
"Kemana???" tanya Vina penasaran, pasalnya Satria mengajak nya keluar tanpa mengatakan apapun.
"Aku harus ganti baju terlebih dahulu" ujar Vina
"Begini saja sudah cantik" jawab Satria dengan ekspresi dingin tapi mampu membuat Vina menarik sudut bibirnya kecil
Satria bukan tipe lelaki romantis apalagi bucin,dia seperti kulkas yang selalu dingin tapi malam ini Satria sedikit berbeda dia terlihat lebih menarik menurut Vina..
****
Salah satu Cafe romantis yang di pilih Satria, meskipun ini bukan bagian dari diri nya Satria akan berusaha menyenangkan Vina malam ini.
Beberapa pasangan muda juga ada di dalam kafe ini membuat Vina sedikit canggung.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Satria
"Sama kan saja"
"Spaghetti nya dua,sama coffe latte nya dua"
"Ada lagi?" tanya Satria menatap Vina dan di Jawab gelengan oleh Vina
"Ternyata kamu perempuan yang cukup simpel ya,tak banyak kehendak"ucap Satria basa-basi
"Seperti nya begitu,aku terbiasa mandiri" sahut Vina melihat kiri kanan dia merasa kurang nyaman berada di antara anak muda yang sedang kasmaran,tapi berbeda dengan Satria yang sedikit tenang bahkan dia menikmati pemandangan ini.
__ADS_1
Tak berapa lama pelayan datang membawa makan untuk mereka
"Di makan dulu,jika ada yang kurang katakan saja"
****
"Bun, bagaimana dengan Satria apakah sudah mengajak Vina periksa?" tanya Haikal
"Belum Pa,besok Bunda yang akan temui Vina di apartemen nya dan mengajak nya langsung periksa karena besok Bella juga akan periksa jadi sekalian bunda lihat dua cucu" jawab April sambil membaringkan tubuhnya dia ranjang empuk kamar mereka
"Tidak terasa ya bun kita sebentar lagi punya dua cucu,bunda bakal jadi oma, padahal aku masih merasa muda lo bun"
"Lihat ini uban mu ada di mana-mana,jangan mengingkari takdir karena semakin kita tua akan semakin tampak perubahan kita"tunjuk April pada helaian rambut Haikal
"Andai saja aku tak menemukan istri seperti mu ntah bagaimana nasib ku di hari tua bun" keluh Haikal sambil mencium puncak kepala April perempuan yang beberapa tahun ini mengisi hidup nya, yang sudah memberikan nya anak perempuan cantik seperti Nur.
****
"Vin,aku minta maaf dengan semua yang terjadi di antara kita"ujar Satria setelah mereka selesai makan malam.
"Hmmmm....."
"Aku-a-ku malu"aku Satria lagi membuat Vina menatap lelaki tampan ini serius
"Kenapa harus malu"
__ADS_1
"Ya karena sudah salah menyangka mu"
"Kau terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang belum tau perkara nya"
"Tapi ini semua juga salah mu yang mengatakan hamil membuat ku kesal"aku Satria
"Kenapa belagak jadi pahlawan?"
"Aku menyayangi Nur,aku tak mau Nur kecewa dengan pernikahan nya apalagi sampai bercerai,cukup sudah itu terjadi pada papa bukan Nur" tegas Satria membuat Vina mengerutkan keningnya tak mengerti
"Aku bukan anak bunda April,papa pernah menikah dengan mama ku dan berakhir perceraian,tapi aku sudah menganggap bunda sebagai bunda kandung ku karena di tulus menyayangi ku dari kecil"cerita Satria membuat Vina merasa iba, Satria anak broken home,Vina bisa melihat raut wajah trauma Satria saat bercerita, wajar jika kakak sangat menyayangi adik nya bahkan akan melakukan apa saja untuk rumah tangga adik nya termasuk mengakui kalau dia menghamili Vina.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana? aku tak bisa menjelaskan pada keluarga mu"
"Biar aku yang jelas kan"
"Jangan-jangan.....!!!"tolak Vina
"Aku takut Keluarga mu malah membenci ku"lanjut Vina
"Bunda orang baik,dia pasti mengerti"
"Tidak....!!! aku tak ingin buruk di mata keluarga mu,cukup kamu yang mengetahui jangan yang lain" Pinta Vina
"Lalu harus bagaimana?" tanya balik Satria
__ADS_1
"Cerai kan aku!"