
"Nur...kamu mau nikah sama siapa?"tanya April terkejut karena Nur belum tamat kuliah tapi sudah meminta menikah.
"Ada bun, apa boleh?"
"Menikah bukan perkara main-main Nur jangan menjadikan ini seperti kue buatan mu yang bila gagal bisa di ulang kembali ini sakral nak cukup bunda dan papa yang pernah menjalani pernikahan gagal jangan kamu" jelas April dan di anggukki Haikal
"Bun,Nur sudah dewasa,Nur berhak menentukan kebahagiaan Nur sendiri bun, tolong izin kan Nur untuk menikah"
April menggeleng kan kepala nya dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Nur yang tiba-tiba meminta menikah apalagi setaunya Nur tak memiliki kekasih selama ini,lalu akan menikah dengan Siapa?.
"Bun....."
"Siapa calon mu?" tanya Haikal
Nur menunduk kan kepalanya dia tak berani menatap wajah Haikal.
"Siapa Nur?" tanya April lembut membuat Nur menatap wajah bunda nya ini
"Om-o-m Tama bun,Nur ingin menikah dengan om Tama" jawab Nur pelan membuat April terkejut tapi berbeda dengan Haikal yang seakan sudah tau siapa calon anak perempuan nya ini.
"Pa..." gumam April menatap Haikal
Haikal menghela nafas panjang "Besok kita pulang ke Indonesia" ujar Haikal tanpa bisa di bantah lagi lalu pergi meninggalkan meja makan membuat Nur menangis memeluk tubuh April
April mengusap pelan punggung Nur dia tau yang di takut kan anak perempuan nya ini
"Nur....bunda boleh bertanya?" ujar April sambil menuntun Nur masuk kedalam kamar
Nur mengangguk pelan
"Kamu dan om Tama sudah-"
__ADS_1
"Bun, Nur tidak melakukan apapun" Potong Nur karena bunda nya bertanya sedikit ragu
"Lalu kenapa ingin menikah secepat ini nak,kamu belum tamat kuliah,masih panjang masa depan mu"
"Om Tama yang meminta untuk menikah bun"jawab Nur terisak
"Kamu mencintai Om Tama?" tanya April dan diangguki Nur
"Kamu tau kan dia om mu Nur?"
"Tapi kami saling cinta bun,tolong bantu kami" mohon Nur membuat April geli sendiri melihat tingkah anak perempuan nya ini,Nur masih sangat belia untuk menikah.
"Anak bunda sudah besar ya,sudah berani minta di nikah kan"goda April
"Bunda tidak marah?"
"Kenapa bunda harus marah,bunda bangga pada Nur yang sudah berani mengatakan kehendak Nur tapi kalian bersaudara sayang tidak bisa menikah"ujar April mencoba menjelaskan
"Bun, Nur tidak bisa berpisah dengan om Tama Bun, tolong mengerti Nur"aku Nur
"Nur siap bun asalkan Nur bisa menikah dengan om Tama" jawab Nur cepat
"Istirahat dulu sayang kita pikirkan lagi setelah kita di Indonesia,besok kita akan pulang" ucap April mengusap lembut kepala Nur lalu pergi keluar.
****
"Kamu dan Nur tidak bisa menikah,apa kamu tidak bisa mencari perempuan lain selain Nur dia keponakan mu Tam?" ujar Haikal pada Tama
Tama yang pulang larut malam di cegat oleh Haikal karena ingin membicarakan tentang Nur
"Aku mencintai Nur" jawab Tama singkat
__ADS_1
"Jangan buat keluarga kita berpisah hanya karena ini Tam,aku rasa kamu cukup dewasa untuk berpikir kalau kalian tidak bisa untuk menikah" jelas Haikal lagi
"Besok kami akan pulang ke Indonesia karena Nur harus menyelesaikan kuliah nya setelah itu aku akan mengirimkan Nur ke luar Negri kembali untuk merintis karir nya,jadi tolong jangan ganggu Nur,jika memang kamu mencintai nya support Nur dengan hal positif ,ini hanya rasa takut kehilangan saja" tegas Haikal lalu pergi meninggalkan Tama sendiri sedangkan Tama mengeram kesal
"Kenapa aku dan Nur harus bersaudara" ucap Tama sambil mengepalkan tangannya
Nur yang tidak sengaja keluar kamar untuk mengambil minum mendengar semua percakapan papa nya dan Tama,Nur menutup mulut nya menahan tangis di tidak bisa membayangkan berpisah dari Tama.
"Nur... "panggil Tama yang mendengar isakan
Nur hendak pergi tapi di cegah oleh Tama,Tama segera memeluk tubuh Nur yang sedang menangis.
"Jangan menangis,jika kamu bersedih aku merasa jadi lelaki yang paling bodoh di dunia karena tidak bisa melindungi mu" bisik Tama membuat Nur menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara.
Nur memeluk erat pinggang Tama dia tak ingin berpisah dari lelaki yang sudah menjaga nya dari kecil ini.
"Aku mencintai mu om" ucap Nur pelan membuat Tama melepaskan pelukannya dan menatap wajah Nur
"Nur,,,kamu mengatakan apa?"
"Aku-a-ku mencintai mu Om" ulang Nur pelan,dia tak bisa lagi menyembunyikan perasaan nya.
"Nur,,aku mencintaimu tidak akan ada yang memisahkan kita selagi kamu mau berada di samping ku"
"Om aku takut"
"Meskipun Kedua orang tua kita tidak setuju aku akan membuat mereka menerima kita" janji Tama
Nur mengangguk pelan dan menangis
"Sudah jangan menangis istirahat karena besok kita akan pulang,kita bicarakan ini sesampai di Indonesia,aku akan mencari jalan keluar nya.jangan menangis sayang,aku akan selalu ada untuk kamu" ujar Tama mencium kening Nur pelan dan mengusap wajah nya lembut membuat Nur malu.
__ADS_1
"Good night princess" bisik Tama saat Nur kan berjalan kearah Kamar nya.
Tama tersenyum bahagia meskipun di tentang keluarga setidaknya dia sudah tau kalau Nur juga mencintai nya.