Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
berangkat


__ADS_3

Keyla menggandeng tangan Sam saat berjalan di bandara tak sekalipun dia mau di lepaskan membuat Sam sendiri heran kenapa istri kecil nya ini sedikit berbeda dari biasanya.


"Key,, biarkan Sam berjalan dengan kakak,ini barang bawaan kalian terlalu banyak" kesal Devan yang membawa beberapa koper Keyla dan juga Kiara sementara dia hanya membawa tas ransel bawaan nya.


"Tidak...kakak di belakang saja"jawab Keyla sambil bergelayut manja di lengan Sam


"Sayang biarkan kakak membantu Devan kasihan dia" bisik Sam,Keyla menggeleng cepat dia tak ingin melepaskan tangan Sam membuat Sam tidak enak pada ipar nya itu.


"Key....nanti di kamar juga bisa mesra-mesraan nya,mana barang Kiara juga banyak apa kalian ingin membunuh ku" oceh Devan


"Kenapa justru liburan kali ini membuat ku tersiksa" lanjut nya tanpa ada yang menghiraukan celoteh Devan


"Awas saja jika aku yang berbulan madu kalian harus menjadi bodyguard ku"


"Terima saja bro,jangan banyak mengeluh nanti jodoh jadi jauh" sahut Ardian sedikit terkekeh


"Kalian enak pada bulan madu,nah gue!!!"


"Diana kan ada,jadi tidak begitu buruk Van" jawab Nisa

__ADS_1


"Percuma juga,ada bunda yang selalu mengawasi, kalian tau kan kalau bunda lebih parah dari seorang mata-mata" ketus lelaki berperawakan tinggi ini membuat semua terkekeh geli dengan kekesalan Devan


"Sayang,kenapa kamu jadi berbeda begini?" tanya Sam pada Keyla yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu nya saat mereka sudah di dalam pesawat.


"Berbeda apa nya, menurut Key biasa saja"


"Kamu lebih manja"


"Kakak keberatan?" tanya Keyla


"Kakak suka tapi kasihan Devan sayang,dia lelah karena membawa banyak barang tanpa bantuan kakak"


"Hey.... pengantin lama tapi belum unboxing pulang nanti bawa sendiri bawaan kalian..jangan meminta bantuan ku" kesal Devan yang berada di seberang kursi Sam.


"Sayang,tangan ku pegal" Adu nya pada Diana


"Baru bawa dua koper saja rengekan nya sudah kemana-mana" ejek Keyla mencibir Devan


"coba bawa sendiri koper mu itu,apa guna nya menikah kalau masih meminta bantuan ku!" ketus Devan

__ADS_1


"Key lelah kak,kak Sam juga lelah, kakak yang bebas jadi jangan banyak ocehan, kasihan Kak Diana jadi malu punya calon suami seperti kakak"


"Lelah apa nya,awas saja kalau di Bali masih belum juga jadi keponakan ku,aku yang akan buatkan keponakan untuk kalian duluan"


"Hey.....!!! Devan" Tegur Vina yang berada di kursi belakang Devan membuat Devan menyengir.


"Apa hubungannya Van,dasar loe aja yang kebelet" sahut Ardian


Diana mencubit kecil pinggang Devan karena ucapan nya terlalu Fulgar.


"Sayang sakit"rengek Devan


"Biar tau rasa kamu, ucapan mu selalu saja membuat orang salah paham Van" kesal Diana


"Sudah sayang jangan meladeni nya,sini tidur saja kalau sudah sampai kakak bangunkan" ujar Sam menarik kepala Keyla ke dada nya lagi dan mengusap pelan beberapa kali terlihat Dam mencium kepala Keyla dengan penuh rasa sayang membuat Bella dan Vino yang ada di kursi depan Devan sesekali melirik,Sam memang dari dulu penyayang.


Keyla tersenyum kecil dan memeluk tubuh Sam dengan senyuman yang merekah di bibir nya, perasaan nyaman di dekapan Sam membuat Keyla bahagia,dia tak memungkinkan kalau Sam lelaki tampan dan bertanggung jawab tak ada yang kurang dari suami ini, andai saja mereka menikah karena cinta mungkin saat ini Keyla sudah tidak perawan lagi pikir Keyla.


Devan yang iri melihat kemesraan Keyla dan Sam membuat nya menyandarkan kepalanya di pundak Diana,tapi kali ini Diana tidak keberatan, Jujur hati Diana juga sudah terpaut pada Devan tapi hanya masih banyak mempertimbangkan untuk menikah.

__ADS_1


__ADS_2