
Beberapa hari berlalu semua sibuk mempersiapkan acara pernikahan Tama serta Bella yang akan di gelar di sebuah hotel berbintang, acara yang sangat mewah tentu nya akan banyak tamu undangan istimewa,April dan Adel pun sibuk mempersiapkan semua nya..
"Lucu ya Nur,gimana cara panggil nya" ujar Bella terkekeh geli karena mereka sedang sibuk memikirkan panggilan setelah menikah, biasanya Nur memanggil Bella tante tetapi jika Nur menikah dengan Tama otomatis status Nur menjadi kakak ipar Bella.
"Iya Tan, semalam juga bahas itu sama Ayang tapi dia malah jawab panggil senyaman nya aja nggak usah di persulit" jawab Nur ikut tersenyum
"Jadi aku panggil kamu kakak?"
"Nggak....nggak tan, malahan jadi kesan nya udah tua gitu di panggil kakak sama tante"
"Jadi apa donk? ntar bang Tama marah kalau aku tetap panggil Nur"
"Udah tetap Nur aja tan,aku geli kalau Tante panggil kakak" ucap Nur tertawa
"Kaya nya seru banget,lagi ngomongin apa?" tanya Tama yang baru datang langsung mencium kening Nur membuat Vina yang juga ada di sana melirik iri melihat Nur yang di perlakukan manis oleh Tama sedang kan dirinya tak pernah di lirik oleh Tama sekalipun.
"Baru pulang bang?" tanya Bella
"Iya.... habis cari sesuatu buat princess" jawab Tama sambil membaringkan tubuhnya di atas paha Nur,Nur mengusap pelan rambut Tama
"Kalau mau mesra-mesraan jangan di sini donk, pikirin perasaan orang" Sindir Bella
"Salah sendiri kenapa Vino nggak ada di sini,iya kan yang" ujar Tama mengambil tangan Nur yang sedang mengusap lembut kepala Tama lalu mencium nya membuat Bella bertambah gemas dengan pasangan ini.
"Malas banget deh lihat kalian,yuk Vin temenin aku keluar, pusing lihat pasangan bucin"ledek Bella menarik tangan Vina
__ADS_1
"Siapa yang suruh di sini,iya nggak yang"
"Ay.... kamu nya nggak mikirin perasaan Vina apa?"marah Nur
"Kenapa harus mikirin dia sayang, orang aku nya mau deket sama kamu terus,emang nya boleh mikirin perempuan lain??"ujar Tama membuat Nur melotot kan matanya
"Baru ngomong udah di pelototi apalagi beneran"
"Udah, katanya ada hadiah buat Nur,mana???"tanya Nur mengadakan tangan nya membuat Tama bangkit lalu mencium pipi Nur
"Ay.... pesanan nya mana,bukan cium"
"Habis nya gemes, kalau hadiah nggak pernah lupa,bentar aku ambil dulu" ucap Tama berdiri lalu pergi keluar
Tak berapa lama Tama kembali masuk kedalam,Tama sengaja memesan satu ruangan untuk keluarga beristirahat karena beberapa hari ini mereka sibuk mempersiapkan hari H.
"Wah.... cantik banget bunga nya Ay"ujar Nur tersenyum sambil mencium buket mawar tersebut
"Ini juga" ucap Tama memberikan dua paper bag pada Nur
"Ini apa?"
"Di buka donk,di lihat kalau kamu suka cium aku" ujar Tama membuat Nur penasaran dan segera membuka nya
Nur membuka satu paper bag yang berisi lukisan dirinya dan Tama, lukisan Tama yang sedang memandangi Nur saat menghias kue.
__ADS_1
"Kok bisa Ay,kami diam-diam curi foto aku ya,ngaku???"tanya Nur dan di anggukki Tama sambil tersenyum
"Kau buka yang satu lagi ya"
Nur mengangkat satu buah paper bag nya dan melihat satu buah kotak perhiasan berwarna merah membuat Nur bisa menebak isi dalam nya,Nur membuka nya terlihat satu set perhiasan berlian, dengan liontin huruf NT membuat Nur terharu,dia tak menyangka kalau dia akan bersatu bersama Tama.
"Hey......sayang kenapa nangis?" tanya Tama heran melihat Nur menitikkan air mata
"Kamu tidak suka??"tanya Tama lagi dan di Jawab gelengan oleh Nur
"Lalu kenapa nangis Sayang?"
"Nur......Nu-r merasa jadi perempuan yang paling beruntung Ay,Nur nggak nyangka kita bisa sama-sama"
"Hey.....hey....cup jangan nangis" ujar Tama menyeka air mata di pipi mulus Nur membuat Nur tersenyum dan mencium pipi Tama tapi malah di lihat oleh April dan Adel.
"Astaga Nur, sejak kapan kamu genit gini nak,,setau bunda kamu pemalu kenapa sekarang malah kamu yang agresif" oceh April membuat Nur terkejut dan menyembunyikan tubuh mungil nya di balik tubuh kekar Tama.
"Pantas saja dia yang minta cepet-cepet menikah,udah kebelet gini" lanjut April membuat Nur menunduk malu, padahal itu semua atas permintaan Tama.
"Kamu kan...!!"
"Kenapa jadi aku sih yang, orang kamu yang cium"
"Kan kamu yang minta"protes Nur membuat Adel dan April tersenyum kecil melihat kelakuan pasangan yang saling menyalakan ini.
__ADS_1
"Mama sama bunda juga pernah muda kali yang nggak usah ngotot gitu"ujar Tama tapi tetap saja membuat Nur malu.