Opa Damian yang memang sudah mengetahui karakter istri nya ini.


Karena sudah sore Ardian dan Nisa pamit untuk pulang, Ardian sudah janji untuk mengantarkan Nisa membelikan obat untuk bunda nya sore ini.


Nisa menyalami oma Adel dan Opa Damian, meskipun sedikit mengganjal di hati Adel tapi harus dia akui dia menyukai Nisa dari pertemuan pertama mereka ini.


****

__ADS_1


Yang kangen opa Damian dan Oma Adel mana suaranya??? Alhamdulillah mereka masih sehat ya!!!


Sedikit mengulas karakter oma Adel,biar nggak lupa,🤭🤭🤭


__ADS_2