
" Plak...."
Satu tamparan keras di layangkan Haikal untuk Karin, lagi-lagi dia melihat Karin sedang bersama lelaki lain dan kini malah sedang bermesraan membuat Haikal bertambah emosi
" Benar-benar ****** kamu" bentak Haikal
" Mas sakit lepaskan aku" ucap Karin memohon tapi Haikal malah menyeret nya seperti binatang,Haikal mendorong Karin kedalam mobil dan membawa nya pulang
" Kamu membuat ku malu, bagaimana jika teman ku yang melihat kelakuan ****** mu do luar sana" ucap Haikal menarik rambut Karin kuat
" Haikal lepas kan dia" pekik Pak Heru,kali ini dia harus mengambil tindakan untuk keluarga nya, bisa gila dia lama-lama berdiam diri di rumah ini melihat tingkah laku Haikal dan istri nya
" Pa,jangan membela dia, perempuan ini sudah membuat aib keluarga pa,dia selingkuh" bentak Haikal
"Bukan nya dulu kamu juga berselingkuh dari Adel kenapa sekarang kamu malah menyiksa Karin yang berselingkuh di belakang mu" ucap Pak Heru
" Pa...kenapa kamu malah membela perempuan ini" sahut bu Fatma yang baru keluar dari kamar nya
" Jika kamu tak menyukai nya ceraikan dia jangan siksa dia Haikal cukup sudah Adel yang menjadi korban keegoisan kalian jangan lagi ada korban berikutnya"
" Tapi dia yang menyebabkan aku bercerai dari Adel pa"
" Dia tak salah,kalian yang menawarkan kemewahan pada nya dan di saat dia sedang menikmati kemewahan itu hilang hingga dia mencari kemewahan lain nya, biarkan dia hidup dengan cara nya,Sadar Haikal hidup mu sudah hancur saat nya kami bertobat dan memohon ampun" nasihat pak Heru
__ADS_1
" Pa,saat ini bukan waktu nya ceramah jangan membuat kami gerah dengan ucapan mu,kamu seharusnya membela Haikal bukan Adel maupun perempuan ****** ini" ujar Bu Fatma kesal melihat suaminya
" Lepas kan dia, ceraikan jika kamu tak menyukai nya lagi, biarkan dia pergi dengan ibu nya"
"Lalu Satria?" tanya Haikal
" Jika kamu mampu menghidupi nya dan merawat nya ambil Satria jika tidak berikan pada Karin tapi kamu harus mengirimkan uang untuk anak mu"
Karin menangis dan berlari kedalam kamar ibu nya dan Satria berada,Karin mengisak di sana,dia tak bisa lagi hidup bersama Haikal yang makin hari semakin kasar pada nya.
*****
Dua pekan berlalu Adel yang sedang tertidur pulas tiba-tiba bangkit karena merasa kan perut nya mual.
" Del...kenapa?" tanya Damian yang ikut masuk kedalam kamar mandi
" Mungkin masuk angin sayang,semalam kita pulang dari acara pesta nya kemalaman" Jawab Adel sambil berkumur,perut nya terasa begah dan kepalanya sedikit pusing
Adel berjalan pelan menuju ranjang dan di tuntun oleh Damian
" Aku ambil kan air hangat" ujar Damian segera keluar kamar
Adel memijat keningnya sendiri kepala nya terasa berputar
__ADS_1
" Sakit?" tanya Damian sambil menyodorkan segelas air putih hangat
"Lumayan" jawab Adel pelan
Damian duduk di sebelah Adel dan mencoba membantu memijit kecil tengkuk istri nya ini membuat Adel bersendawa beberapa kali
" Sayang tolong olesi tubuh ku dengan minyak angin" pinta Adel menunjuk tempat di mana dia menyimpan minyak angin
" Tidak usah ke kantor del,aku takut kamu semakin sakit,di rumah saja! atau kita kerumah sakit" tawar Damian sambil menggosok punggung mulus Adel
" Sayang pekerjaan ku masih banyak"
"Kesehatan yang terpenting Del,jangan memikirkan yang lain,aku tak ingin kamu semakin drop"
"Tapi-"
" Del,, menurut lah ucapan ku,aku tak ingin sesuatu terjadi padamu, mungkin kamu terlalu lelah hingga masuk angin begini" oceh Damian
Sebenarnya Adel sudah memesan tespek hari ini karena dia merasa telat tiga hari, tapi Adel sedikit takut..takut kecewa dengan hasil nya dan tidak berani mengatakan pada Damian takut Damian juga ikut berharap dengan yang belum pasti
" Tapi aku mau di temani kamu hari ini" rengek Adel membuat Damian gemas,dia tak pernah bisa menolak permintaan istri manja nya ini,Adel selalu sukses membujuk Damian.
Damian segera bangkit dan mencari ponsel nya menghubungi Anita untuk meminta sekretaris nya itu mengcancel semua jadwal nya hari ini agar bisa menemani Adel di rumah .
__ADS_1