
"Ar,,, kurang kenal apalagi kamu dengan nya,Anisa anak yang baik Ar,dua tahun dia menjadi sekretaris di perusahaan om mu Satria dan tiga tahun menjadi sekretaris papa mu, tidak ada yang kurang Ar" ujar Nur pada anak semata wayangnya ini
Ardian Pratama bocah kecil yang menjelma menjadi tampan bak aktor Korea, Ardian saat ini berusia 25 tahun,dia di jodohkan oleh Nur dengan sekretaris Tama karena Ardian sama sekali tak tertarik pada wanita, Ardian sedikit mengikuti sifat papi nya yang tak mau mengenal Cinta,Nur takut dia malah kepincut dengan saudara sendiri sama seperti dirinya dulu jadi Nur memutuskan Ardian untuk menikah dengan Anisa perempuan cantik, pintar dan mandiri.
Anisa sudah beberapa tahun bekerja di keluarga mereka yang dari awalnya di kantor Satria dan kini pindah ke kantor Tama,sifat nya sangat baik dan ramah membuat siapa saja tertarik pada nya tapi Anisa belum memiliki tambatan hati karena dia adalah tulang punggung keluarga.
Nur sangat bangga dengan Anisa di usia nya yang baru 23 tahun Anisa mau bekerja untuk keluarga.
"Mom,, aku masih ingin memiliki karier dulu,jangan pikirkan menikah"
"Tapi Ar, Oma ingin kamu segera menikah selagi dia masih ada"tekan Nur
Ya....April yang menginginkan pernikahan Tama karena Opa nya Haikal tidak ada lagi..
Haikal mengalami Serangan jantung mendadak dan meninggal saat Ardian menyelesaikan kuliah nya
"Biarkan aku berpikir dulu mom, menikah bukan perkara mudah,papi saja dulu juga tidak mau di jodohkan sekarang malah mommy ingin menjodohkan ku" ketus Ardian
Ardian melangkah pergi,dia tau siapa Anisa karena dia sudah bertemu dua kali dengan perempuan itu, pertama saat perayaan ulang tahun oma Adel dan kedua saat di kantor papi nya, Ardian akui kalau Anisa perempuan cantik tapi dia belum tertarik karena dia belum tau siapa Anisa, Ardian tak ingin mengambil resiko menikahi perempuan sembarang karena yang mommy nya tau kalau Anisa adalah perempuan baik.
"Sayang jangan terlalu di paksa,ini bukan zaman Siti Nurbaya kalau memang sudah waktunya pasti Ardian akan menikah"ujar Tama
"Ay,Nur tidak mau jika harus menikah sesama keluarga lagi Ay,cukup sudah itu semua terjadi pada kita,Kak Satria dan Kak Vino tidak pada keturunan kita" tegas Nur
"Jangan menolak takdir sayang,jika tuhan berkehendak mau bagaimana lagi"
"Pokoknya Nur tidak setuju, Nur mau keluarga kita keluar dari ranah pernikahan keluarga, biarlah Ardian menikah dengan Anisa,dia perempuan baik"
__ADS_1
"Baik menurut mu belum tentu untuk mereka sayang,lagi pula Anisa itu punya hati, meskipun kehidupan nya jauh di bawah keluarga kita,kita tidak boleh memaksa kan kehendak,mana tau Anisa sudah memiliki kekasih,jangan egois "
"Payah ngomong sama kamu, selalu saja bertentangan" kesal Nur lalu meninggalkan Tama
Saat ini perusahaan masih di urus oleh Tama karena Ardian belum sepenuhnya di sana karena Ardian masih banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong bersama teman-teman nya.
