Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Rindu


__ADS_3

Hari ini Adel ada janji dengan April sejak pertemuan mereka Adel ingin menjalin kembali hubungan dengan April,dia merasa April perempuan baik dan juga Sahabat nya jadi Adel merasa bertanggung jawab untuk memberikan kehidupan yang layak untuk April meskipun dia tak berjodoh dengan Haikal nanti.


"Ayo masuk Del,kenapa repot-repot kemari,kalau ingin bertemu kamu bisa hubungi aku Del,biar aku yang mencari mu" ucap April tak enak hati karena Adel yang mendatangi kediaman nya


"Tidak masalah,aku hanya ingin melihat keadaan ibu mu Pril sudah lama tidak bertemu beliau,aku merindukan nya" jawab Adel


Adel datang sendiri kali ini tidak membawa si kembar karena dia ingin sedikit leluasa bercerita takut si Kembar rewel jika di bawa ke tempat asing,tapi Adel sudah menyiapkan semua kebutuhan si kembar.


Adel memang sopan pada siapa saja bahkan dia sudah menganggap semua perempuan tua sebagai ibu nya sendiri,dulu Adel membantu bu Warsi karena dia ingin merasakan punya seorang ibu sejak orang tua nya meninggal tapi Bu Warsi malah menikam nya dari belakang dengan menikahkan Karin pada Haikal.tapi biarlah semua masa lalu,Adel tak ingin lagi mengingat nya,saat ini dia hanya fokus pada kehidupan rumah tangga nya.


"Ayo aku antar ke dalam kamar, beliau tidak pernah keluar kamar lagi Del,sejak dia sakit ini, tubuhnya bertambah kurus" jelas April

__ADS_1


"Kasihan sekali beliau" ucap Adel mengikuti langkah kaki April yang membawa nya kedalam kamar berukuran kecil,rumah April memang tidak terlalu besar tapi cukup rapi dan sekeliling nya masih Asri membuat betah berlama-lama di sana.


Adel melihat tubuh perempuan kurus terbaring di atas kasur yang bisa di bilang sudah mulai lusuh,hati Adel mengiba melihat keadaan perempuan renta itu terbaring tak berdaya.


"Bu,,ini ada Adel,teman April sewaktu sekolah dulu,ibu ingat? dulu ibu Adel sering memborong dagangan ibu" ucap April pelan


Mata perempuan tua itu melirik kearah perempuan yang ada di belakang April


"Dulu saya sering makan kue buatan ibu,dan saya merindukan nya sekarang" sahut Adel duduk di sebelah ibu April


"Ingat saya bu?" tanya Adel dan di jawab Anggukan pelan oleh ibu April

__ADS_1


"Kamu cantik,ibu semakin pangling"


"Ibu bisa saja,ibu juga masih tetap cantik seperti dulu" ucap Adel membuat ibu April terkekeh kecil


"Kalau ingat masa kalian sekolah terkadang ibu suka senyum sendiri,ingat kenakalan April ingat cengeng nya April,tapi jika melihat Vino ibu merasa kalau ibu sudah sangat tua,hanya menjadi beban April saja"


"Tidak boleh begitu bu, justru ibu adalah sandaran April tanpa ibu belum tentu April kuat saat ini" ucap Adel


"Ibu kadang kasihan melihat nya jadi tulang punggung keluarga,dia tidak kenal lelah dalam bekerja, apalagi jika melihat Vino terkadang air mata ibu menetes,April wanita kuat dia bisa bertahan menghidupi kami" isak ibu April membuat Adel kasihan


"Bu, semua punya kisah hidup masing-masing, tinggal kita saja yang menyikapi nya,sabar bu semua pasti ada jalan nya,tuhan tidak akan memberikan kita cobaan jika kita tak sanggup menjalani nya,April orang pilihan yang saat ini tengah di uji"

__ADS_1


"Ibu ingin dia bahagia sebelum ibu pergi,agar ibu tenang saat meninggalkan April kelak,hanya itu permintaan ibu"


"Saya yakin April akan bahagia,ada Vino di samping nya"ucap Adel mengusap pelan lengan ibu April yang mengisak


__ADS_2