
Tuhan ajarkan aku lupa karena rindu ini terlalu menyiksa....
*Aja***rkan aku** benci karena perasaan ini terlalu sesak di dada...
*****
Vina memeluk tubuhnya sendiri yang merasa kedinginan,saat ini dia berdiri di depan balkon sebuah Villa,Vina memilih menyendiri setelah acara pernikahan Tama kemarin.
"Ternyata menunggu itu sangat menyedihkan" batin Vina tersenyum miris dengan keadaan nya saat ini,sudah lama dia menunggu Tama tapi malah Tama memilih menikah dengan Nur.
Air mata Vina menetes tanpa dia sadari, cinta nya pada Tama begitu besar hingga dia tak mau kembali ke luar Negeri meskipun mama nya saat ini meminta nya pulang,Vina kekeh ingin tetap di Indonesia agar bisa selalu melihat Tama.
Begitu banyak cerita yang dia lalui bersama keluarga Tama, meskipun Tama hanya menganggap nya sebagai seorang adik tapi Bagi Vina kasih sayang Tama layaknya seorang pasangan dia belum ikhlas melepas Tama untuk bersanding dengan Nur.
"Apa yang aku perbuat belum bisa membuat mu luluh bang,belum bisa membuat mu berpaling dari Nur"ujar Vina merasa kesal sendiri dengan dirinya yang tak bisa membuat Tama bertekuk lutut.
****
"Morning....." ujar Vino mencium pipi Bella yang baru terbangun dari tidur nya
"Morning....kamu sudah bangun?" tanya Bella dengan suara serak
"Hmmmm..ini sudah pukul 10 sayang, segera mandi bersihkan dirimu lalu kita sarapan"ajak Vino
__ADS_1
"Jam 10??" tanya Bella tak percaya, perasaan dia baru memejamkan mata sejenak dan sekarang sudah jam 10 pagi
"Ya.....ayo segera mandi"
Bella segera bangkit tapi s*langk*ng*n nya terasa sakit, membuat Bella mengehentikan langkah nya
"Kenapa??"
"Perih.....!!!" jawab Bella pelan membuat Vino mendekat pada nya
"Hey....mau apa?" pekik Bella kaget karena Vino menggendong diri nya seperti bayi.
"Tenang,aku hanya membantu mu ke kamar mandi,tidak akan menyakiti mu lagi,tapi jika kamu yang memaksa dengan senang hati aku melakukan nya" goda Vino membuat Bella memukul pundak suaminya ini pelan.
"Baik lah tuan putri segera mandi aku tunggu di luar" ujar Vino mencium kening Bella sekilas lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan istri nya sendirian agar Bella bisa leluasa membersihkan diri nya.
****
Berbeda dengan pasangan Tama dan Nur yang masih tertidur pulas di kamar pengantin mereka karena Tama dan Nur baru menyelesaikan aktivitas panas nya pukul 2 dini hari,Nur sendiri sudah menyerah tapi Tama hanya memberikan jeda 1-2 jam pada Nur lalu mengulangi nya lagi membuat Nur benar-benar lelah.
Tama memeluk tubuh istrinya nya ini tanpa memberikan celah untuk Nur bisa pergi,Tama benar-benar tak ingin berpisah meskipun hanya sekedar tidur.
Deringan ponsel di atas Nakas sudah berbunyi beberapa kali tapi tak membuat pasangan pasutri ini bangun, Deringan ponsel seakan seperti lagu pengantar tidur untuk mereka.
__ADS_1
"Apa mereka sudah pergi duluan" ujar Vino pelan
"Kenapa Vin?" tanya Bella saat melihat Vino yang bicara sendiri
"Tama dan Nur"
"Kenapa mereka???"Tanya Bella lagi
"Nelpon nggak di angkat,apa mereka sudah pergi duluan kali ya yang"
"Mungkin aja.....!!! yuukkk sarapan aku sudah lapar" rengek Bella membuat Vino gemas dan mencium bibir istrinya ini sekilas
"Kalau belum bangun nggak mungkin deh yang,, udah siang gini,apa mereka ninggalin kita ya"
"Nanti aku coba hubungi Nur,tapi sekarang kita makan dulu,aku udah nggak tahan"
"Nggak tahan apa?"
"Ya makan lah,jangan pikiran aneh-aneh deh kamu,masih sakit juga" ketus Bella
"Iya...iya..tapi kalau sudah makan bisa kan??? tenaga nya udah pulih lagi" goda Vino membuat Bella malu dan mencubit kecil pinggang suami nya ini
"Awwww.... sakit yang mulai KDRT kamu ya"
__ADS_1
"Biarin...habis nya kamu ngomong nggak tau tempat"kesal Bella membuat Vino tertawa kecil sambil mengacak rambut Bella.