Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
bekerja


__ADS_3

Satu tahun pun berlalu....


Karin memerhatikan penampilan nya didepan cermin,dia sudah rapi dan siap berangkat bekerja.Hari ini adalah hari pertama nya bekerja di kantoran,sudah satu tahun ini Karin menyembunyikan dirinya untuk berbenah menjadi lebih baik lagi dan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan yang sedikit lebih baik, selain penampilan nya memang cantik Karin memiliki tubuh ideal membuat nya bisa memanfaatkan apa yang ada di tubuh nya tapi kali ini bukan untuk memikat suami orang lagi,Karin ingin sungguh-sungguh bekerja dia sudah tobat dari dunia zina dan perselingkuhan karena dia tau kalau Karma itu nyata adanya bahkan dia sudah merasakan nya lebih dulu.


"Sarapan dulu nak" ucap Bu Warsi yang sudah menyiapkan sarapan Karin


"Ingat tujuan mu untuk bekerja bukan yang lain,jika mendapat kan pasangan itu bonus untuk mu rin tapi sekali lagi ingat jangan suami orang" oceh Ibu Karin


"Iya bu,aku hanya ingin fokus pada karir dulu bu,dan ingin membuat Satria bangga pada mana nya" jawab Karin

__ADS_1


"Satria akan bangga pada mu nak jika kamu berusaha terus merubah dirimu lebih baik"


"Semoga saja ya bu" ucap Karin menyelesaikan sarapan nya dan menyalami punggung tangan Bu Warsi lalu segera pergi


Satria sendiri kini sudah sekolah di TK,bu Fatma dan pak Heru yang selalu mengantar kan cucu nya ini ke sekolah karena memang Satria tinggal bersama mereka,Bu Fatma sedikit demi sedikit sudah berubah saat ini,dia mulai menjalani peran nya sebagai Oma.


Untuk Fajar sudah masih bekerja di perusahaan Damian saat ini dan Fajar sekarang tengah dekat dengan Anita sekretaris Damian.


Sikembar sudah bisa berjalan membuat Adel semakin kewalahan dengan mereka,tapi Adel sangat menikmati perannya saat ini, meskipun sambil bekerja dari rumah tapi Adel tetap bahagia.

__ADS_1


"Selamat bergabung semoga anda betah bekerja di sini" ucap Sang direktur menjabat tangan Karin yang sekarang menjabat sebagai staf marketing.


Karin menerima jabatan sang direktur dan tersenyum manis.


Karin memperhatikan semua penjelasan dari senior nya beruntung dia bisa cepat menangkap nya dan lebih cekatan dalam bekerja, meskipun hari pertama hanya banyak di suruh-suruh tapi Karin tak keberatan sama sekali mungkin ini yang di nama kan perjuangan sebelum mencapai kesuksesan


Dari tadi dia sibuk bolak-balik dari lantai atas ke bawah, untung saja Karin tidak memakai sepatu hak tinggi, karena memang sudah di katakan saat interview kalau pekerjaan karin banyak di lantai atas dan bawah, sebagai staf marketing Karin akan beberapa kali memperlihatkan hasil kerjanya pada sang atasan nya,lali meminta stempel jika ada yang kurang.


Lelah sungguh hari yang melelahkan bagi Karin tapi dia tidak boleh menyerah karena dia harus tunjukkan pada Satria kalau dia akan bekerja untuk anak nya itu meskipun Haikal sendiri sudah memberikan fasilitas dan uang lebih pada Satria tapi Karin merasa dia ibu nya dan ikut bertanggung jawab untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2