
"Diana" gumam pak Gunawan melihat anak perempuan nya di genggam dan berjalan dengan lelaki bahkan dia kenal lelaki itu,Devan....!! anak rekan bisnis nya.
Pak Gunawan memperhatikan Diana yang masuk ke dalam mobil Devan.
"Ada hubungan apa mereka"ucap pak Gunawan penasaran, tidak biasanya Diana di bawa oleh lelaki.
****
"Yes ....." pekik Ardian bahagia
"Kenapa loe?" tanya Sam bingung melihat sepupunya ini seperti orang gila, dari tadi senyam-senyum sendiri
"Gue udah pacaran sama Diana,nggak perlu bantuan loe"ujar Devan menunjuk Sam
Sam mengerutkan keningnya dia tidak percaya dengan ucapan Devan.
"Loe yakin dengan ucapan Loe,nggak salah dengar gue"
"Hmmmm..... Diana udah terima gue Sam,, terima!!! loe dengar pake kuping Terima" pekik Devan sedikit mengeja di telinga Sam
"Budek" kesal Sam
"Seharusnya ekspresi loe ikutan senang lah, perjuangan gue nggak sia-sia,dari Bali gue nyariin dia dan sekarang baru kesampaian jadi pacarnya dia,loe bayangkan Sam berapa lama perjuangan itu"
"Nggak semudah itu Van,gue yakin ada yang salah dengan otak Diana kali ini"
__ADS_1
"Sial loe,,bukan nya dukung gue malah patahin semangat gue" kesal Devan
"Tapi beneran deh Van,kok bisa semudah itu kalian jadian, itu bukan tipe Diana yang bisa Nerima orang asing secepat itu,gue tau dia Van, pasti ada yang nggak beres!"
Devan terdiam sejenak tidak mungkin dia mengatakan pada Sam kalau dia memberikan Diana tas sebagai sogokan nya,Tas yang membuat Vivian dan Diana bertengkar di Mall kemarin.
"Mungkin saja Sam, mungkin Diana juga sudah lama suka sama gue,kita kan nggak ada yang tau hati seseorang,Diana juga jomblo kan" jawab Devan santai
"Mungkin juga Sam, secara pesona loe nggak di ragukan lagi,buaya di penakaran aja kalah cepat sama loe" ejek Sam sambil tertawa kecil membuat Devan kesal.
"Jangan sembarang bicara gue terkam juga loe" ucap Devan sambil mengembangkan dua tangan nya.
Sam tertawa geli melihat tingkah sepupu nya ini,Tapi sejenak Devan berpikir benar yang di katakan Sam,kenapa Diana bisa menerima nya begitu saja,jika hanya masalah Tas tidak mungkin,apa Diana punya maksud lain?? jika untuk uang keluarga Diana juga pengusaha sukses?? tidak akan mungkin menelantarkan anak perempuan nya.
****
"Sam bilang Diana dan Devan sudah resmi jadian sayang" ucap Ardian pada Nisa
"Oh ya,, katakan selamat untuk dia dari ku" sahut Anisa yang tak mengalihkan perhatian nya dari ponsel nya.
"Kiara dan Andre juga sudah resmi pacaran dan Andre sudah melamar Kiara" lanjut Ardian
"Wahhh selamat juga untuk Andre dan Kiara" jawab Nisa masih memandang ponsel nya, mereka saat ini tengah menuju perjalanan pulang dari kantor tapi dari tadi Nisa hanya sibuk dengan ponselnya membuat Ardian merasa di cuek kan.
"Kalau Andre dan Nisa sudah menikah kita juga harus secepatnya menyiapkan pernikahan kita sayang"
__ADS_1
"Hmmmm.... terserah kamu"
Ardian menghela nafas berat lalu meminggirkan mobil nya dan mengambil ponsel Nisa dan menyimpan di saku nya.
"Ar.... kembali kan ponsel ku" ujar Nisa cemberut
"Dari tadi aku berbicara tidak ada yang kamu respon dengan baik,apa yang sedang kamu lakukan Nis?"
"Tidak ada,aku menjawab semua ucapan mu" jawab Nisa
Ardian mengambil kembali ponsel Nisa lalu membuka nya, Ardian hanya ingin tau apa yang membuat Calon istri nya ini tidak fokus pada dirinya, ternyata Nisa sedang membaca Artikel cara menyenangkan hati mertua.
Ardian tersenyum kecil lalu menatap sang kekasih.
"Kamu kenapa senyam-senyum begitu, kesambet ya?? tadi marah sekarang senyum nggak jelas"Ucap Nisa
"Sayang...kita akan tinggal bersama oma bukan mommy untuk apa kamu baca Artikel begini, yang harus kamu baca itu untuk menyenangkan hati suami mu ini"
"hey... jangan membuka privasi ku" ujar Nisa menarik ponsel nya dari tangan Ardian,Nisa terlalu malu karena itu.
"Stttt......... tidak ada privasi antara kita berdua apa lagi jika sudah menikah aku tidak mau ada yang di sembunyikan,aku ingin kita saling terbuka tidak ada kecurigaan,kamu boleh mengecek ponsel ku sesuka mu begitu juga aku" tegas Ardian
"Lalu bagaimana dengan pesan dari teman-teman ku?"
"Jika tidak ada yang aneh-aneh kenapa harus takut,toh kita sudah menikah" jawab Ardian santai membuat Nisa terdiam,apa memang begini sifat asli suaminya ini, awal pertemuan hingga saat ini jauh berbeda bukan Ardian yang seperti orang tau pikir Nisa.
__ADS_1