Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
setuju


__ADS_3

"Sial......sial" Pekik Dion kesal karena dia sampai kecolongan, Bisa-bisa nya Bella hilang dari pantauan nya setelah dia memberikan obat bius.


"Siapa lelaki yang menyelamatkan Bella malam itu,kenapa harus ada orang lain, bodoh......!!!" gumam Dion


"Aku harus menjebak Bella lagi,jangan sampai ada lelaki lain yang menikmati tubuh nya karena hanya aku yang boleh memiliki Bella hanya aku yang berhak atas diri Bella" lanjut Dion tersenyum licik.


****


Vino datang ke rumah Bella malam ini dia ingin bicara pada Adel dan Damian untuk meminta Bella sebagai istri nya.


"Kalian-"ujar Adel tak bisa meneruskan ucapannya dia tak habis pikir anak kembar nya bisa jatuh cinta pada dua anak April dan Haikal,apa yang terjadi pada anak nya ini.


"Ma, Vino bukan anak papa Haikal dan kami bisa menikah ma" ujar Vino pada Adel


"Tapi kalian sudah seperti saudara" bantah Adel


"Tapi kami saling cinta ma" jawab Vino menyakinkan Adel dan menatap Bella penuh cinta


"Apa kalian yakin?" tanya Adel serius menatap Vino dan Bella bergantian dan di jawab Anggukan oleh mereka serentak membuat Adel yakin jika Bella putrinya benar-benar sudah melupakan Dion.


"Lalu bagaimana dengan abang mu,apa dia mengizinkan kamu untuk melangkahi nya?" tanya Adel menatap Tama yang terdiam sendiri di ujung sofa,dia tak mau ikut campur urusan percintaan Bella karena dirinya sendiri saja belum tau jalan penyelesaian percintaan nya, asalkan Bella bahagia dia akan ikut bahagia.


"Bang....!!!"panggil Bella tapi tak di Jawab oleh Tama

__ADS_1


"Abang"


"Ya...." sahut Tama tersentak kaget


"Bagaimana jika Bella menikah duluan?" tanya Adel


"Boleh"jawab Tama tanpa semangat


"Adel tersenyum kecil melihat Tama yang memang tak bersemangat


"Bagaimana kalau pernikahan kalian serentak saja, seperti nya menarik,iya kan pa?" goda Adel


"Ma...tolong jangan memaksa ku begini ma,mama tu sendiri kan aku mencintai siapa,aku tidak masalah jika Bella melangkahi ku meskipun sedikit kesal karena malah Vino yang menjadi ipar ku"ujar Tama melirik Vino yang sedang tersenyum manis menatap Bella


"Papa jangan bercanda....!!!" jawab Tama cepat


"Bagaimana ma jika kita sandingkan mereka Bella dan Vino,Tama dan Nur apakah serasi"ucap Damian melirik Adel sambil tersenyum kecil


"Serasi sangat serasi" jawab Tama membuat semua terkekeh geli karena Tama sangat bersemangat


"Jika memang di rasa serasi besok malam kita melamar Nur"


"Papa tidak bercanda kan? kalian setuju?" tanya Tama mendekat pada Damian

__ADS_1


"Bukan nya kamu mencintai Nur? jika tidak kita batalkan saja"


"Jangan-jangan,,,,jangan pa....kalau perlu Sekarang juga tidak masalah kita kerumah Nur" ajak Tama menarik tangan papa nya tapi keburu di rahan Adel


"Kamu kira melamar anak perawan semudah meminta anak kucing apa, semua harus ada perundingan dan persiapan Bang,jangan gegabah nanti malah di tolak" ancam Adel membuat Tama cemberut


"Lalu aku harus bagaimana ma"


"Yakin kan Nur selebihnya urusan mama" jawab Adel membuat Tama kegirangan dan mencium pipi mama nya ini berkali-kali


"You are the best mom"


"Hmmmm..... Kalau ada mau nya saja muji kalau nggak malah kabur" cebik Adel membuat Tama malu...


****


Innalilahi........ yang bernyawa pasti pergi menghadap sang ilahi..


mohon maaf yang sebesar besarnya karena dua hari ini tidak up di karena kan ada musibah keluarga saya meninggal dunia.


Malam ini up untuk menghibur para pembaca sekalian, insya Allah akan up lagi hari Minggu karena sedang berduka...


Di harapkan pada pembaca sekalian bisa mengerti dengan musibah yang saya alami 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2