Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
di terima


__ADS_3

Adelia menatap dirinya di cermin hias, penampilan nya sudah sempurna dan siap untuk berangkat, meskipun tadi Adelia sedikit cemberut pada Damian karena menambah banyak bercak merah di leher nya dan Adel terpaksa harus mendempul lehernya dengan foundation sedikit tebal.


Adelia meraih tas nya dan segera keluar kamar,di lihat nya Damian sudah menunggu nya di dalam mobil sport mewah milik suaminya ini


" Sayang,,jangan mobil ini aku ingin belanja pulang ke kantor nanti" ujar Adel


" Belanja apa lagi Del?" tanya Damian menghela nafas panjang, pasalnya kuda besi nya ini sudah lama tak di pakai nya karena Adel mengatakan terlalu sempit dia tidak leluasa jika harus memborong belanjaan


" Keperluan dapur,sore ini pembantu kita akan datang,aku harus belanja banyak sayang"


Akhirnya Damian mengalah dia mengganti mobil yang lain demi istri tercinta nya ini


****


Damian menarik tangan Adelia saat perempuan cantik ini hendak turun membuat Adelia tersentak kaget


"kenapa?" tanya Adelia bingung


" Jam makan siang aku jemput,jangan lihat kiri-kanan ingat kamu sudah punya suami" ucap Damian


" Iya,tenang saja...aku bukan perempuan gampang meskipun tidak bersuami" jawab Adelia tersenyum manis membuat Damian tak bisa mengendalikan diri nya untuk tidak mencium Adel


Adel menjauhkan wajahnya dan menatap bibir Damian yang terkena noda lipstik nya membuat Adelia tertawa kecil sambil menghapus nya


" Sayang kamu tidak tau tempat bagaimana jika ada yang melihat nya?"


" Memangnya kenapa? mereka mau marah? " tanya Damian menaikkan alisnya


" Tapi tidak di sini juga sayang" keluh Adel

__ADS_1


" Sudah lah kamu memang tidak mengerti aku turun dulu,jangan lupa makan siang nanti jemput aku" ucap Adelia keluar dari mobil suami nya ini


Damian memastikan Adelia masuk baru dia segera pergi, lelaki ini memang terkesan dingin tapi rasa sayang nya sangat besar untuk istri nya ini membuat Adelia bangga bisa menikah dengan pria dingin tersebut


***


" Om....." Panggil Haikal yang sudah menunggu Damian dari pagi tadi


" Kenapa kemari?" tanya Damian dingin, meskipun kepada Keponakan nya sikap Damian tak akan berubah


" Om beri aku pekerjaan" ucap Haikal tanpa basa-basi


" Pekerjaan??"


" Ya om beri aku pekerjaan!"


" Bukan nya uang mu sudah banyak" Sindir Damian karena saat kumpul keluarga waktu itu Haikal berani mengambil keputusan untuk meninggalkan Adel demi Karin dan uang tabungan nya pun sudah cukup banyak untuk membuka usaha sendiri


" Jika kau tidak bisa mencintai setidaknya jangan menyakiti,jika kau tak mau jatuh setidaknya berusaha" ucap Damian membuat Haikal terasa tersindir


" Om aku butuh pekerjaan bukan nasehat, setidaknya beri aku pekerjaan agar bisa menghidupi anak dan istri ku" kekeh Haikal


" Baiklah kau ingin di bagian apa? Asisten ku, Sekretaris atau manager?" tanya Damian


" Aku ingin gaji besar Om"


" Kau bisa menduduki Asisten kedua ku,dan minta pada pak Herry untuk memberitahu pekerjaan mu,mulai besok kau bisa bekerja" ucap Damian serius


" Om serius???" tanya Haikal tersenyum bahagia

__ADS_1


" Ya,,aku serius lelaki sejati tak pernah bermain-main dengan ucapan nya" jawab Damian


Haikal segera berdiri dan memeluk tubuh om nya ini


" Terimakasih om jasa om tak akan pernah aku lupakan" ucap Haikal lalu segera pamit keluar dari ruangan Damian


Haikal bersiul santai dia bahagia akhir nya tak menjadi pengangguran lagi


" Aku ingin lihat seberapa sanggup kau bekerja setelah tau kalau Adel istri ku dan setiap saat kau akan melihat kemesraan ku bersama nya" batin Damian tersenyum kecil


Bukan maksud Damian membalas kan dendam istri nya tapi Damian hanya ingin memperlihatkan pada Haikal kalau Adelia sudah bahagia bersama dirinya jadi jangan lagi Haikal mencari Adelia karena Damian tau Haikal masih berusaha untuk dekat kembali pada Adel.


****


" Kenapa kamu bahagia sekali?" tanya Bu Fatma pada Haikal


" Om Damian langsung kasih aku jabatan Asisten nya ma" jawab Haikal Semangat


" Jangan kamu sia-sia kan kepercayaan om mu Kal,cukup sudah bermain-main nya sekarang kamu harus fokus pada masa depan anak mu Satria,dia sudah mau sekolah apa-apa mahal, bekerja lah dengan baik" ujar papa Haikal menasehati


" Kenapa asisten? kan kamu bisa minta jabatan wakil CEO,kalau memang Damian itu baik seperti yang di katakan papa mu dia akan memberikan jabatan lebih untuk mu secara kamu dulu adalah direktur tidak perlu di ragukan lagi kinerja mu" sahut bu Fatma


" Iya mas...kenapa tidak Wakil direktur saja" timpal Karin


"Kalian kira gampang jadi wakil direktur kalau bukan di perusahaan keluarga sendiri" ucap Papa Haikal


" Tapi kan itu perusahaan Damian pa,adik mu wajar saja dia memberikan jabatan baik untuk keponakan nya secara dia tau kalau Haikal banyak tanggungan dan hidup nya sudah berubah" jawab Bu Fatma sedikit tinggi


" Itu semua oleh perbuatan nya sendiri sudah seharusnya dia yang menerima karma nya sendiri masih untung Damian berbaik hati memberikan pekerjaan untuk nya kalau tidak mau jadi apa kalian gelandang???" ucap Papa Haikal emosi lalu pergi meninggalkan mereka yang sedang duduk di ruang keluarga

__ADS_1


Haikal segera masuk kedalam kamar dia tidak ingin malah berdebat dengan mama nya dan Karin .


__ADS_2