Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
di pecat


__ADS_3

"Jangan aneh-aneh pak,saya di sini untuk bekerja bukan untuk memikat bapak atau pun yang lain nya" ucap April ketakutan karena suami dari pemilik restoran tersebut sedang mencoba memegang tubuh April


"Jangan Munafik kamu,bukan nya kamu butuh uang untuk biaya pengobatan ibu mu,saya yang akan berikan uang nya tapi dengan syarat kamu harus puaskan saya di ranjang" ucap lelaki itu sambil tersenyum licik


April yang tadinya lagi membersihkan ruangan sang atasan malah mendapat kan pelecehan dari sang atasan membuat nya ketakutan.


"Meskipun saya miskin tapi saya cukup tau dengan dosa,saya memang janda tapi saya bukan perempuan gampang seperti yang anda pikirkan, saya cukup tau diri pak" ucap April mulai emosi


Sang atasan mendekat dan hendak memaksa April tapi tiba-tiba pintu ruangan terbuka membuat mereka berdua menatap kearah pintu.


"Kurang ajar kamu,kamu kira saya bisa kamu goda, perempuan murahan...ma,dia mencoba menggoda papa ma,pecat dia ma....dia ingin mencari uang dengan cara instan" ujar lelaki itu mengadu pada istrinya


"April .....!!! tidak tau diri kamu,saya tau kamu sedang butuh uang untuk ibu mu tapi bukan cara seperti ini,saya selama ini sudah baik pada mu Pril,apa lagi yang kurang, semua kesalahan mu tidak pernah saya besar-besarkan tapi sekarang kamu malah menikam saya dari belakang"


"Bu...ibu salah sangka,ini bukan seperti yang ibu kira saya-"


"Apa....!!! kamu mau mengelak, menuduh suami saya yang menggoda kamu, perempuan liar kamu,janda gatal...!! Keluar.... keluar kamu April,mulai hari ini kamu saya pecat, jangan pernah perlihatkan wajah kamu di restoran saya lagi " ujar sang atasan membuat jantung April serasa berhenti berdetak, bagaimana nasib ibu nya jika dia berhenti bekerja,dia butuh biaya besar.


"Permainan apa lagi ini Tuhan" batin April tertunduk lesu

__ADS_1


Kaki nya seakan lemas tak berdaya,Tuhan seakan tak pernah bosan menguji dirinya,apa lagi yang harus dia perbuat setelah ini,kemana harus mencari uang untuk pengobatan ibu nya..


April segera keluar dari ruangan sang atasan dan mengemasi semua barang-barang nya


"Untung mama cepat datang kalau tidak papa tidak tau lagi apa yang akan terjadi dia terus memaksa papa ma" ucap lelaki itu memeluk tubuh istrinya sambil tersenyum licik


"Pril....sudah lah kami percaya pada mu,kami tau bagaimana pak Bagas itu,nanti dia juga akan kena batu nya" ucap Tini sahabat baik April


"Tin,aku pergi ya, hati-hati di sini jaga dirimu" ucap April lalu segera pergi


April menelusuri jalanan,dia bingung harus bagaimana.


"Tin ......tin......" bunyi klakson mobil membuyarkan April dari lamunannya, hampir saja mobil Pajero sport keluaran terbaru itu menabrak tubuh nya,jika Haikal tidak cepat mengerem sudah pasti kini April hanya tinggal nama


"Kamu mau mati...!!" bentak nya


April tertunduk ketakutan air mata nya dari tadi tak berhenti mengalir


"Kamu...!!! Gila,,kamu benar-benar buta ya, kemarin menumpahkan jus di baju ku dan sekarang malah ingin menabrakkan tubuh mu pada ku,apa yang ada di pikiran mu ini"

__ADS_1


"Maaf....ma-af tuan"


"Apa yang ada dalam pikiran mu cuma kata maaf,hanya itu yang bisa kamu ucap kan lalu besok-besok kamu ulangi lagi"


April terus menangis, pikiran nya benar-benar kalut saat ini, perasaan kesal bercampur aduk dengan ketakutan.


"Kenapa menangis,aku heran melihat mu ini,hanya bisa maaf,nangis apa kamu tidak pernah belajar di sekolah mengenai tata krama cara meminta maaf dengan baik,atau jangan-jangan kamu tidak sekolah" cecer Haikal lagi


April tertunduk,dia memang perempuan penakut,dia tidak berani menatap seseorang meskipun orang itu benar atau salah, April selalu mengalah pada siapa saja, sewaktu suami nya meninggal kan dia pun dan memilih perempuan lain April hanya pasrah.Dia tak peduli mengatakan nya bodoh atau apapun dia tetap berdiri dengan kemampuan nya sendiri,sayang nya nasib baik tak pernah berpihak pada nya.


"Sekali lagi saya minta maaf pak,saya harus segera pergi" pamit April sambil menghapus air mata nya


"Kamu mau kemana?" tanya Haikal


"Pulang"


"Ayo saya antar" ucap Haikal yang merasa kasihan melihat April


April tampak berpikir sejenak

__ADS_1


"Saya bukan orang jahat,ayo segera naik sebelum saya berubah pikiran" ucap Haikal berjalan kearah mobilnya


Akhirnya April mau ikut kedalam mobil Haikal, karena dia juga sudah lelah berjalan.


__ADS_2