
"Pa, jika lamaran ku di terima aku akan segera menikah" ucap Haikal pada pak Heru
"Kamu sudah yakin Kal,papa bukan melarang mu tapi jangan sampai rumah tangga mu seperti dengan Karin dulu,cukup sudah perceraian-perceraian yang terjadi dulu kini tolong fokus pada rumah tangga mu"
"Ya pa,kali ini aku yakin" jawab Haikal tegas
"Sesulit apapun kamu jangan pernah tinggalkan istri mu,Kal rumah tangga itu terkadang seperti perjudian,jika menang kamu akan di atas,jika kalah kamu akan di bawah,jadi lah pribadi yang sabar, apapun yang terjadi jika itu bukan perselingkuhan bertahan lah,itu pilihan mu,itu wanita yang kami cintai" jelas Pak Heru memberikan nasihat pada Haikal dan di anggukki Haikal
"Papa harap ini pernikahan terakhir mu" lanjut pak Heru
"Tapi bagaimana mama pa?" tanya Haikal
"Urus saja pernikahan mu dulu,soal mama papa yang urus"
"Om Damian memberikan solusi untuk aku menikah siri dulu pa,agar mama tak bisa lagi membatalkan nya"
"Tidak masalah,kamu lelaki....kamu tulang punggung keluarga mu,jika kamu bertahan dengan pilihan mu kenapa tidak...!!
__ADS_1
"Baiklah terima kasih pa,aku lega setidaknya ada salah satu di antara kalian yang mendukung ku"ucap Haikal tersenyum kecil
Haikal tak sabar menunggu hari esok,dia ingin jawaban dari April,jika memang April bersedia menikah dengan nya ,dia akan membawa April kerumah baru nya.
****
April sendiri dari tadi terlihat gelisah,dia bingung dengan perasaannya saat ini tapi melihat Vino yang sudah cukup dekat dengan Haikal membuat April sedikit luluh tapi apakah menikah dengan Haikal bisa membuat nya bahagia? secara Haikal orang kaya sedang kan dia datang dari kalangan biasa, apakah keluarga Haikal bisa menerima nya?
April berjalan kearah kamar ibu nya,dia ingin bicara mengenai lamaran Haikal,apa yang harus dia jawab pada Haikal besok.
"Bu,,,sudah tidur?" tanya April lagi tapi tak juga di jawab, Biasanya perempuan tua itu akan membuka matanya saat April membuka pintu kamar nya,April mengusap lembut kepala ibu nya,lalu April memegang pergelangan tangan ibu tua itu,air mata nya sudah mengalir deras karena tak ada lagi denyut nadi yang terasa.
"Bu......ibu" ucap April mengguncang tubuh ibunya pelan
"Ibu..... bangun bu,jangan tinggalkan aku bu,bu buka mata ibu" Isak April tapi wanita tua itu tidak juga membuka matanya membuat April berteriak
"Bunda kenapa?" tanya Vino yang mendengar teriakan Bunda nya
__ADS_1
"Nenek sayang, nenek.....!!! ambil ponsel bunda ya,di atas ranjang" Ucap April sambil menangis mengisak dia bingung harus bagaimana meninggalkan ibunya dengan Vino tidak mungkin,tapi dia harus cari bantuan saat ini
Vino memberikan ponsel nya pada April dan satu-satunya orang yang ada di ingatan April saat ini hanya Haikal,dia segera menghubungi Haikal untuk datang kerumah nya.
April dari tadi menangis dan mencoba mencari bantuan tetangga sebelah nya
"Seperti nya beliau sudah tidak ada" ucap tetangga April membuat April menjerit histeris
"Bu kenapa secepat ini bu,April tidak punya tempat berkeluh kesah lagi bu" isak April,sang anak pun ikut memeluk tubuh nenek nya yang sudah tiada. Air mata April tak bisa berhenti menangis hanya ibu nya dan Vino yang dia miliki saat ini,Haikal datang dan segera memeluk tubuh April yang sedang menangis banyak bisik-bisik tetangga yang melihat April di pelukan Haikal bahkan Vino pun sudah dekat dengan Haikal saat ini membuat banyak orang berasumsi kalau mereka memang serasi tapi April belum mengatakan apapun tentang hubungan nya bersama Haikal.
"Sudah,, tenangkan dirimu, biarkan ibu tenang di sana" ucap Haikal mengusap punggung April pelan
"Saya dan Vino tidak ada temat mengadu lagi pak" isak April
"Ibu mu tidak sakit lagi Pril, selama ini dia mengkhawatirkan mu, mungkin saat nya dia pergi" bujuk Haikal
April tak bisa menahan rasa sedih nya di tinggal kan seorang ibu, karena dari kecil hanya sosok ibu yang dia punya,ayah nya sudah meninggal lama saat April masih duduk di bangku SD dan ibu nya memutuskan untuk tidak menikah lagi hingga hanya April satu-satunya anak yang dia punya.
__ADS_1