****
"Devan.....!!!" pekik Vina kesal pada anak lelakinya ini pasalnya Vina melihat Devan sedang berciuman mesra dengan teman wanita nya di dalam ruangan,Devan jauh berbeda dari papa nya yang pendiam,Devan tumbuh menjadi lelaki tampan dan playboy beberapa kali sudah dia berganti wanita membuat kepala Vina pusing memikirkan anak sulung nya ini
"Kenapa mama kemari?" tanya Devan ketus, perempuan yang duduk di pangkuan Devan segera keluar
"Anak kurang ajar,berapa kali mama bilang stop bermain wanita Devan mama tidak mau jika terjadi sesuatu pada adik mu Keyla Van,sudah lah tinggal kan semua wanita mu,biar mama yang mencarikan jodoh untuk mu"
Setahun sudah melahirkan Devano,Vina hamil kembali dan di dianugerahi putri cantik yang dia beri nama Keyla Abraham, lengkap sudah kebahagiaan Satria dan Vina saat itu tapi kini setelah dewasa Vina di pusing kan dengan sifat playboy Devano.
"Tidak,aku bisa mencari sendiri jangan coba-coba menjodohkan ku ma" ancam Devan
"Anak durhaka kamu ya,ini kantor suamiku kenapa malah kamu yang mengusir ku" kesal Vina
"Ruangan papa ada di lantai atas ma,kenapa mama malah keruangan ku"
"Kalau tidak mama datang kemari sudah pasti kerja mu selalu bermesraan dengan banyak wanita, mulai besok mama akan memberikan mu satu asisten pribadi agar bisa melaporkan setiap kegiatan mu"
"Ma,aku bukan anak kecil lagi yang harus di awasi,aku sudah dewasa ma"
"Kalau memang sudah dewasa coba lah serius dengan satu wanita Van,bukan banyak wanita,mama capek bicara dengan mu,mulai besok turuti ucapan mama jika tidak kamu akan mama coret dari daftar warisan" tegas Vina membuat Devano terdiam,mama nya selalu saja mengancam.
__ADS_1
Vina masuk kedalam ruangan Satria dengan wajah cemberut,di hempasan kan nya tas LV keluar terbaru di atas sofa dan dirinya mendekat pada Satria yang sedang serius menatap angka di laptop nya.
"Kenapa sayang?" tanya Satria yang tau kalau Vina saat ini sedang kesal
"Anak mu mas, jantung ku bisa copot jika tiap hari di perlihatkan adegan 18++ oleh anak mu itu" kesal Vina
"Apa kamu tidak mengawasi kerja nya mas,tiap hari bergonta-ganti wanita,atau sifat itu dia turun kan dari mu" tuduh Vina
"Jangan sembarang kamu,aku tidak pernah begitu" jawab Satria cepat
"Lalu sifat siapa yang dia warisi?"tanya Vina
Satria terdiam seketika,dia berusaha tidak mengikuti jejak papa nya tapi hal itu terjadi pada Devano anak nya.
"Mas,,,cabut semua fasilitas nya jika dia tidak mau aku jodoh kan"
"Sayang dia anak kita,jangan kejam...apa kamu akan membiarkan nya menjadi anak jalanan"
"Aku hanya ingin Devan berubah mas"
"Bukan begitu cara nya"
"Lalu? memberi kan semua yang kita punya dan membiarkan dia menghabiskan nya, lama-lama bisa bangkrut kita,kamu harus pikir kan Kayla mas,dia masih butuh banyak biaya, jangan hanya Devan terus" oceh Vina,memang selama ini Satria yang selalu memanjakan Devan berlebihan hingga Devan tidak memiliki rasa tanggung jawab.
"Nanti aku akan coba bicara pada Tama bagaimana cara mengatasi Devan"
"Jangan Tama mas, minta Vino yang bawa Devan untuk bekerja di salah satu kafe nya, biarkan Devan mencari uang sendiri di sana,biar dia tau bagaimana susah nya mencari uang,jangan bisa nya menghamburkan tidak jelas,di sini juga Devan tidak punya kerjaan bukan"usul Vina
__ADS_1
"Tapi-"
"Sudah lah mas, Vino pasti bisa mengatasi Devan"