Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Di terima


__ADS_3

Pagi ini Kiara sudah bersiap-siap untuk ke kantor,dia memakai high heels dan jas kantor nya lalu menenteng tas branded keluaran terbaru nya, wajah Kiara tampak berseri-seri.


"Hmmmm....ada yang lagi kasmaran nih" goda Bella melirik Kiara sekilas lalu menatap Vino


"Sam,kapan rencana menikah mu dan Vivian?" tanya Bella


"Setelah kak Kiara ma"jawab Sam sambil mengunyah roti bakar nya


"Kamu kapan Ki, Kasihan Sam"


"Secepat nya ma" jawab Kiara tersenyum manis


"Sudah ada calon nya Ki?" tanya Vino


"Sudah pa"


"Andre" tebak Bella cepat dan di anggukki Kiara


"Yakin Ki,Andre bukan lelaki lajang,dia memiliki Luna,jika kamu hanya mencintai Andre tanpa Luna lebih baik kamu lepaskan saja kasihan mereka" ucap Vino


"Pa...aku mencintai Luna, bukan hanya Andre pa"


"Ki....apa kamu siap menerima masa lalu Andre,mama Luna masih hidup ki,dan suatu saat pasti akan datang mencari anak nya,ntah itu setelah kamu menikah atau pun setelah Luna dewasa kita tidak dapat menebak nya" jelas Vino lagi


"Benar Ki,mama dan papa tidak pernah melarang apapun yang kamu lakukan, apapun pilihan mu jika itu lelaki yang bisa bertanggung jawab dan Andre cukup bertanggung jawab menurut mama hanya saja dia seorang duda"potong Bella


"Aku tidak pernah mempermasalahkan status Andre ma,aku terima dia apa adanya dan juga terima dengan masa lalu nya"jawab Kiara tegas


"Jika memang sudah kamu perhitungan semua nya kami hanya bisa mendukung yang terbaik untuk mu Ki,papa setuju dengan pilihan mu"

__ADS_1


"Mama juga" sahut Bella


"Kamu Sam??" tanya Bella


"Andre lelaki yang baik, dia dewasa sudah pasti bisa membimbing kak Kiara yang keras kepala ini" jawab Sam dan di anggukki Vino setuju,Kiara anak perempuan pertama di keluarga Vino,dan Bella,Kiara memang dari dulu sangat di manja oleh Bella, karena kemanjaan nya membuat Kiara keras kepala,dia akan tetap bertahan dengan prinsip nya sendiri jika dia merasa kan itu benar.


****


"Kenapa pagi-pagi begini menghubungi ku" ketus Diana pada Devan


"Jangan marah-marah nanti cepat tua, kerutan nya kelihatan jika kamu cemberut" ucap Devan tersenyum manis pada Diana


Pagi ini Devan mengirim kan pesan pada Diana dan mengatakan kalau dia ingin berbicara sesuatu yang penting dan harus pagi ini juga membuat Diana kesal,pagi ini dia harus bangun hanya karena seorang Devan.


"Sudah cepat aku tak punya banyak waktu" ujar Diana lagi


Devan mengeluarkan paper bag berwarna merah lalu meletakkan nya di atas meja karena sebelumnya di letakkan di bawah kursi nya.


"Buka dulu,biar kamu tau isi nya"


Diana membuka nya lalu melihat tas incaran nya kemarin,tas ini yang menjadi rebutan nya dan Vivian sekarang ada di hadapan nya tanpa harus dia perebutkan dengan perempuan songong itu.


"Van...kamu yang mendapat kan nya?" tanya Diana mulai tersenyum manis


"Bukan aku tapi kamu!" jawab Devan membuat Diana sedikit bingung dia pikir Devan ingin menjual tas itu pada nya.


"Berapa nomor rekening mu Van,aku transfer sekarang?"


"Kami yakin Ingin membayar nya?"

__ADS_1


"Hmmm....berapa?" tanya Diana sambil mengambil ponselnya


"500 milyaran"


"Kamu gila!!! mau memeras ku?" ucap Diana kesal lalu meletakkan kembali tas tersebut di atas meja


"Ambil saja lagi,aku tidak mau" ucap Diana hendak pergi tapi Devan menahan tangan nya membuat Diana terjatuh ke pangkuan Devan


"Kamu bisa memiliki nya gratis dengan satu syarat"


"Apa??"


"Jadilah kekasihku"


Diana segera bangkit dari pelukan Devan


"Kamu kira aku akan menjual harga diriku dengan tas itu" tunjuk Diana


"Aku tidak minta yang lain nya Di,aku hanya minta kamu menjadi kekasih ku,dan apa yang kamu minta akan aku turuti, apapun yang kamu mau akan aku berikan" tawar Devan membuat Diana terdiam,Diana tampak berpikir sejenak seperti nya Devan bisa dia manfaat kan,Devan sangat mengagumi nya selama ini, sudah pasti Devan akan menuruti semua kemauan nya.


"Janji???" tanya Diana


"Janji"


"Oke...aku bersedia" jawab Diana tersenyum manis membuat Devan melonjak kegirangan seperti bocah


"Van...ini kafe jangan membuat ku malu"ingat Diana


"Maaf..... maaf...aku terlalu bersemangat Di" jawab Devan,dia tak menyangka kalau Diana akan semudah itu luluh pada nya.

__ADS_1


"Oh....senang nya,tanpa uang papa dan mama pun aku bisa menikmati hidup karena Devan" batin Diana


Devan menggenggam tangan Diana dan mengajak nya keluar dari Kafe...


__ADS_2